Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

Munajat Revolusioner Allamah Ali Syari’ati


Tuhanku, bereskan akidahku dari cengkeraman kerumitanku
Tuhanku, kukuhkan aku dalam menghadapi akidah sesat
Tuhanku, jangan Engkau cegah perkembangan akal dan ilmuku, hanya karena terlalu fanatik, sentimental, dan “tercerahkan”
Tuhanku, cerdaskan fikiranku dan terangkan penglihatanku selalu, supaya aku tidak bertindak sebelum tahu benar-salahnya sesuatu
Tuhanki, jangan Engkau jadikan kebodohanku sebagai bulan-bulanan musuh untuk menjadi bumerang buat teman sendiri
Tuhanku, jangan Dikau jadikan “ego” yang kuhendaki seperti “ ego” yang mereka kehendaki
Tuhanku, jangan campur-baurkan perbedaan dalam raga”keksatriaan” , pikiran, dan hubungan, sehingga membuatku buta akan terpisahnya satu dan lainnya
Tuhanku, jangan Engkau jadikan aku kaki-tangan kaum lalim dengan hasut,dengki, dan kasak-kusukku
Tuhanku, bunuhlah, atau setidaknya, cabutlah egoisme dalam diriku, supaya aku tidak peduli dan tersiksa dengan egoisme orang lain
Tuhanku, anugerahkan padaku iman kepada “ketaatan mutlak”, sampai aku selalu merasa berada di alam “kemaksiatan mutlak”
Tuhanku, ajarkan padaku takwa dalam bentuk jihad, sehingga aku tidak pusing dengan padatnya kesibukan. Dan hindarkan dariku takwa dalam bentuk “kehati-hatian”, sehingga aku menghilang dalam pengasingan
Tuhanku, jangan Engkau masukkan hamba ke dalam kekebalan orang mewah. Melainkan karuniai aku etos yang kuat, tekad yang besar, dan kebingungan visioner. Berikan kepada hamba-hamba-Mu yang hina, kelezatan. Tetapi berikan padaku derita-derita yang memuliakanku
Tuhanku, jangan letakkan pikiran dan perasaanku di peringkat yang mengikuti kelihaian-kelihaian yang rendah dan kehinaan-kehinaan yang menyakitkan, yang datang dari orang-orang semi manusia (pseudo-human beings). Aku utamakan diriku, wahai Tuhanku, menjadi “raksasa tertipu”, ketimbang “ cacing penipu”
Tuhanku, bereskan aku dari empat penjara besar manusia: alam, sejarah, masyarakat, dan ego, supaya sebagaimana Engkau, wahai Sang Pencipta, menciptaku aku akan ciptakan diriku
Tuhanku, aku tidak mau menyesuaikan diriku pada lingkungan layaknya binatang. Tapi, aku ingin menyesuaikan “lingkungan” dengan diriku di mana pun
Tuhanku, nyalakan api “keraguan” yang suci dalam dadaku, agar semua “kepastian’ yang telah ditanamkan orang lain kepadaku terbakar habis. Namun, ketika debu-debunya telah bertebaran menghilang, tersungginglah senyum kasih sayang di permukaan dua bibir “fajar keyakinan” yang tak berbercak sedikitpun
Tuhanku, jangan jadikan hamba butuh akan mimikri (meniru) dan taklid, supaya aku dapat menghancurkan matriks-matriks warisan leluhur maupun klise-klise yng kebarat – baratan. Biarkan mereka membisu. Biarkan aku sendiri berbicara!
Tuhanku, cabutlah sifat nerimo dan nun inggih dari bangsaku. Dan berikan sifat-sifat itu pada hamba
Tuhanku, hancurkan akal bulus yang tidak mengarti apapun kecuali logika manfaat dan yang menjerat kepak-kepak sayapku untuk terbang hijrah dari modus being atau status quo ke modus becoming atau mi’raj. Ya Allah! Hancurkanlah ia dengan berkas-berkas kobaran rindu yang menjilat-jilat dengan cepat dalam batinku!
Tuhanku, hindarkanlah aku dari persahabatan atau permusuhan dengan jiwa-jiwa nista dan kerdil untuk melestarikan jiwa-jiwa besar Gilgamesy sampai Sartre, Lopi sampai ‘Ain al-Qudhat, dari Mehraweh sampai Rozas yang berpuncak pada jiwa agung Imam Ali
Tuhanku, segala puji bagi-Mu, atas perkenan-Mu menjadikan kedunguan sebagai musuhku. Sungguh, nikmat itu, tidak akan Kau berikan kecuali kepada hamba-hamba-Mu yang dekat dengan-Mu
Tuhanku, jangan jadikan hamba sasaran orang-orang lalai dan lupa daratan
Tuhanku, tambahkan ikhtiar, pengetahuan, perlawanan, ketidakbutuhan, kebingungan, kesendirian, pengorbanan, dan kelembutan rohku
Tuhanku, tolonglah hamba-Mu iniuntuk dapat membangun masyarakat atas tiga pilar berikut; Wahyu, Al-Mizan (keseimbangan), dan Al-Hadid (besi). Ya Allah, buatlah kalbuku terang benderang oleh kebenaran, kebajikan, dan keindahan
Tuhanku, peringatkan daku selalu dengan ilham-Mukepada Rousseau: “jika aku adalah musuh-Mu dan musuh akidah-Mu meskipun begitu aku mengorbankan jiwaku untuk kebebasan-Mu dan akidah-Mu”
Tuhanku, obatilah rakyatku dari wabah “tasawuf”, agar mereka kembali kepada kehidupan dan kenyataan. Tetapi, sembuhkan aku dari kebodohan hidup dan penyakit “neorealitas”, agar aku dapat mencapai kesempurnaan spiritual dan kebebasan mistis
Tuhanku, ajarkan kepada para pemikir yang menganggap ekonomi sebagai dasar utama, bahwa ekonomi itu bukan tujuan. Dan ajarkan kepada agamawan yang menuju “kesempurnaan”, bahwa ekonomi itu juga dasar
Tuhanku, ngiangkan di hati para cendekiawan ucapan yang pernah Kau luncurkan dari mulut Dostoyevski: “jika Tuhan tiada, maka segala suatu akan menjadi metafora”
Alam akan menjadi tak bermakna, hidup tak bertujuan, dan manusia bingung tak karuan dan tak bertanggung jawab, bila tak disertai Tuhan disisinya
Tuhanku, jadikan aku tidak punya (fakir) dan tak ingin (zuhud) di hadapan apa saja yang menghancurkan rasa malu
Tuhanku, jangan kau lemparkan aku ke dalam kebingungan antara memilih “kebesaran”, “kedurhakaan”, “kepahitan” dan “kemewahan”, “ketenangan”, dan “kelezatan”
Tuhanku, ilhamkan kepada mereka yang Kau cintai :”Sesungguhnya cinta lebih mulia dari hidup.” Dan rasakan kepada mereka yang lebih kau cintai:”bahwa sesungguhnya ekstase lebih daripada sekadar cinta!”
Tuhanku, berikan kesanggupan padaku untuk berusaha dalam kegagalan, bersabar dalam keputusasaan, berjalan ke depan tanpa teman, jihad tanpa senjata, amal tanpa pamrih, perjuangan dalam kesunyian, agama tanpa kehadiran “dunia” dan “orang-orang awam”, keagungan tanpa kemasyhuran, perkhidmatan tanpa mencari sekerat roti, iman tanpa pengaruh riya’, kebajikan tanpa unsur kemunafikan, keberanian yang matang, kepantangkalahan yang tidak tertipu diri, ‘isyq yang tidak maniak, kesendirian ditengah manusia, dan cinta tanpa kenal sang kekasih
Tuhanku, jangan karuniai daku keutamaan-keutamaan yang tidak bermanfaat bagi manusia!
Tuhanku, hindarkanlah daku dari kebodohan yang liar dan merusak dan yang dapat menghilangkan cita rasa yang kudus, gerakan menuju ke jarak yang terjauh, tatapan serang lapar dan kulit yang membiru akibat sabetan rotan
Tuhanku, berikanlah para orang suci besar yang telah lama berkutat dalam pengasingan ibadah yang suci, ilmu, dan seni, kesempatan untuk membunuh diri mereka, agar melihat bahwa, selain mereka, ada dunia yang bermakna dan bahwa dunia itu tidak sebesar daun bidara. Dan juga supaya mereka mengerti bahwa kadar alam yang bermakna dan bernyawa ini tidak sebatas atom atau sebatas apa yang di benak para orang suci yang bertopeng atau para penipu yang sok suci. Selain itu, bebaskan mereka semua dari pikiran sempitdan kekanak-kanakan. Berikan kesempatan itu kepada mereka, sampai mereka benar-benar menyadari bahwa tak sedikitb pun ada kesia-siaan atau absurditas di alam ini. Karena tak ada sekecil apa pun kesalahan pada pena penciptaan Ilahi
Tuhanku, katakan pada Sartre: jika “dewa kebaikan” itu adalah diri kita sendiri, maka apa makna itikad baik (le bon sens) yang dijadikannya sebagai norma etika?
Tuhanku, katakan kepada para materialis: bahwa manusia bukan pohon yang hidup dalam alam, sejarah, dan masyarakat tanpa kesadaran
Tuhanku, ajarkan pada rakyatku bahwa jalan menuju-Mu berpusat di bumi. Dan berikan daku petunjuk tentang jalan paling cepat menuju-Mu
Tuhanku, kepada para agamawan, talkinkan ajaran bahwa manusia dari tanah. Fenomena material dapat menafsirkan Tuhan sebaik tafsiran yang berasal dari fenomena metafisik. Wujud Allah di dunia dan di akhirat itu identik
Dan Tuhanku, talkinkan kepada mereka bahwa agama yang belum melampaui cakar ajal, maka hidupnya takkan bermanfaat dan setelah mati pun bernasib sama
Tuhanku, siapakah orang kafir? Siapakah orang Muslim? Siapa orang Syi’ah? Dan siapa orang Sunni itu? Apakah kiranya batas-batas yang membedakan mereka satu sama lainnya?
Sungguh aku menanti datangnya hari penyucian pemahaman dan pengetahuan tentang agama di satu-satunya negeri Islam ini (Iran). Sehingga seorang “juru bicara resmi agama” kita dapat memotret Fathimah seperti bidikan Sulaiman Katani, seorang dokter beragama Kristen; memotret Imam Ali seperti seorang berabama Kristen, DR. george Jordaq, memotretnya. Menangkap Ahlulbait seperti riset si Katholik, Massignon. Mengerti Abu Dzar seperti dalam tulisan Abdul Hamid Judah as Sahhar. Mengurai Al-Quran seperti dalam terjemahan Blache’re, seorang pendeta resmi gereja. Atau dapat berbicara tentang Nabi kita, Muhammad, seperti Maxim Rodinson, seorang peneliti beragama Yahudi
Seperti juga saya berharap, suatu saat nanti, Islam dan para pendukungnya serta para penegak Wilayah yang resmi dapat bersama-sama menerjemahkan karya orang-orang kafir yang resmi itu
Namun bilamana yang memandang Imam Husain-sosok imam pembawa bendera sejarah yang berwarna merah dan contoh mukjizat manusia-adalah orang-orang licik yang ketika bau kematian tercium, seketika itu pula memelas kepada para algojo dan meminta seteguk air, bila orang dengan kepribadian seperti itu yang memandangnya, maka rusaklah semuanya
Bilamana orang-orang seperti mereka yang memandang Imam Ali simbol kemuliaan, keramat, dan keluhuran, dan yang ketajaman lidahnya menyamai pedangnya (mereka akan memandangnya) sebagai orang yang lemah, penakut, dan maju mundur, sehingga sedikit saja rasa takut menyentuh beliau, maka beliau pun akan membai’at orang-orang zalim dan mendekati para perampas hak khilafah
Imam Ali adalah orang yang tak kenal takut. Dia tidak pernah ingin mendekati orang-orang yang merampok hak khilafahnya, mengikuti mereka, menjadi anggota Parlemen Saqifah, dan memberikan haknya kepada orang lain yang tidak akan selayak dan sepatut dia dalam memegang tampuk kepemimpinan. Ketika rasa takut mencekamnya, tidak lantas Imam Ali mau mengawinkan putrinya kepada si perampas hak yang telah menyakiti istrinya sendiri, Fathimah
Fathimah, kata rasul, adalah salah satu dari empat wanita dalam sejarah yang paling istimewa. Dia adalah kiblat wanita sedunia. Dialah yang kedua tangannya pernah dicium Rasuldengan penuh rasa hormat. Dia adalah istri sekaligus sobat tercinta Ali. Fathimah juga putri semata wayang Rasulullah.Dia juga wanita yang telah mendidik Husain dan Zainab. Merekalah, orang-orang yang memandang Fathimah sekadar sebagai perempuan yang sering mengutuk, putus asa, tersedu-sedu selalu oleh tangis akan apa yang menimpa tulang punggungnya atau akan tanah yang dicuri pemerintah, merekakah Syi’ah itu?
Apakah mereka, yang memandang Zainab hanya sekedar sebagai orang yang antannya patah dan lesungnya hilang akibat kematian kakaknya, Husian bin Ali, itukah orang-orang Syi’ah?
Adalah Zainab perempuan yang, ketika melihat kakaknya terbujur kaku, malah bersegera pergi untuk mengumumkan revolusi penuh berkahnya
Dia bukan wanita yang diceraikan suaminya supaya lebih leluasa dalam menjalankan tugasnya sebagai peniti jalan jihad, seperti kata sebagian orang Syi’ah
