Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2016

Tax Amnesty untuk orang Kaya(K) Tikus


Orang miskin di peras, yang kaya di Ampuni
Terlambat membayar pajak kendaraan bermotor. Kejadian ini terulang kembali,lupa mungkin inilah alasan yang tepat untuk kasus ini. Aku pikir jatuh tempo adalah pertengahan bulan kemerdekaan negara ini,ternyata tepat 1 agustus.
Berdasarkan pengalaman 2 tahun lalu setidaknya aku harus membayar denda setengah dari jumlah pajak kendaraan yang dibebankan. Ya, angka 2 diawal nominal biaya harus disiapkan, ditanya soal bagaimana rasanya? mungkin sama seperti rasa tikus ke injak lem di dapur, sakitnya minta ampun dan keju tidak bakal ada yang akan memberi dan menolongin mu. Apalagi kondisi saat ini,isi kantong lagi tipis dan nyaris kosong, tapi apalah daya sebagai warga negara yang baik dan ganteng aku harus membayarnya.
Disini kadang aku merasa emosi ketika teringat apalagi sampai melihat Gayus. Gila bro, uang yang dihasilkan dari perasan keringat jagung, diambil dan digunakannya seenak udelnya,enak kalo udelnya kecil. Udelnya besar bro, diameternya seukuran paha gajah. Kebayangkan gimana besar perutnya, kalo udelnya aja sebesar itu, Anjrit loh Yus. (yus panggilan akrab ku kepada Gayus)
30 tahun penjara untuk Gayus setelah Kasasinya di tolak oleh MA aku rasa ringan, dengan perbuatan yang sangat menyakiti para pembayar pajak atau seluruh warga negara republik Indonesia tanpa terkecuali miskin dan kaya. Mengapa seluruh rakyat indonesia? Karena hampir setiap hari kita dipaksa oleh negara untuk membayar pajak, baik yang kita sadari maupun tidak. Kalo yang kita sadari seperti kasus aku diatas, tapi yang tidak kita sadari  banyak kali. Pajak beli rokok, parkir, makan di kaki lima bahkan di restoran kaki seribu, semuanya nyaris di pungut pajak sampai dengan kegiatan di toilet pun kita dipungut pajak, namanya Pajak t*i.
Gayus harusnya tidak hanya di hukum kurungan, tetapi dia juga harus di miskinkan, semiskin miskinnya bahkan bila perlu jadikan dia orang termiskin di dunia. Tapi, tetap kasih dia pakaian untuk menutupi udelnya, jangan sampai kayak di film film *termiskin di dunia" versi tarzan xxx,akibat kemiskinannya sehelai benang pun tak mampu si tarzan dan pacarnya beli.
Sayang kasus Gayus hanya terhenti di gayus saja,tidak sampai kepada pemakai jasa gayusnya dan petinggi diatasnya. Bisa jadi sebenarnya pengembangan kasus gayus sedang berjalan (berpikir Positif) namun aku dapat pastikan kalo sekarang pasti terhenti, para pemakai jasa Gayus penjahat pajak sekarang tidak akan di pidanakan bahkan harapan dimiskinkan pun tidak akan terjadi lagi karena Pemerintah yang dipimpin Jokowi saat ini adalah Pemerintah yang “Maha Pengampun dan Maha Penyayang” tapi bagi mereka yang berduit. Tidak bagi loh bro yang miskin kotor jahat, muka robek robek, atau loh yang statusnya sebagai pekerja sosial.
Pemerintah telah keluarkan aturan terkait tax amnesty yang artinya : Wahai para pengusaha dan orang kaya (para orang miskin tidak wahai) Indonesia penjahat dan pengemplang pajak, ku ampuni segala kejahatan mu atas pajak yang tidak kau bayar selama ini dengan cukup mengucapkan penyesalan dan membayar sedikit uang dari kejahatan mu, K/L berlaku.(Terjemahan bebas). Dengan di keluarkannya aturan ini para Pengemplang pajak besar di persilahkan bersuka ria dan cita, silakan jika ingin berpesta kembang api atau kembang desa. Kalian tidak perlu takut lagi di "Gayuskan" semua proses hukum penyelidikan dan penyidikan telah di hentikan terhadap kalian. Karena berdasarkan wangsit dari negeri antah berantah, dengan aturan ini diterapkan Indonesia diyakini akan menjadi negara besar dan membuat kalian pulang ke indonesia membesarkan Nusantara. Tidak peduli jika ini sama dengan memberikan kesempatan untuk kalian mengulangi kenjahatan kalian lagi disini, iya disini di Indonesia. Negeri yang penegak hukum dan pengurusnya selalu mempraktekan pepatah "buruk rupa cermin di belah" dan menajamkan mata pisau yang dibawah tapi menumpulkan mata atasnya.
Gayus seandainya saat itu, saat kau menjadi pegawai negeri sipil aturan ini dikeluarkan maka kau tidak akan mendekam di penjara setidaknya ada peluang untukmu bebas, kau akan hidup senang seperti rekanan mu yang lainnya yang saat ini sedang Liburan ke hawai, makan bakso di amerika, tidur di singapura, eek di udara didalam pesawat pribadi. Kau menyesal yus? Pasti kau menyesal mengapa mereka yang dulu sangat ingin menjebloskan mu ke penjara sekarang malah menjadi pengampun bagi “rekan” mu yang lain. Kau menyesal mengapa kau sangat cepat sekali ditangkap. iya kan, Ngaku aje loh. Tapi salut jika masih ada penyesalan di dirimu karena orang yang menyesal adalah orang yang berpikir. Dan belum tentu pengurus negara saat ini akan menyesal seperti kamu, karena mereka mungkin tidak punya otak untuk berpikir, kepentingan mereka pragmatis hanya untuk hari ini.
Kerja, kerja, kerja