Zainab, wanita yang manakala melihat seorang syahid tak dikenal, segera dia menangis, memukul dadanya, dan berduka cita untuknya. Tetapi ketika si Syahid itu adalah anaknya sendiri, dia tidak menangis, mengerang, ataupun memukul dadanya. Seolah dia mengharapkan pertikaian ini hanya menumpahkan darah keluarganya dan tidak selain mereka. Dialah perempuan suci yang dalam perjalanan pulangnya dari Karbala, dalam keadaan tubuhnya terikat erat oleh tali panjang, dia tetap mengumandangkan seruan-seruan ayahnya, Ali bin Abi Thalib. Gema seruan itupun mengguncangkan istana para pengkhianat dan bumi tempat para tiran berjalan-jalan. Dialah macan betina yang mengungkapkan epos (cerita kepahlawanan) dan meneteskan semangat juang kepada para pahlawan wanita lainnya dalam iring-iringan para wanita masa depan. Dia bukan wanita sembarang wanita yang mengeluh, menangis, dan meraung-raung karena kematian kakaknya, Husain bin Ali
Apakah orang-orang yang memandang Zainab sekadar sekadar seperti wanita yang kehilangan arahtujuan ketika melihat kakaknya terbujur kaku sebagai syahid itu dapat disebut orang Syi’ah? Syi’ah Ali? Para pengikut Ahlul bait? Satu-satunya umat yang mengikuti jalan kebenaran? Atau, katakanlah, satu-satunya umat yang mengenal Ali dan keluarganya dengan baik melalui sunah dan sumber hakikat? Apakah mereka orang-orangnya?
Dan Dr. Bintus Syathi; seorang penulis yang telah mendedikasikan semua umurnya untuk menulis cerita tentang para wanita Ahlulbait dan seorang yang mengatakan dirinya hidup dalam keluarga itu, tetap kita anggap Sunni?
Dan Blache’re, seorang juru dakwah Kristen, yang telah meluangkan empat puluh tahun hidupnyauntuk meneliti dan menerjemahkan AL-Quran dan pada akhirnya kedua matanya buta karena mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an . atau Massignon, lautan ilmu yang telah menghabiskan 27 tahun usianya untuk menulis biografi Salman Al-Farisy. Dan lebih separo dari seluruh hidupnya dia sempatkan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen, karya-karya dan rujukan-rujukan baik yang berbahasa Arab, Persia, Turki, Latin, atau bahkan yang berbahasa Mongolia untuk menulis biografi yang membicarakan kepribadian dan pengaruh Fathimah dalam sejarah bangsa-bangsa setelah wafat beliau
Apakah Massignon, seorang yang penuh antusiasme ketika berbicara tentang mistisisme Islam, Fathimah, Salman ini seorang atheis?
Tuhanku, tunjukkan daku cara Engkau “melihat perkara”. Atau bagaimana Engkau menghukumi
Apakah Syi’ah itu cinta terhadap “nama-nama”? Ataukah mengenali teladan-teladan dan pola-pola dasar? Apakah mungkian ia adalah sebentuk pengenalan biografis?
Tuhanku, anugerahkan padaku hidup yang ketika mati tiba di saat yang berbuah apapun, aku tidak menyesalinya. Berikan aku hidup yang tidak kusesali penyia-nyiaannya
Tuhanku, gariskan jalan hidupku. Agar ketika ajal tiba, aku dapat menggariskan jalan matiku sendiri. Biarkan aku yang memilihnya, asalkan kau meridhainya
Tuhanku, berikan aku keselamatan di tengah bencana besar penyakit kebodohan yang terlupakan karena telah menyerang semua orang. Bahkan setiap orang yang belum menderita pun, tampak sakit. Tuhanku, selamatkan aku dari penyakit “menyembelih hakikat di pejagalan syari’at.”
Tuhanku, jangan jadikan imanku terhadap Islam dan cintaku kepada Ahlulbait, seperti iman para pedagang agama yang fanatik dan reaksioner. Supaya kebebasanku tidak tertawan oleh kerelaan “orang awam”, agamaku terkubur di balik gengsi keagamaan dan aku menjadi peniru para peniru. Dan pada gilirannya, aku tidak akan berbicara tentang apa yang aku anggap benar, hanya karena orang lain menganggapnya tidak baik
Tuhanku, aku tahu bahwa Islamnya Nabi-Mu telah dimulai dengan “tidak”. Dan aku pun tahu bahwa syiah imam pilihan-Mu, Ali bin Abi Thalib, juga diawali dengan “tidak”!
Tuhanku, jadikan aku “kafir” terhadap “ Islam ya” dan “Syiah ya”!
Tuhanku, ingatkan daku selalu akan tanggung jawab menjadi Syi’ah. Yaitu menjadi seperti Ali. Hidup seperti Ali. Mati seperti Ali. Menyembah seperti Ali menyembah. Berfikir serupa dengan fikiran Ali. Berjihad sepertinya. Beramal seperti beliau. Berbicara seperti beliau. Berdiam diri seperti Ali. Itu semua yang sebatas kemampuanku saja. Ingatkan aku selalu untuk mencari “ego” yang mirip Ali dalam jiwa yang multidimensional; dewa bicara di mimbar, dewa penyembah di mihrab, dewa pekerja di bumi, dewa kesaktian di medan laga, dewa kelembutan di hadapan Muhammad, dewa penanggung jawab dalam masyarakat, dewa pena dalam tulisan di Nahj al Balaghah, dewa Mukmin dalam segenap kehidupan, dewa pengetahuan dalam Islam, dewa revolusi sepanjang sejarah, dewa keadilan dalam pemerintahan, dan dewa kebapakan dan pendidikan di dalam rumah tangga. Meskipun demikian, dia tetap salah seorang hamba Allah!
Tuhanku, jadikan hamba seorang Syi’i yang bertanggung jawab dan setia terhadap ideologi, persatuan, dan keadilan yang merupakan tiga sila Imam Ali dalam kehidupan, setia kepada kepemimpinan dan persamaan yang merupakan agama beliau, dan setia kepada pengorbanan semua keuntungan demi jayanya kebenaran yang telah menjadi sikap hidupnya
Tuhanku, mereka memuji dan mengagungkan Imam Ali sampai seperti Tuhan. Tetapi, kemudian mereka meletakkannya sebagai orang yang bertentangan dengan syari’at dan membai’at para pengkhianat karena takut. Mereka para munafik yang bergabung dalam Wilayah penindas, lantas mengklaim mendapat berkah dengan Wilayah Imam Ali. Sampai hari ini, mereka belum terbebas dari kurungan mesin propaganda dinasti Umawi dan Abbasi. Mereka mencapai revolusi, kebebasan, dan sosialisme, tetapi mereka tetap bukan orang-orang yang paham benar akan Imam Ali, Husain, dan Abu Dzar!
Tuhanku, berkahi aku, supaya agama tak membuatku populer dan tak menyumbangkan roti buatku
Tuhanku, kuatkan daku untuk dapat berjuang dengan popularitas dan roti-rotiku demi agamaku di antara orang yang mencari popularitas dan roti dari agama mereka. Jadikan aku dalam barisan orang yang memeras dunianya demi agamanya, dan tidak menguras kas agamanya untuk menambah tabungan bank dunianya
Tuhanku, segala puji selalu kupanjatkan untuk-Mu. Karena, semakin keras aku melangkahkan kakiku ke depan dalam meniti jalan-Mu dan misi-Mu, semakin banyak orang yang seharusnya berbaik kepadaku, berbalik memusuhiku; mereka yang seharusnya menemaniku, malah menghalangi jalanku; mereka yang semestinya mengakui kebenaranku, sekarang mendustakanku; mereka yang seharusnya menggandeng kedua tanganku, malah menampar mukaku; mereka yang seharusnya bersama-sama menyerbu musuh denganku, berbalik menyerangku bersebelahan dengan para musuh; aku melihat orang-orang yang seharusnya menangkal propaganda asing yang beracun bersamaku dan memuji, menambah kekuatan dan motivasiku, kini malah sama-sama mencela, memaki, membuatku putus asa, dan menuduhku yang bukan-bukan agar aku tidak lagi berjalan menuju-Mu. Jadi, sekarang sampai dengan seterusnya, harapan tunggalku adalah Dikau , ya Allah! Penglihatanku yang terjauh pun hanya akan dipenuhi oleh-Mu. Dan ketika bersama-Mu, aku tak kan menganggap selain-Mu sebagai teman. Supaya tugasku terhadap-Mu jelas, dan tugasku terhadap diriku sendiri terjelaskan, ya Allah!
Tuhanku, rasakan untukku manisnya ikhlas, sehingga rasa manis lainnya yang pernah kurasakan dapat menghilang!
Ya Allah, berikan keikhlasan padaku! Keikhlasan!
Tuhanku, aku tahu agar hidup dan bercinta, keindahan dan kebajikan menjadi mutlak, betapa seseorang dituntut untuk ikhlas! Dan akupun tahu betapa mudah keikhlasan menjadikan keberadaan nisbi ini; onggokan hajat, kelemahan, petaka, was-was, kebutuhan, cita-cita, kehilangan, keriangan, dan kesedihan relatif yang telah mengepung keberadaan manusia; bongkahan bangkai yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi serigala, rubah, ulat, dan cacing ini. Di hadapan semua itu, kekuatan keikhlasan melalui revolusi besarnya, yang dapat berupa zikir atau kasyf yang telah meliliti manusia yang rendah hati dengan kerendahan hatinya di hadapan Tuhannya, menjadi manusia yang bercampur dengan sifat-sifat ketuhanan. Revolusi itu adalah bentuk penentangan dan perlawanan atas selain Allah; penyerahan integral terhadap Allah, yang dapat mengangkat manusia untuk memahami hakikat mutlak Cahayawi yang menyebar dalam fitrah manusia. Kemudian dengan sikap mirip Budha yang ‘tidak butuh’ dan ‘tidak punya’, dan karenanya, ‘tidak bergantung’, dia akan menjadi “abstrak” dan “sendirian” ( solitude). Dan dia pun akan dapat melampaui Budha. Bilamana kedua tali ‘tidak memiliki’ dan ‘tidak menginginkan’ terus dipegang manusia, dia akan tiba-tiba menjadi wujud yang merefleksikan keberadaan Ilahi di dalamnya, dan menggali tabiat kemanusiaanya yang paling dalam. Saat itu, manusia akan merasa bebas, bersih, ringan, suci, terjaga, kudus, abstrak, murni, dan kaya karena telah mencipta dirinya dengan dirinya sendiri secara lengkap. Ketika itu juga, dia telah mencapai puncak mi’raj dalam “kesendirian”. Maka, “ego” yang bohong, semu, dan dusta yang selama ini menjadi kuburan bagi bangkai “ego” penyaksi, jujur, indah, tersembunyi, dan tertutup ini, akan putus dan hancur, bahkan sirna sama sekali
Dengan zikir, jihad besar dan ‘meninggalkan tubuh sebelum mati’, manusia telah melalui hijrah dari status quo dirinya. Dia telah memulai hijrah dari modus being ke modus becoming; mencapai keikhlasan, wujud sejati pada manusia, dan kesucian mutlak! Dia menjadi termurnikan untuk-Nya dan demi Dia saja. Betapa baiknya para etimolog dan para penafsir Al-Qur’an Iran beberapa tahun silam telah mengartikan ikhlas dengan kesatuan, kesendirian, ketunggalan, dan individuasi. Ya, kesendirian dan ketunggalan
Ketika itu, hamba yang khusyuk ini menjadi citra Ilahi di Bumi, teman tanah ini telah berteman dengan kehadiran Ilahi, ketika itu dia akan benar-benar menyendiri dan manunggal dengan Teman Sejati dan hakikatnya; dia akan “lebih hidup” ketimbang hidup itu sendiri, dan lebih serius, kuat, dan kukuh ketimbang kebahagiaan itu sendiri
Semua hajat dan rasa takut, ketamakan, pembenaran dan penyalahan, bahaya dan rasa aman, keterancaman, keuntungan dan kerugian, persahabatan dan permusuhan, pujian dan kutukan, kegagalan dan keberhasilan, senang dan dukanya, yang mirip dengan serigala dan serangga-serangga pemakan yang garang, telah menjadi mainan yang paling tidak berharga baginya
Manusia ini menjadi “pulau” di lautan wujud yang tidak berhingga; sendirian dan mandiri. Empat arah mata angin pulau ini telah dikelilingi dan dibentengi dengan pagar beton “ego” yang solid. Gelombang ombak takkan pernah berani mengancamnya, dan ia pun takkan pernah butuh akan partai untuk menyelamatkan diri. Dia layaknya bunga teratai (nelumbium nelumbo) yang tumbuh dalam lumpur dan bermekaran dalam air, tanpa sedikitpun layu karena kekenyangan. Seperti halnya terik matanari memekarkan dan menumbuhkembangkan bunga-bunganya, ia pun menyerap sinarnya!
Dan sekarang, daialah seorang diri yang mampu terus hidup; hidup dengan “gizi” akidah dan “anggur” jihad, dan mati sebagai syahid seindah dia hidup sebagai orang bebas dan lurus
Itu semua, karena dia seorang Syi’i, bukan seorang “sufi”. Dia seorang Muslim, bukan Buddhis. Dia tidak hanya berhenti di pendakian abstraksi, tetapi kembali lagi meluncur ke bumi dan masyarakat untuk memikul tanggung jawabnya yang berat. Bukankah tanggung jawab yang berat itu yang disebut amanat?
Amanat adalah perbuatan melihat anak yatim yang dihardik, tawanan yang disiksa, orang kelaparan yang bersabar, massa yang mengukuhkan kezaliman, umat yang menanti penyelesaian, manusia yang dikorbankan demi kepentingan-kepentingan tidak wajar, zaman yang menunggu datangnya sang pahlawan, dan segala hal-ihwal yang lalu-lalang di muka bumi
Pembawa amanat adalah seorang yang mudah dipenggal, biasa disiksa, akrab dengan nestapa, dan tidak asing dengan kematian! Dia mati tidak seperti Al-Hallaj; mati sebagai orang suci, tetapi akibat perkara yang tak berarti. Kematiannya, seperti Imam Ali. Kematian yang penuh ridha Allah, karena bermanfaat bagi sekalian hamba-Nya!
Oleh sebab itu, Imam Husain, di senja hari yang berwarna merah oleh cucuran darah sahabat-sahabatnya, pergi untuk berhias dengan kesyahidan. Seraya terus mencium semerbak wangi bau darahnya, tiba-tiba saja perasaan girang dan rindunya untuk menjemput kematian bergetar dengan hebat. Para musuh yang buta pun kemudian bertanya dengan penuh keheranan, “Wahai putra Ali bin Abi Thalib, apakah engkau seorang mempelai pria yang akan melangsungkan pernikahanmu?” imam Husain dengan lantang dan penuh rasa menang menjawab, “ Ya!” mereka membantu Imam Husain dengan mempersiapkan mempelai wanita. Dan mendadak kedua mempelai pun berjumpa. Mempelai prianya bernama Husian bin Ali, dan mempelai wanitanya bernama kesyahidan. Maka, berlangsunglah pernikahan yang telah dinanti-nanti si mempelai pria dengan keriangan yang tak terlukiskan
Ali pun seperti itu. Secepat kilat beliau merasakan keringanan pundaknya yang telah lama ditunggangi beban amanat yang mampu mengguncangkan bumi, meruntuhkan langit, dan menerbangkan gunung-gunung, dengan tikaman pedang di bagian atas kepalanya. Di saat itu, Imam Ali seakan mendapat berita gembira yang sejak semula beliau tunggu dengan penuh rindu
“Fuztu wa Rabbil ka’bah” (“Demi Penjaga Ka’bah, aku telah menang”)
Tuhanku, ikhlaskan daku; dalam hidup, dalam bercinta dengan kesendirian, dan dalam kemanunggalan (tawahhud)!
Tuhanku, kau telah mengaruniai anak Adam dengan kemuliaan (karamah), kemudian kau berikan amanat kepada mereka. Kau utus para nabi untuk mengajarkan kitab-Mu kepada mereka, menegakkan keadilan di bumi, dan memperjuangkan ‘izzah (kejayaan) bagi-Mu dan para nabi-Mu serta bagi semua kaum Mukmin
Sesungguhnya, kami beriman kepada-Mu dan risalah para nabi-Mu. Kami tak lebih dari tebusan buat para tawanan, buat kebodohan, dan buat kehinaan
Wahai Tuhan para hamba tertindas! Engkau telah merestui kaum tertindas; para fakir miskin, para tawanan sejarah dan korban-korban kezaliman dan keganasan sang zaman yang hidup di neraka dunia, yakni masyarakat Dunia Ketiga, untuk mengendalikan tampuk kekuasaan dunia mereka sendiri. Kini, saat kemenangan mereka sudah harus datang. Kini, sudah saatnya Dikau memenuhi janji-Mu kepada mereka
Wahai Sang Simbol Kecemburuan! Di bumu-Mu ini, hanya merekalah yang kini benar-benar menyembah-Mu!
Tuhanku, bukankah Engkau yang menyuruh semua malaikat besujud kepada Adam. Tengoklah kini, anak-anak Adam, hendak bersembah sujud di hadapan super-powers dunia
Tuhanku, bebaskan mereka dari berhala-berhala zaman sekarang yang mereka sembah bersama, padahal kita sendirilah yang memahatnya. Berilah mereka kebebasan ibadah. Yakni ibadah kepada-Mu sendiri
Ya Rabb! Mereka yang kafir atas ayat-ayat-Mu, yang membunuhi para nabi-Mu dengan sewenang-wenang, dan yang menjegal para pejuang keadilan dan emansipasi, masih terus berkuasa di alam
Tuhanku, Engkau telah menjanjikan azab atas mereka, maka biarlah itu menjadi nasib mereka sekarang juga
Tuhanku, anugerahkan rasa tanggung jawab kepada alim ulama kami, pengetahuan kepada orang-orang awam kami, pengertian kepada para fanatik kami, dan fanatisme kepada para moderat kami
Berilah pada para gadis kami kesadaran dan pada para lelaki kami kehormatan
Cerahkan visi (bashirah) sesepuh kami dan tumbuhkan otentisitas para muda-mudi kami
Kukuhkan akidah para murid dan guru kami. Bangkitkan orang-orang lalai di antara kami dan bulatkan tekad orang-orang yang telah bangkit di antara kami
Munculkan hakikat kepada juru dakwah kami dan hadirkan “agama” kepada para agamawan kami
Utuhkan komitmen dan tujuan para penulis kami
Biaskan “kepedihan” kepada para seniman kami dan rasa kepada para penyair kami
Besarkan harapan mereka yang putus asa
Pulihkan kekuatan orang-orang papa kami
Berikan bantuan kepada para makzul kami dan ketegakan kepada para pejabat kami
Lajukan gerakan mereka yang berdiam dan hidupkan “mayat-mayat” kami
Melekkan mata orang-orang buta kami dan berikan kemampuan berteriak kepada mereka yang membisu di sekitar kami
Jelaskan Al-Qur’an kepada kaum Muslim dan datangkan Ali di hadapan orang-orang Syi’ah
Kembangkan semangat kesyi’ahan (tasyayyu’)(baca: kesendirian[tawahhud]) kepada kelompok-kelompok lain
Percepat kesembuhan para penghasut kami dan kejujuran para penipu kami
Ajarkan sopan santun kepada para pendosa kami, kesabaran kepada mujahid kami, dan ketajaman pandangan kepada umat kami
Tuhanku, berikan bangsa kami militansi dan kesiapan untuk sebuah “ serangan balik”, “kemenangan”, “kejayaan”!
Wahai Penjaga Ka’bah! Jangan jadijan mereka yang siang-malam menuju rumah-Mu, hidup dan matinya berkiblat ke arahnya, dan bertawaf mengelilingi rumah Ibrahim-Mu, sebagai pampasan kebodohan syirik dan korban jerat-jerat tali Namrud!
Dan, engkau wahai Muhammad! Wahai Nabi kebangkitan, kebebasan, dan kekuatan! Rumahmu dibakar dengan api dan bumimu diterjang air bah dari arah barat. Umatmu telah lama sekali terbaring di “ranjang hitam yang hina”
Katakan pada mereka: “Qum fa andzir!” (“Berdirilah dan berikan peringatan!”) dan bangkitkan mereka dari tidur nyenyak berkepanjangan ini!
Adapun engkau, wahai Ali, wahai Haidarah, wahai orang Tuhan dan masyarakat, dan “dewa” pedang dan cinta, kami
kehilangan kecerdasan untuk memahamimu ketika pemahaman tentangmu mereka cuci dari benak kami sekalian. Hanya saja, bagaimanapun juga, relung batin kami tetap penuh dengan cinta yang membara kepadamu. Betapa mungkin cinta kepadamu akan lenyap dalam keadaan melodramatis yang membungkus masakini. Bisa-bisanya orang Yahudi yang teraniaya pergi bersimpuh di hadapanmu di masa pemerintahanmu, namun sekarang kaum Muslim pergi meminta bantuan kepada bangsa Yahudi. Dapatkah keduanya ini diperbandingkan?!
Wahai si pemilik pukulan lengan bawah yang lebih berat dari timbangan ibadah manusia dan jin, lakukan pukulan sekali lagi saat ini!
Dan kalian berdua, wahai wahai kakak laki-laki dan perempuanku (Husain dan Zainab), wahai yang tekah mengajarkan manusia bagaimana menjadi “manusia” dan membuat kebebasan, (bagaimana menjadikan) iman dan harapan menjadi “iman” dan “harapan”, dan yang memberi “bangkai-bangkai hidup”(bangkai orang yang mati syahid) menjadi tambah “hidup”!
Ya, kalian berdua telah membuat air mata bangsa ini (Iran) mengering oleh tangisan akan tragedi yang merundung kalian hari itu (Asyura). Tragedi yang kenangannya mencabik-cabik khayalan dan kekalutannya membuat hati kami histeris. Berapa bangsa kami menangis sedih akan apa yang menimpa dan sebagai tanda cinta kepada kalian. Bukankah bahasa cinta itu air mata?
Umat yang selalu demikian kepada kalian berdua ini, sekarang tercambuk rotan, terbantai secara massal, dan tertimpa bencana tak henti-henti. Meskipun demikian, cinta mereka yang tertoreh di lidah bertambah dalam dan yang tertancap di kalbu bertambah kuat. Cinta mereka kepada kalian semakin membara. Semua cambukan para algojo yang mendarat di punggung tau iga-iga mereka hanya melukiskan cinta dan kasih sayang mereka kepada kalian
Wahai Zainab, wahai bahasa Ali, bertuturlah di hadapan umatmu! Wahai dewi yang berdarah-dagingkan keberanian. Sesungguhnya wanita-wanita bangsa kami yang mabuk kepayang, cinta kepadamu, sekarang sangat memerlukanmu lebih daripada waktu-waktu sebelumnya
Tolong lepaskan pasungan kebodohan dan kehinaannya dari mereka semua dan bebaskan mereka dari penjara Barat yang munafik
Wahai Zainab, hindarkan dan sabarkan mereka dari proses “pengeledaian” dahulu dan sekarang, dan dari peninggalan-peninggalan bodoh yang dicekokkan di pikiran mereka demi kepentingan sebagian orang. Itu semua agar mereka dapat bangkit memporak-porandakan sarang laba-laba yang telah lama mereka dekami, dengan jeritan-jeritan yang membahana di kota kezaliman dan kedurjanaan, dan yang kemudian menggonjang-ganjingkan istana-istana para tiran dan durjana. Ajarkan mereka “ketetapan” (Shamd) di badai yang tak menentu ini. Perintahkan mereka untuk, menghancurkan “teknologi pembuat mainan-mainan berbahaya” yang melibatkan mereka di pasaran “hari-hari kosong” yang disodorkan kapitalisme untuk melampiaskan syahwat-syahwat kaum borjuis yang kotor atau untuk menjalankan “salon-salon amburadul” atau untuk menghidupi kaum hedonis dengan kehidupan yang sia-sia, kering kerontang, dan panas membakar
Kami ingin mereka bangkit dengan kepemimpinanmu, untuk memudarkan “ikatan tali-tali lama” dan membubarkan “pasar-pasar baru” sekaligus
Wahai bahasa Ali, wahai misa Husian, wahai pendatang dari Karbala dengan membawa sepucuk surat para syahid kepada telinga sejarah di tengah kebisingan koar-koar para algojo dan penghasut
Wahai Zainab, tuturkanlah pada kami, jangan bercerita tentang apa yang terjadi pada kalian di sana; tentang sahara yang tenggelam dalam lautan darah; dan tentang batas-batas kekejian yang mereka lampaui; atau tentang “hadiah” Allah yang paling agung, paling mahal, dan paling berharga yang pernah tercipta, yang Dia laksanakan penyerahanya di tepi-tepi sungai Efrat untuk kami semua dan sebagai jawaban untuk para malaikat mengapa dahulu mereka disuruh bersujud kepada Adam
Duhai Zainab! Ketepikan dan jangan ceritakan suasana apa yang terjadi pada para musuh atau para sahabat pada saat itu. Ya, wahai utusan Revolusi Husain, kami tahu bagaimana saat itu
Kami bersumpah bahwa telah kau tuntaskan misi Karbala dan para syahid! Kami bersaksi sesungguhnya tetesan-tetesan darahmu berbicara seperti tetesan-tetesan darah Husain berbicara!
Tetapi tuturkan, wahai kakak perempuan, tuturkan apa yang harus kami perbuat. Pegang tangan-tangan kami dengan kelembutanmu dan tunjukkan sesaat saja apa yang akan kami hadapi dan dengarkan permohonan-permohonan kami nanti
Wahai kakak perempuan yang penuh kasih sayang!
Tangisi kami semua, wahai utusan Husain yang jujur! Wahai dewi pendatang dari karbala dengan memikul tugas melayangkan surat para syahid ke seluruh zaman. Wahai gadis manis yang menyebarkan aroma kebun kesyahidan yang menyengat!
Sedang engkau, wahai Husain, oh… kalimat-kalimat apa yang mesti kuujarkan?
Tolong terangkan separo malam, cegahlah gelombang ombak yang mencekam, dan hentikan putaran gasing kehidupan yang mengancam
Wahai pelita jalan!
Wahai bahtera keselamatan!
Wahai pancaran darah yang mengalir dari gundukan pasir gurun ke seluruh masa, ke pasir yang butuh penghijauannya, ke tempat bibit-bibit subur mulai bermekaran, dan ke tempat segala pohon yang hidup dan muda memerlukan siramannya
Amboi, biarkan seberkas dari “cahaya” itu menerangkan gelap gulita tengah malam kami. Biarkan tetesan dari darah itu, menciprati darah beku kami. Biarkan jilatan dari “api” yang menyembur-nyembur itu membakar suasana dingin dan beku kami
Wahai dikau yang telah memilih “kematian berwarna merah” untuk menyelamatkan para pencintamu dari “kenikmatan berwarna hitam legam” dan untuk memberi kehidupan bagi umat, mewarnai gerak pelana sejarah, dan menghadirkan suasana panas, hidup, cinta, dan harapan kepada tubuh mati yang terkulai dengan setiap tetes darahmu!
Keimanan, bangsa, masa depan, dan pola dasar zaman kami benar-benar membutuhkanmu dan darahmu!
Wahai putri Ali!
Wahai kakak perempuan!
Wahai pimpinan kafilah para sandera!
Sertakan kami bersama mereka!
(nuqila min kitabi “Ad - Du'a” lil Allamah Ad-Duktur Ali Syari'ati Quddisa Sirruhu ) 

Senin, 13 Februari 2012

SEHARIAN JASAD SI BUNGSU DIGENDONG KE MANA-MANA

Berita ini adalah kisah nyata yang terjadi sekitar tahun 2007 dibawah rezim SBY periode pertama dan sampai saat ini kasus kasus rakyat miskin seperti ini tidak pernah berhenti selalu ada dimana mana. Bagi yang tersiar oleh media mereka beruntung karena banyak orang yang akan peduli termasuk pemerintah yang seharausnya tahu lebih dahulu sebelum seluruh rakyat tahu, dan bagi yang tidak tersiar atau terpublis media mereka harus berjuan sendiri dan sekuat tenaga untuk menyelesaikannya sendiri.

Negara Auto pilot mungkin benar da layak diberikan untuk pemerintah indonesia dari dulu sampai dengan sekrang karena kenyataan nya memang sperti ini rakyat dipaksa untuk bertahan hidup ditengah keganasan kapital menghisap darap si miskin.

Lakon Duka Pemulung di Belantara Jakarta
SEHARIAN JASAD SI BUNGSU DIGENDONG KE MANA-MANA

Sungguh malang nasib tunawisma yang jadi pemulung ini. Ketika si bungsu yang berusia tiga tahun meninggal, bapak dua anak ini kebingungan menguburkan jasadnya. Ketiadaan biaya membuatnya harus menggendong mayat anaknya mencari tempat pemakaman.

Pekan silam menjadi hari yang paling buruk dalam perjalanan hidup Supriono (42), pemulung asal Solok, Sumatera Barat yang hidup menggelandang di Jakarta sejak 1999. Si bungsu dari dua bersaudara, Khairunisa (3) mendadak jatuh sakit. "Ia selalu memuntahkan makanannya dan mengeluh pusing," kata Supriono.

Supriono sempat membawa Khairunisa, sapaan anaknya, berobat ke Puskesmas Setia Budi, Jakarta Selatan. "Dokter mengatakan Khairunisa mengalami muntaber dan diberi obat berupa sirup dan tablet. Saya bayar Rp 4.000."

Usai ke Puskesmas, Supriono "pulang" ke tempat ia biasa istirahat di bawah jembatan rel kereta api, kawasan Cikini. Untuk menahan dingin malam, Supriono membaringkan si kecil Khairunisa di gerobak, tempat ia biasa menaruh hasil memulung. Di sanalah Supriono mencoba merawat anaknya.

"Obat dokter sudah saya kasihkan. Namun, sampai obatnya habis, sakitnya tidak sembuh juga. Saya kasih makan nasi dimuntahkan. Lalu, saya kasih bubur ayam juga dimuntahkan," kata Supriyono dengan mata menerawang.

Tidak mau perut anaknya kosong, Supriono menggantinya dengan biskuit yang dicelupkan air. Maksudnya agar lebih lunak dan mudah dicerna. "Namun, belum habis dua potong, Khairunisa kembali muntah. Hingga Minggu malam, kondisi Khairunisa semakin lemah, namun dia bisa tidur."

Saat azan Subuh, Senin (6/6) lanjut Supriono, anaknya bangun dan minta minum. "Saya perhatikan fisiknya semakin lemah saja, sehingga saya memilih tidak memulung hari itu. Saya putuskan untuk menjaga dia. Sekitar jam 07.00, saya perhatikan sorot matanya semakin suram dan mukanya semakin pucat."

Supriono semakin panik dan mencoba membangunkan buah hatinya itu. Namun, Khairunisa terbaring tenang, tak ada reaksi apa-apa. Supriono pun paham, anaknya sudah menghadap Yang Kuasa. Ia hanya bisa menangis menatap jasad anaknya di gerobak itu. Di tengah duka yang merajam, ia tidak tahu di mana jasad anaknya dimakamkan. Ia sama sekali tidak punya sanak saudara di Jakarta.

"Saat itu situasi di Cikini sudah mulai ramai, tetapi tidak seorang pun saya kenal untuk dimintai tolong. Lalu, saya teringat teman saya Dasmin yang tinggal di Kampung Kramat, Bogor, Jawa Barat. Saya berniat minta tolong agar jenazah Khairunisa dimakamkan di sana. Saya yakin dia mau menolong."

TERTAHAN DI KANTOR POLISI
Sungguh tragis, Supriono membawa jasad anaknya di gerobak itu menuju Stasiun Tebet. Kakak Khairunisa, Muriski Saleh (7) dengan langkah kecil mengikuti dari belakang. Sambil menunggu kereta datang, Supriono menutupi wajah Khairunisa dengan kaus, sedangkan kaki yang sudah mulai kaku itu dibiarkan saja terbuka.

Begitu kereta datang, Supriono menggendong jenazah Khairunisa dan bermaksud naik ke dalam gerbong. Tiba-tiba seorang pedagang teh botol mencegat Supriono. "Pak, anaknya sudah meninggal, ya," ujar Supriono menirukan pedagang teh botol. "Saya membenarkan dan mau saya bawa ke Bogor. Di antara orang yang mengerumuni saya, ada yang minta agar saya ke kantor polisi. Saya setuju saja. Kebetulan letak kantor polisi tidak jauh dari Stasiun Tebet."

Sementara Supriono menunggu pemeriksaan di Mapolsek Tebet, jenazah Khairunisa dititipkan di Puskesmas Tebet yang bangunannya bersebelahan dengan Polsek Tebet. "Saya tertahan di sana selama 6 jam hanya untuk menunggu datangnya petugas reserse yang melakukan pemeriksaan. Saya jengkel karena harus buru-buru menguburkan je nazah Khairunisa."

Supriono semakin tidak sabar karena petugas mengatakan, jenazah Khairunisa harus dibawa ke RSCM . Polisi juga sudah memesan mobil jenazah yang akan membawa jasad Khairunisa menuju RSCM. "Sore hari datang mobil ambulans. Sampai di RSCM, saya masih harus menunggu. Lalu, petugas minta agar jenazah Khairunisa diotopsi. Saya keberatan karena kematian anak saya sudah jelas karena sakit muntaber," papar Supriono.

Oleh petugas, Supriono diminta menandatangani surat penolakan otopsi. "Surat itu langsung saya tandatangani. Petugas kamar jenazah menanyakan, apakah saya membawa pulang Khairunisa dengan mobil ambulans atau membawa sendiri. Saya mengatakan enggak punya uang, makanya akan saya bawa sendiri."

Keluar dari RSCM, matahari sudah hampir tenggelam. Kembali dengan mata basah Supriono kebingungan mau dibawa ke mana anak bungsunya. "Saya pikir kalau ke Bogor sudah terlalu sore. Lalu, saya ingat Ibu Sri, pemilik kos di Jl. Manggarai Utara VI. Dulu tahun 2003, saya pernah tinggal di sana."

 
DUA MALAM DI TERMINAL
Di saku kumal Supriono tersisa uang hanya Rp 6 ribu. Ia pun menumpang bajaj dengan ongkos
Rp 5 ribu. "Beruntung Bu Sri ada di rumah. Seandainya beliau tidak ada, saya tidak tahu harus ke mana lagi. Saya cerita pada Bu Sri, Khairunisa yang saya gendong sebenarnya sudah meninggal. Saya minta tolong untuk dikuburkan," cerita Supriono.

Sri memanggil tetangga. Solidaritas warga membuat Supriono terharu. Mereka gotong royong untuk memandikan, memberi kain kafan, lalu menguburkan jenazah keesokan harinya di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan. Biaya pemakaman sebesar Rp 600 ribu ditanggung warga. "Saya hanya bisa berterima kasih kepada warga," katanya yang sementara waktu istirahat di rumah Sri.

Kisah miris Supriono ini kebetulan ditulis oleh wartawan. Tulisan itu langsung mendapat tanggapan dari warga. Supriono menerima banyak simpati dari warga masyarakat. Tidak sedikit pula yang mengirimkan uang dan menawarkan pekerjaan kepadanya. "Sungguh saya berterima kasih. Rencananya, uang dari para penolong akan saya pakai buat modal jualan mi ayam seperti yang saya lakukan di Solok."

Supriono mengisahkan, meski lahir di Solok, ia sebenarnya berdarah Jawa. Kakeknya yang berasal dari Muntilan, Jawa Tengah, transmigrasi ke Sumatera Barat, tepatnya di Desa Bunung Talang, Solok. Ia menikah dengan Suriem tahun 1996. "Di kampung saya jualan mi ayam, tapi hasilnya pas-pasan. Makanya saya ingin memperbaiki nasib dengan merantau ke Jakarta."

Tahun 1999, Supriono memboyong istri dan Muriski yang masih bayi, untuk mengadu nasib di Ibu Kota. "Saya ingin bekerja apa saja, pokoknya halal. Berbekal uang Rp 100 ribu kami berangkat. Untuk naik bus butuh biaya Rp 80 ribu. Jadi, pertama kali datang ke Jakarta, saya hanya pegang uang Rp 20 ribu," tambahnya.

Sebenarnya, Supriono tidak punya tujuan yang jelas karena tidak punya famili atau kerabat di Jakarta. Mereka pun sempat bertahan selama dua malam di terminal bus Rawamangun. Tak menemukan jalan untuk bekerja yang lebih baik, akhirnya ia bergabung dengan para gelandangan. "Saat itu biasanya kami tidur di Jalan Balap Sepeda, Rawamangun."

BELI GEROBAK BEKAS
Mulailah Supriono dan istrinya menjadi pemulung. Berbekal karung di tangan, ia menyusuri jalan di kawasan Pulogadung, Pulomas, hingga Jatinegara. "Persaingan di antara pemulung cukup ketat. Makanya saya dan istri harus bangun pagi agar memperoleh hasil memulung yang lebih banyak. Kalau tidak begitu, sudah keduluan orang dan saya tidak dapat bagian," ujarnya.

Hampir setahun bekerja, Supriono mampu membeli sebuah gerobak bekas seharga Rp 60.000, untuk menunjang pekerjaannya. Dengan gerobak, Supriono mulai merambah wilayah Salemba, Menteng, Tebet, Pramuka, hingga Senen. Ia menjual hasil memulung di kawasan Rawamangun. Namun, sejak tahun 2002, ia menemukan lapak pembeli hasil memulung dengan harga lebih tinggi di Manggarai.

"Harga jual kardus di Manggarai Rp 600 per kilo, sedangkan di tempat lain Rp 400 ­ Rp 500. Plastik bisa dihargai Rp 4.000 per kilo, padahal di tempat lain antara Rp1.200 ­ 1.500. Saya juga pindah tempat dan tinggal di perkampungan kaum pemulung di kawasan Reang di Manggarai. Di sana kami mengontrak rumah kardus. Harga sewa Rp 50 ribu per bulan,"
jelas Supriono.

Di tempat ini pula Supriono mendapat momongan baru yang diberi nama Khairunisa. Setelah anak kedua lahir, Supriono merasakan beban hidupnya semakin berat. Ia memutuskan keluar dari kawasan Reang dan kembali menggelandang dengan pangkalan tetap di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

"Hidup seperti ini tidak pernah tenang karena sewaktu-waktu bisa digaruk petugas 
trantib. Makanya saya selalu mencari tempat yang aman untuk tidur di malam hari. Biasanya di samping rumah orang," tambahnya.

Tahun 2004, Supriono tinggal di rumah Sri dengan sewa kamar Rp 100 ribu per bulan. "Sebulan di sana rumah tangga kami berantakan. Istri saya memilih pulang ke Sumatera. Sampai sekarang, kami belum resmi cerai," papar Supriono yang merawat dua anaknya.
Sejak itu, tidak ada lagi yang menjaga kedua anaknya, sehingga Supriono selalu membawa kedua buah hatinya bekerja. Demi menghemat uang, ia juga tidak lagi tinggal di rumah Sri. Ia memilih pangkalan tetap di kawasan Cikini, hingga muntaber merenggut nyawa anaknya.

Supriono mengaku hasil memulung sebesar Rp 20.000­ Rp 25.000 per hari, hanya cukup untuk makan sehari-hari. "Meskipun penghasilan saya tidak menentu, kedua anak saya selalu makan teratur, tiga kali sehari. Hanya saja tidurnya memang tidak senyaman kalau di rumah."

Lantas apa harapan Supriono sekarang? "Sambil usaha, saya mau menyekolahkan Muriski. Saya, sih, ingin jual mi ayam seperti dulu. Satu lagi keinginan saya, pemerintah memberikan tempat khusus untuk menampung para tunawisma. Masih banyak warga yang belum punya ru-mah. Mau berobat pun enggak punya uang. Kondisi ini bukan maunya kita, kan," tambahnya.

DITOLONG WARGA
Sama sekali Sri Suwarni (40) tidak pernah menduga, Supriono datang ke rumahnya sambil menggendong anaknya. "Ketika dia datang mau minta tolong, saya siap-siap mau belanja ke pasar. Semula saya pikir, Supriono mau pinjam uang untuk ongkos ke Bogor. Saya serahkan Rp 50 ribu, tapi ditolak."

Namun, Supriono tetap minta tolong. "Dia cerita, anaknya sudah meninggal. Saya langsung lemas. Saya merasa terenyuh melihat nasibnya. Saya harus menolongnya. Jenazah dibaringkan di rumah, kemudian saya menemui Pak Kirman, Ketua RT 08 RW01. Malam itu juga, warga bergotong royong mengurus jenazah. Biayanya kami peroleh dari hasil urunan warga," ujar pedagang bakso keliling ini.

Sri berinisiatif mengadakan acara tahlilan sampai ketujuh harinya yang dihadiri oleh warga Manggarai Utara. Solidaritas warga, terbukti masih ada di Jakarta.


Rabu, 26 Oktober 2011

16 Hari Menjelang SEA Games, Kami (Tidak) Bangga

16 Hari menjelang event olahraga terbesar ASEAN dibuka, apa yang terjadi di kota ini, Kota dengan penduduk yang mencapai 1,6 juta jiwa yang di belah oleh sebuah sungai terpanjang di Pulau Sumatera yaitu Sungai Musi.
1319605064983628421 Pagi ini seperti biasa tepat pukul 8.30 pagi, ku tinggalkan rumah untuk berangkat menuju tempat aku biasa beraktifitas sehari hari yaitu sebuah lembaga non profit yang pada 15 oktober lalu tepat berusia 31 Tahun. Jarak rumahku dengan tempat ku bekerja sebenarnya tidak terlalu jauh Kurang lebih 5 Km. Tapi sejak hampir 2 tahun terakhir ini, tepatnya menjelang kota ini menjadi tuan Rumah SEA GAMES jarak yang dekat itu pun terasa jauh, dijauhkan oleh kemacetan yang selalu muncul menghiasi jalan jalan protokol yang ada di dalam kota ini.
Mungkin bagi orang yang biasa tinggal di pulau jawa khususnya Jakarta, hal hal seperti kemacetan ini sudah biasa mereka hadapi, dan bisa jadi mereka enjoy aja sambil berkata ”so what gitu loh”. Tapi bagi kami ini hal yang sangat membosankan. Dan bisa jadi jika ini terus terjadi maka banyak ”wong kito” yang menghabiskan masa tuanya di jalanan.. Oh tidak, Oh yes , Oh No .. teriak ku dalam hati ketika membayangkan masa tua ku nanti.
Lamunan jalanan ku yang amburadul itupun terhenti, ketika kulihat alat pengukur bahan bakar yang ada di Sepeda Motor ku, jarak antara jarum penunjuk dan garis merah hanya setebal lidi korek api. Tanpa pikir panjang, aku langsung menarik tali gas motorku sekencang mungkin… Brum .. brum tos… crot… sepeda motorku pun berlalu dari lorong yang satu ke lorong yang lainnya . Tapi apa daya sekencang apa pun kutarik tali gas motorku, kecepatannya masih tidak dapat melebihi kecepatan motornya simoncelli dan sudah pasti juga aku tidak akan senasib dengan simoncelli (aku turut berduka atas kematiannya), yaitu tidak bisa lebih dari 60 Km/jam.
Sebentar lagi aku akan sampai di salah satu SPBU yang berada di persimpangan lampu merah yang di atasnya ada Fly Over satu satunya di Kota palembang. Dimana pemiliknya adalah orang nomor dua yang ada di Kota empek empek. Akan tetapi betapa terkejutnya aku, ternyata didepan ku berada saat ini, terdapat barisan panjang kendaraan bermotor baik roda 8,4,3 dan 2, mirip dengan gerbong kereta api milik PTBA yang setiap harinya hilir mudik menarik 40 gerbong batubara yang panjangnya lebih dari 1 Km, dari Kabupaten Muara Enim menuju Kota Palembang. Sedang antri untuk mendapatkan bahan bakar baik bensin maupun solar.
Oh Tidak… Teriak ku histeris (sambil tangan, kuletakan di Kepala) tapi hanya berani dalam hati, karena aku sadar jika jeritan ini kulakukan beneran, pasti seantaro palembang ini akan mendengarnya bagai harimau yang sedang mengaum menunjukan daerah kekuasaannya Aummmm…. Aummm… Guk guk.., heheh.
Nyanyian Ayu ting ting yg berjudul Alamat palsu pun segera ku dendangkan ”..kemana.. Kemana.. Kemana..” ya kemana lagi aku harus mencari bahan bakar Bensin untuk memberikan nafas kehidupan kepada satu satunya motor milik ku. karena aku yakin, jikapun aku harus pindah mencari SPBU lain, aku pasti akan menemui hal yang sama dengan SPBU ini atau bisa jadi POM bensinya tutup karena stock BBM mereka habis. Pikiran ku mulai menerawang membayangkan beberapa kejadian 2 hari lalu, seandainya kemarin aku jadi membeli sepeda pasti gak akan seperti ini, tapi apa mau dikata uang ku gak cukup untuk membeli sepeda yang harga termurahnya saja harus dibayar dengan ” Satu batang” uang ratusan ribu rupiah.. Oh nasib… susahnya hidup dan mencari uang di negeri yang setengah gagal dan dipimpin para Koruptor.
Mau tidak mau.. aku harus rela membuang waktu ku untuk masuk dalam barisan para pencari BBM ini. Singkat waktu 30 menit telah berlalu, akhirnya aku berada di posisi terdepan dalam barisan ini.. kutarik nafas panjang panjang sambil berkata ”Alhamdulillah yah..” akhirnya Tangki Motorku penuh. seperti biasa dengan kondisi tangki seperti ini 4 atau 5 hari kedepan baru aku mengulang mendatangi SPBU ini. Eitt … STOP !! aku tahu apa yang ada di benak kalian (pembaca), kalian pasti mau memuji betapa hematnya motorku. iYa kan ?. tapi aku mohon (sambil mendekapkan kedua tangan di depan dada dan diikuti dengan mimik wajah yang memelas) jangan membuat aku melayang tinggi dengan pujian kalian. Aku belum pantas untuk mendapat pujian dan sanjungan ini. Karena sebenarnya bukan mesin kendaraanku yang hemat tapi karena motor ini aku gunakan hanya untuk pergi dan pulang dari tempatku beraktifitas sehari hari.. selebihnya jika aku pergi ketempat lain aku selalu menumpang kendaraan umum atau meminjam kendaraan temanku yang lain dan tak lupa juga untuk mengajak si empunya kendaraan untuk pergi menemaniku. (mengoptimalkan dan mengefektifkan fungsi kendaraan yang bisa dinaiki oleh 2 orang adalah program Hemat energi paling Efektif).
————————————————————–
Sampai lah aku di tempatku kerja… diatas meja sudah terdapat 3 tumpuk surat kabar lokal maupun Nasional, dan mataku pun tertuju untuk membaca Headlines salah satu surat kabar Lokal yang merupakan member dari gramedia. Tertulis besar judul berita ” Pengusaha SPBU Ancam Tutup” rasa penasaran ku pun makin menjadi dan aku pun tak akan lama menahan rasa penasaran untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
TERNYATA, apa yang terjadi saudara saudara.. .?? terjadi kelangkaan BBM di Sumatera Selatan khususnya Kota palembang.
1319605343532277003 Wadaw .. ternyata inilah yang menyebabkan peristiwa yang aku alami tadi dan memaksa aku untuk mengaum di pagi hari bolong. ”Ternyata Antrian panjang kendaraan di SPBU dan menyebabkan kemacetan panjang di jalan sekitar SPBU tersebut akibat dari ini toh”.. kataku dalam hati.
Ku teruskan membaca berita koran ini dan inti berita yang aku dapat adalah BBM langka karena pasokan yang dikirim oleh Pertamina tidak dapat mencukupi kebutuhan BBM kendaraan milik masyarakat Sumatera selatan dan sekitarnya terkhusus BBM jenis Solar. Dan hal ini menurut pihak pertamina karena tidak ada koordinasi yang di lakukan oleh Gubernur Sumatera selatan kepada Pertamina untuk meminta penambahan kuota pasokan BBM di Sumsel menjelang SEA GAMES ini, selain itu juga menurut Pertamina jatah atau kuota BBM yang ditetapkan oleh pemerintah untuk Sumatera selatan sudah mulai menipis. (Dalam tulisan lain nantinya, aku akan tuliskan beberapa fakta penyebab Kelangkaan dan quota BBM ini cepat menipis padahal Sumsel negeri kaya Energi)
SEA GAMES lagi SEA GAMES lagi ah.. betapa banyak kerugian yang kami masyarakat Sumatera selatan alami baik social, ekonomi dan Budaya karena kegiatan yang hanya berlangsung sekitar 10 hari ini 11-21 nopember 2011. Omong Kosong apa yang dikatakan pemerintah Pusat maupun daerah Sumatera selatan atau kota Palembang jika SEA GAMES dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan Rakyat di Sumatera Selatan. Ini Buktinya ¿?
Hei tapi tunggu dulu, sebelum aku menuliskan beberapa Bukti tentang Kerugian dan tragedi tragedi yang kami, masyarakat Sumsel alami menjelang SEA GAMES ini mohon kiranya saat membaca nya nanti kalian dapat mengunakan seluruh kemampuan otak kanan, kiri, depan belakang kalian ya…ya ya..biar masuk akal bukan penjara, berikut beberapa catatan ku :
  1. Hilangnya Ruang Terbuka Hijau publik dan Lahan rawa yang mencapai ratusan Hektar karena dibangun dan dialih fungsi menjadi kawasan Private seperti Hotel, cafe, mall dan venues. Masalah ini sudah aku tuliskan disini 1319605539832215350

  2. Kelangkaan Air bersih yang dialami 17.000 KK lebih di Palembang karena air nya dialihkan untuk memenuhi kebutuhan venues SEA GAMES seperti Kolam renang, danau, dan wisma atlet dll,

  3. Byar Pet listrik yang satu harinya bisa mencapai 10 Kali, karena banyaknya daya yang digunakan untuk memasang serta menerangi Venues Venues SEA GAMES yang baru di buat maupun telah jadi. Hal ini merugikan industri rumah tangga dan masyarakat sumsel secara keseluruhan ditambah dengan tidak adanya Kompensasi yang diberikan oleh PLN atas pemadaman tersebut dan malah naasnya menurut keterangan masayarakat mereka harus membayar rekening lebih mahal dari biasanya karena kejutan kejutan yang dibuat oleh Byar pet tersebut membuat meteran pengukuran daya berjalan dengan Sangat cepatnya.

  4. Puluhan Kilometer Trotoar yang merupakan Hak hak Masyarakat Palembang khususnya Pejalan kaki dirampas. Di jadikan jalan milik kendaraan Bermotor karena pelebaran jalan yang dilakukan Pemerintah kota katanya untuk mengurangi kemacetan. Tapi kenyataannya kemacetan jalan semakin menjadi jadi karena memang menurut para ahli Transportasi dari negeri manapun diatas BUMI ini, serta yang sering di kemukakan oleh WALHI Sumsel bahwa Solusi untuk mengurangi kemacetan jalan bukanlah dengan melebarkan jalan tetapi membatasi kepemilikan kendaraan bermotor dan hal ini bermanfaat juga untuk menciptakan udara bersih di Kota Palembang. Dan pastinya menjaga masyarakat dari serangan penyakit yang diakibatkan oleh buruknya koalitas udara kota Palembang seperti yang terjadi dibulan lalu ada sekitar 7.000 jiwa penduduk Palembang terserang penyakit ISPA.

  5. Penggusuran rumah dan tempat pekerja non formal semakin sering terjadi terkhsus peristiwa yang terjadi kemarin, Puluhan rumah dan Lapak PKL yang berada di 8 Ulu dan di sepanjang jalan A Bastari Jakabaring di Gusur karena SEA GAMES. Kota ini tidak boleh tanpa kumuh dan kotor.

  6. Rencana Pembantaian terhadap ribuan anjing liar yang akan dilakukan pada hari Sabtu (29/10) besok, yang akan dilakukan oleh Pemerintah Sumsel melalui Dinas Peternakan, dengan alasan untuk mengamankan SEA GAMES agar para tamu yang (katanya) akan datang tidak ada yang di gigit anjing.  . Rencana ini mendapat tentangan keras dari banyak Pihak baik nasional maupun tingkat local salah satunya Walhi Sumsel yang menyatakan bahwa rencana pembantaian itu hanya akan menimbulkan masalah baru dan akan semakin meningkatkan populasi anjing anjing tersebut di kemudian hari. Dan seharusnya yang dilakukan pemerintah ádalah dengan melakukan penegakan aturan Undang-Undang No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan kesehatan hewan. Bukan melakukan Tindakan Praktis dengan cara membantai karena kalo membantai kami masyarakatpun bisa. Dan kalopun mau bantai membantai saran aku “bantai” aja tuh mafia mirip anjing bukan anjing asli hehe

  7. Rencana Pembagian Kondom sebanyak 57.600 kondom secara gratis melalui 200 outlet selama berlangsungnya SEA Games XXVI. kepada Masyarakat atau Para Tamu Sea Games. Katanya agar dapat mencegah menyebarnya penyakit kelamin.hahaha …. Keliatan kali otak dan pikiran Pemerintah baik Pusat Propinsi dan Kota ini mesum dan kotor, dan malah aku berpikir bisa jadi ini berangkat dari pengalaman mereka (pejabat ) selama ini ketika berkunjung atau menjadi tamu di negara luar.
7 Hal (Kerugian dan Tragedi) diatas inilah yang sempat aku catat dalam beberapa waktu menjelang SEA GAMES ini, dan aku yakin bahwa masih banyak lagi yang lainnya yang tidak bisa aku temui atau terlupa aku rekam.. dan untuk itu Ana mohon maaf pada ente sekalian…hehe
Tet tet tet tot tot … suara yang keluar dari HP ku menyadarkan aku untuk berhenti berpikir, menulis cerita hari ini. Ini juga membuat aku mulai merasakan bahwa cacing dalam perutku berdendang, wajar saja karena ketika aku lihat jam di dinding ruang tamu jarumnya sudah menunjukan ke angka 5 Sore. dan sejak pagi sampai sore ini tidak ada segumpal makanan pun masuk kedalam perut.. untuk memberikan hak kepada perutku maka cerita ini aku cukupkan sampai disini saja. (titik) 

Tulisan ini aku Posting juga di kompasiana

Jumat, 23 September 2011

Media Massa Tak Memihak Massa

Sebuah Kasus Televisi Swasta di Venezuela


Tapi yang terpenting jangan diracuni.
Jangan mau diracuni oleh kebohongan mereka.
(Hugo Chavez)

The Revolution Will Not Be Televised (selanjutnya disingkat The Revolution) adalah sebuah saksi nyata bahwa stasiun televisi selalu terlibat dalam kepentingan-kepentingan tertentu. Televisi–sebagai media massa yang digambarkan dalam film ini–menggelitik kita untuk mempertanyakan kembali sejauh mana kata “massa” diwakilkan oleh media massa.

Berawal dari keinginan untuk mendokumentasikan kehidupan pribadi Hugo Chavez, proses produksi The Revolution bisa dibilang kebetulan. Ketika pembuat film ini berada di Karakas (ibu kota Venezuela) untuk mendokumentasikan Chavez, yang  disuguhkan malah peristiwa kudeta 11 April 2002. Peristiwa inilah yang akhirnya didokumentasikan. Realitas di lapangan dan pemberitaan televisi-televisi swasta Venezuela yang menyimpang dari realitaslah yang disuguhkan dalam film dokumenter ini.

Film dibuka dengan gambaran rakyat Venezuela yang begitu mendukung Hugo Chavez, dipadukan dengan beberapa cuplikan siaran televisi swasta Venezuela dan mancanegara, yang mengabarkan kegagalan Chavez dan betapa menderitanya rakyat Venezuela di bawah pemerintahannya. Sejak awal, The Revolution sudah menggambarkan sesuatu yang paradoks dan bertolak belakang.

Chavez adalah pemimpin Venezuela yang dipandang kontroversial. Ia menang pada pemilu demokratis pada 1998 (didukung oleh 50% lebih suara). Mayoritas pendukungnya adalah rakyat miskin yang juga merupakan mayoritas penduduk Venezuela. Setelah menang, ia mengubah banyak kebijakan di negeri itu. Salah satunya adalah pendistribusian secara merata hasil minyak negara untuk seluruh lapisan masyarakat. Hal ini berbeda dengan sebelumnya,  yang mana hasil minyak hanya dikuasai dan dinikmati oleh segelintir orang saja.

The Revolution dengan detil merekam keseharian masyarakat kecil Venezuela: rumah-rumah mereka, kegiatan, juga kesaksian mereka tentang pemerintahan Chavez. Tapi, bukan ini cerita utama yang hendak disampaikan The Revolution. Pun sebagaimana perlakuan Chavez terhadap rakyat miskin Venezuela yang disandingkan dengan kebencian kelas menengah-atas Venezuela terhadap kebijakan Chavez juga hanya sekadar latar belakang. Namun pertentangan ini semakin nyata terasa oleh pertarungan di televisi.

Saat itu ada lima stasiun televisi swasta yang dikuasai oleh beberapa kubu ekonomi terkuat di Venezuela. Sedangkan televisi publik hanya satu. Dan melalui satu-satunya stasiun televisi inilah, Chavez mengadakan perang media dengan televisi-televisi swasta. Alih-alih mengabarkan kunjungan-kunjungan Chavez dan betapa gegap gempitanya sambutan rakyat atasnya—sebagaimana yang mengisi narasi awal The Revolution—televisi-televisi swasta justru mengangkat isu penyimpangan seksual Chavez, kedekatannya dengan Kuba, dan juga dukungannya atas terorisme. Sebaliknya, pada televisi publik, Channel 8, sikap Chavez adalah menentang terorisme, tetapi tidak merestui tindakan pembasmian terorisme yang sampai memakan korban anak-anak dan masyarakat sipil yang tak bersalah di Afghanistan.

Pemerintahan Chavez mengerti betul fungsi televisi sebagai sarana masyarakat mengakses informasi tentang negara. Setiap minggu, ada acara televisi bertajuk Aló Presidente. Tujuannya agar masyarakat bisa langsung berbicara dengan Chavez melalui telepon yang disiarkan secara langsung. Dalam salah satu episode yang direkam The Revolution, misalnya, Chavez berbicara dan mencatat secara langsung keluhan Lucretia, salah seorang penelepon,  tentang permasalahan tanahnya. Selain itu, Chavez pun menekankan pada bawahannya untuk selalu menyiarkan pekerjaan-pekerjaan pemerintah melalui radio maupun televisi-televisi lokal, untuk melawan pemberitaan televisi swasta yang selalu menyudutkan pemerintah.

Perang di media semakin menguat di awal 2002. Pihak oposisi yang didukung oleh kekuatan-kekuatan ekonomi semakin sengit melancarkan serangan terhadap Chavez melalui siaran televisi-televisi swasta. Pada 10 April, mereka menyiarkan peringatan dari salah satu jenderal oposisi Chavez atas kemungkinan adanya kudeta. Mereka menyerukan demonstrasi besar-besaran untuk menentang Chavez. Para pemirsa televisi swasta yang kebanyakan dari pihak kelas menengah dan atas kota (kebanyakan dari mereka, berdasarkan keterangan The Revolution, adalah pihak yang mendapatkan keuntungan dari hasil minyak negara pada pemerintahan sebelumnya) yang mendukung oposisi pun menyambut baik. Pada 11 April, demonstrasi itu terjadi.

Di istana, ribuan pendukung Chavez berkumpul untuk menyatakan solidaritasnya pada pemerintah. Demonstran oposisi dibelokkan rute demonstrasinya dari yang semula ke perusahaan minyak negara menuju istana presiden. Bentrokan antara pendukung pemerintah dan oposisi hampir terjadi. Salah seorang pendukung Chavez menyatakan bahwa media berada di balik perang kotor ini.

Pukul dua siang kedua kelompok sudah berhadap-hadapan tapi masih bisa dihalangi tentara. The Revolution mengisahkan, ketika mereka kembali ke kerumunan pendukung Chavez, dimulailah tembakan dari sniper terhadap para pendukung Chavez. Pada titik ini, The Revolution mulai masuk pada sebuah fakta yang sungguh mengenaskan.

Sebanyak 25% masyarakat di Venezuela memiliki pistol. Para pendukung Chavez mulai balas menembak ke arah datangnya tembakan. Kesaksian dan analisis Andres Izarra, kepala pemberitaan sebuah televisi swasta Venezuela, patut disimak baik-baik. Menurutnya, sebuah stasiun televisi swasta menempatkan kameranya di belakang istana dan mengambil gambar orang-orang yang menembak dari atas jembatan. Pemberitaan itu lantas menuduh pendukung Chavez yang dengan brutal menembaki para oposisi yang berdemonstrasi dengan damai. Padahal, menurut Izarra, sudah sangat jelas bahwa kelompok pendukung Chavez tengah tiarap, namun situasi tersebut tak pernah ditayangkan oleh televisi swasta. Gambar itu dimanipulasi sedemikian rupa sehingga terlihat seakan Chavez dan pendukungnyalah yang bertanggungjawab atas penembakan-penembakan yang terjadi. Kenyataannya, mereka ditembaki terlebih dahulu dan membalas dalam rangka perlindungan diri. Kesalahan rekayasa ini sedemikian fatal, karena, jalan di bawah jembatan yang dimaksud, pada hari itu, tak pernah dilewati oleh demonstran oposisi.

Dalam keadaan rusuh, televisi swasta terus menayangkan pemberitaan-pemberitaannya dan seruan agar Chavez mundur. Informasi makin kacau balau ketika saluran Channel 8 dikuasai kaum oposisi. Pada pukul 21.20, para menteri mencoba bersiaran langsung dari istana melalui televisi publik tersebut. Pukul 21.30 gelombangnya diputus. Penasehat politik dalam pemerintahan Chavez menyatakan bahwa kaum oposisi terlalu kuat dan pemerintahan Chavez tak punya kesempatan untuk melawan media. Chavez lantas menyerahkan diri pada dini hari (12 April) agar istana tak dibom.

Pagi harinya, Venezuela sudah punya presiden baru dan sejak itu sensor diterapkan. Tak boleh ada pemberitaan tentang para pendukung Chavez. Itulah yang menyebabkan Andres Izarra mengundurkan diri dari posisinya di salah satu televisi swasta karena tak sesuai dengan prinsip jurnalistik yang dipegangnya.

Memang pada akirnya kaum oposisi tidak mampu mempertahankan kudeta mereka dalam waktu yang lama. Chavez kembali ke istana pada 14 April dini hari. Rakyat pendukung Chavez beserta jajaran militer yang memihak rakyat berhasil mengembalikan keadaan. Itu juga berkat bantuan dari jaringan televisi internasional yang bersiaran melalui saluran televisi kabel di Venezuela. Chavez sendiri tidak lantas membredel televisi-televisi swasta. Hanya satu televisi swasta, RCTV, yang dicabut izin siarnya karena terbukti terlibat dalam kudeta (Ariane dalam Bonnie Triyana dan Max Lane [eds], 2008).

Namun demikian, pelajaran dari peristiwa di Kuba yang direkam dalam The Revolution setidaknya membuka mata kita dan mengingatkan kembali bahwa media massa, dalam kasus ini televisi, sungguh adalah senjata yang ampuh untuk mempengaruhi politik atau pun dimensi-dimensi penting lainnya dalam kehidupan. Ketika media massa memihak pada sebuah kepentingan saja, maka sangat mungkin kepentingan masyarakat banyak dikesampingkan oleh kepentingan yang bermain di baliknya. Dalam kasus Venezuela, di tengah kekuatan yang tak seberapa hebat dalam melawan televisi swasta, ucapan Chavez setelah ia kembali ke istana pada dini hari 14 April 2002, yang dikutip di awal tulisan ini, merupakan cara yang efektif untuk melawan media massa yang tak memihak pada massa: “Jangan mau diracuni oleh kebohongan mereka.”

Ditulis oleh ;
Berto Tukan– September 19, 2011
 
Sumber Tulisan :http://remotivi.or.id


Jumat, 22 Juli 2011

UDIN yang kabur lebih Seksi,dari udin sumsel dan naiknya hargo sembako

Udah lama gak corat coret malam ini entah apa yang memacu otak dan mood ku akhirnya aku mencoret lagi. Kali ini aku mebuat reportase dari kegiatan yang aku ikutin beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 19 juli 2011, di FH Unsri palembang. Acara itu berjudul Diskusi Publik tentang “ RUU Penggadaan Tanah Untuk Pembangunan : Jalan Legal bagi Perampasan Tanah Rakyat?.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh WALHI sumsel bekerjasama dengan Koalisi Rakyat anti Perampasan (KARAM) Tanah yang secara nasional di Koordinatorin oleh KPA (konsorsium Pembaharuan Agraria) salah satu organisasi tingkat nasional yang focus mengawal gerakan reforma Agraria. Dan selain itu tak ketinggalan juga acara ini didukung oleh FH Universitas Sriwijaya Palembang.

Setidaknya sekitar 60 Menit lamanya, waktu ku habiskan untuk membuat reportase dari kegiatan ini, dan setelah selesai akupun langsung membuka dan mengklik sebuah halaman situs yang biasanya tempat aku memposting beberapa Berita tentang lingkungan Hidup dan Persoalan agrarian di Sumatera selatan, yang akhirannya blogspot.com. (www.walhi-sumsel.blogspot.com)

Setelah memposting coretan reportase tersebut diblog yang merupakan webblognya organisasi tempat ku beraktifitas sehari hari, akupun teringat dengan salah satu web jurnalis warga yang dimiliki oleh salah satu media massa terbesar di Indonesia yaitu kompasiana.com. tanpa piker panjang ku buka dan kumasukan User Id ku di sana, dan setelah itu kumasukan coretan ku tersebut dengan cara copas dari halaman walhi-sumsel.blogspot.com, tanpa memakan waktu bermenit lamanya coretan itupun langsung masuk dan terpublis diside halaman Tulisan terbaru. “Alhamdulilah koneksi Internet malam ini cukup stabil” kata ku dalam hati.

Sekitar 10 menit lamanya kutunggu respon dari pembaca online kompasiana malam ini, dan ternyata penantian ku tidak sia sia ada 2 orang yang mengomentari tulisan tersebut dan sekaligus 1 orang memberi tanda actual, dan akibatnya tak lama kemudian coretan tersebut langsung masuk di halaman Highlight. “alhamdulilah kembali kuucapkan kata syukur tersebut dalam hati, ternyata masih ada yang suka baca tulisan tersebut padahal aku tahu bahwa Berita atau tulisan tentang nazarudin merupakan berita paling seksi dan diminati oleh banyak pembaca dalam satu minggu ini” .

Berikut printscreen yang sempat kubuat saat tulisan ku tersebut highlight di Kompasiana.


Tapi tak lama kemudian sekitar 10 menit posisi highlight coretanku pun berubah (turun)berganti dengan tulisan tentang nazarudin dan topinya. Ya sudahlah memang berita Nazarudin  saat ini sangat diminati dan ditunggu oleh pembaca dan masyarakat indonesia sehingga berita tentang naiknya harga sembako menjelang Ramadhan, Indikasi diterima nya suap sebesar 2.5 Persen oleh Alex nurdin selaku Gubernur sumsel dalam hal proyek wisma atlet dan berita tentang bencana gunung meletus di sulawesi dan persoalan rakyat yang tanahnya dirampas oleh Pengusaha dan penguasa hanya sebagai hiasan penghantar tidur si Budi Kecil.

Selasa, 03 Mei 2011

Agenda AS setelah OSAMA Wafat.


”Sebuah hal yang sangat mudah dilakukan oleh AS jika hanya ingin mengalihkan Isu tentang apa yang dilakukannya terhadap Libya. Dan tidak harus dengan memunculkan berita kematian OSAMA, Tetapi yang saya tangkap dari dimunculkannya berita tentang Kematian OSAMA ini adalah ada Agenda besar yang sedang dirancang AS ”.

Kemarin, saat membuka Facebook saya melihat salah satu posting berita dari salah seorang teman yang berisi tentang kematian Osama oleh tentara Amerika.Banyak hal pertanyaan yang muncul di pikiran saya tentang berita ini, adapun pertanyaan pertanyaan tersebut tidaklah jauh dari kecurigaan saya sendiri terhadap hubungan antara OSAMA dan AMERIKA.  Kecurigaan pertama OSAMA memang benar ada dan dia adalah sahabat dekat nya Amerika sehingga apa yang dilakukana oleh Osama dan Kelompoknya adalah atas restu amerika (skenario Bersama), Atas Kecurigaan pertama ini banyak yang mempercayainya dan banyak yang tidak membantahnya . Kecuriaan saya yang kedua bahwa OSAMA adalah tokoh yang di buat oleh Amerika untuk kebutuhan politik luar negerinya.

2 Kecurigaan diatas menurut saya tetap mempunyai kesamaan dalam tujuan yaitu Keinginan negara adikuasa ini dalam hal menguasai sepenuhnya negara negara yang memiliki kekayaan Alam seperti minyak Bumi dengan jalan apapun termasuk Operasi Militer (Perang).

Lihat saja apa yang dilakukan oleh Amerika dibawah kepemimpinan George W. Bush kepada Afganistan setelah tragedi 11 September. Dengan mengatasnamakan mencari kelompok dan orang yang bertanggung jawab atas penyerangan terhadap gedung kembar WTC. Amerika melakukan penyerangan yang membabi Buta terhadap Afganistan yang menurut mereka Negara ini merupakan sarang dari Osama dan kelompoknya yang merupakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap tragedi 11 September yang menewaskan Ribuan orang akibat serangan Pesawat yang meruntuhkan Gedung pencakar langit yang ada di negara adidaya ini.

Cerita akhir dari penyerangan ini adalah kini Afganistan dan kekayaan alamnya dikuasai penuh oleh Amerika sedangkan untuk perburuan Osama dan kelompok kelompoknya pun yang merupakan dasar dari Operasi militer di Afganistan pun, nyaris tak terdengar dan jika pun terdengar beritanya adalah Osama dan kelompoknya tidak diketemukan di Afganistan,kemungkinan telah pindah negara.

Cerita yang terjadi terhadap Afganistan serta cerita antara Osama dan Amerika, patutlah menjadi dasar bagi saya dan kita semua, untuk tidak mempercayai tentang adanya Osama apalagi sampe mempercayai Berita kematian OSAMA oleh Tentara AS yang dirilis oleh media massa. Ketidak percayaan ini menguat setelah munculnya berita di media Cetak hari ini, tentang apa yang dilakukan oleh tentara Amerika terhadap Jasad Osama yang langsung di kubur dilaut tanpa melewati proses kebanyakan yang dilakukan oleh negara negara di dunia dan Amerika itu sendiri, terhadap jasad para ”Teroris” seperti Tes DNA.

Pidato Presiden Amerika Serikat OBAMA di Gedung Putih dalam hal menyikapi kematian OSAMA merupakan sesuatu yang patut kita analisis dan curigai, yang salah satu poinnya adalah ”Dengan kematian Osama akan memunculkan banyak tempat (negara) teror teror pembalasan yang dilakukan oleh kelompoknya kepada Amerika”. Artinya kedepan akan banyak negara negara yang akan dijadikan Amerika seperti AFGANISTAN dengan atas nama menghentikan serangan balasan dari kelompok OSAMA.



Kamis, 31 Maret 2011

Go Green! Kegiatan Manusia Penghasil CO2

Emisi gas CO2 menjadi banyak pembicaraan saat ini. Gas CO2 seperti banyak kita ketahui sangat penting keberadaannya di bumi ini, tak lain karena dibutuhkan dalam proses fotosintesis tumbuhan. Namun Demikian  gas CO2 juga tidak boleh terlalu banyak karena merupakan salah satu faktor penting terjadinya  pemanasan global. Emisi gas C02 sangat memengaruhi perubahan iklim bumi, jika gas CO2 semakin meningkat maka bumi akan semakin panas. Beberapa hal yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut:

Pertama, hampir bisa dipastikan setiap kegiatan manusia menghasilkan CO2. Masalahnya bukan menghasilkan CO2 itu sebenarnya, tetapi bagaimana menekan jumlah CO2 yang dihasilkan. Pilihannya tentu menggunakan teknologi yang yang lebih ramah lingkungan, mobil yang emisi CO2-nya sangat rendah dan berbagai teknologi lain seperti penggunaaan panel surya.

Kedua, internet cukup berperan dalam menghasilkan CO2. Dari daftar kita bisa lihat, kegiatan ber-facebook-an saja bisa menghasilkan gas CO2 sebanyak 13,6 juta ton, sedangkan dunia internet secara keseluruhan menghasilkan gas CO2 sebanyak 300 juta ton. Untuk menolong bumi dan menekan emisi gas CO2 tidak lain kegiatan internet ini harus dikurangi, namun tampaknya hal ini tidak bisa terjadi mengingat makin majunya dunia internet itu sendiri.

Ketiga, beberapa peristiwa di dunia seperti Piala Dunia dan Olimpiade juga berperan dalam menghasilkan gas CO2 lebih banyak. Namun melihat tren, peristiwa yang terus berulang setiap jangka waktu tertentu ini tak akan bisa dihalangi untuk terjadi, Nah akhirnya gas CO2 akan makin banyak di bumi karena manusia cara-cara untuk menguranginya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan cara-cara menguranginya.
Keempat, negara Amerika Serikat merupakan penyumbang gas CO2 terbesar di dunia. Tampaknya akan sangat sulit mengurangi gas CO2 tanpa peran serta negara ini dan negara lain seperti Inggris dan China. Sebagai negara-negara dengan hasil CO2 terbesar di dunia, peran serta ketiga negara tersebut sangat menentukan dalam pengurangan CO2 atau teknologi untuk pemurnian gas CO2 tersebut. Namun melihat kondisi saat ini terutama negara China yang sangat maju pertumbuhan ekonominya di tahun 2010 yang lalu usaha ini akan sulit dilakukan.

Indonesia sendiri sebenarnya tidak terlepas dari penambahan Gas CO2 di bumi ini. Mengutip data tahun 2009, dalam kurun waktu 2003-2008 total gas CO2 yang dihasilkan Indonesia adalah setara dengan 638,975 giga ton. Sumber utama penghasilnya adalah konversi hutan,  perubahan dalam hutan dan persediaan biomass lainnya, industri manufaktur dan konstruksi, transportasi, sumber aktifitas dan panas, pembuangan terbuka limbah padat, air limbah, dan  pengerjaan lahan padi dan rumah tangga.
Data yang lebih lengkap dirilis oleh sebuah situs yang mendata beberapa kegiatan manusia umumnya di muka bumi ini yang sangat besar potensinya dalam menambah emisi gas CO2 tersebut. Data yang dirilis tanggal 4 Januari 2011 ini ditampilkan dalam beberapa kategori penting berikut ini.

1. Elektronik
Dalam kategori elektronik ini terdapat beberapa kegiatan manusia atau pembuatan barang tertentu yang menghasilkan CO2 cukup banyak. Kegiatan yang paling banyak, yaitu
a. penggunaan ponsel di seluruh dunia dalam satu tahun menghasilkan CO2 sebanyak 125 juta ton
b. pembuatan 10 komputer dekstop menghasilkan 8 ton CO2
c. pembuatan small office computer dalam setahun menghasilkan CO2 sebanyak 1,3 ton
d. pembuatan sebuah laptop menghasilan CO2 sebanyak 200 kg
e. aktivitas menelpon dengan ponsel selama setahun dengan pemakian rata-rata 1 jam sehari  menghasilkan  CO2 sebanyak 1.250 kg

2. Web
Dunia web atau internet semakin bekembang bahkan sangat maju di tahun 2010 yang lalu yang ditandai dengan menjamurnya social media. Dalam kategori web ini terdapat beberapa kegiatan yang menghasilkan CO2 sebagai berikut:
a. Internet secara keseluruhan menghasilkan CO2 sebanyak 300 juta ton
b. Data centers di seluruh dunia menghasilkan sebanyak 130 juta ton CO2
c. Permainan online  World of Warcraft menghasilkan CO2 sebanyak 2,7 juta
d. Facebook   sebanyak 13,6 juta ton
e. Skype sebanyak 24 juta ton
f. Xbox Live sebanyak 2,7 juta ton
g. Pencarian di internet selama setahun menghasilkan CO2 sebanyak 22.600 ton, 5,109 ton diantaranya dihasilkan di AS

3. Transportasi
Dunia transporasi merupakan penyumbang CO2 yang penting karena hal ini terkait dengan emisi gas buang dari pembakaran bahan bakar. Dari daftar diperoleh angka berikut ini:
a. Keseluruhan mobil di Inggris menghasilkan sebanyak 18,3 juta CO2
b. Semua penerbangan di Eropa selama sehari menghasilkan CO2 sebanyak 560 ribu ton CO2
c. Pesawat dari bandara Heathrow dalam setahun menghasilkan CO2 sebanyak 2 juta ton
d. Semua penerbangan di dunia menghasilkan 670 juta ton CO2
e. Penerbangan dari New York ke London per penumpang menghasilkan CO2 sebanyak 610 kg

4. Energi
Dalam kategori energi terdapat beberapa kegiatan yang menghasilkan CO2 sebagai berikut:
a. Listrik di AS selama setahun menghasilkan CO2 sebanyak 2,4 miliar ton.
b. Penerbangan luar angkasa menghasilkan CO2 sebanyak 4.600 ton

5. Global
Beberapa daerah atau negara yang menghasilkan gas CO2 terbanyak sebagai berikut:
a. Malawi menghasilkan CO2 sebanyak 1,5 juta ton
b. Islandia 4 juta ton
c. Australia 610 juta ton
d. Perancis 810 juta ton
e. Inggris 862 juta ton
f. Kanada 890 juta ton
g. Brazil 980 juta ton
h. Jerman 1,4 miliar ton
i. India 1,4 miliar ton
j. Rusia 1,9 miliar ton
k. China 4,3 miliar ton
l. Amerika Serikta 8,3 miliar ton

6. Peristiwa
Peristiwa-peristiwa di dunia yang menghasilkan gas CO2 adalah sebagai berikut:
a. Piala dunia di Afrika Selatan di tahun 2010 menghasilkan CO2 sebanyak 2,8 juta ton
b. Letusan Gunung Pinatubo tahun 1991 menghasilkan CO2 sebanyak 42 juta ton
c. Gunung Etna sebanyak 1 juta ton
d. Seluruh Konser musik atau festival musik di Inggris menghasilkan sebanyak 84.000 ton CO2
e. Proyek Olimpiade London 2012 menghasilkan CO2 sebanyak 3,4 juta ton

Masih ada beberapa kategori kegiatan atau proses produksi atau barang lain yang bisa menghasilkan CO2, seperti kegitan rumah tangga dan makan minum. Namun besarnya gas CO2 yang dihasilkan tidak sebesar kategori-kategori di atas. Dan bisa dipastikan hampir seluruh kegiatan manusia berpotensi menghasilkan gas CO2. Perlu diingat sesuai dengan ciri gas yang tidak memiliki bentuk, tentu kita tidak bisa melihat seberapa besar bentuk CO2 yang sebesar misalnya 3,4 juta ton. Namun yang pasti gas Co2 tersebut ada di atmosfir bumi ini.

Nah dari berbagai kegiatan tersebut di atas tidak dipungkiri lagi semakain banyak emisi gas CO2. Tinggal bagaiman kita untuk menguranginya saja dan itu dibutuhkan program terpadu.

Sumber nyo aku ambek dari sini http://green.kompasiana.com/iklim/2011/01/29/go-green-kegiatan-manusia-penghasil-co2/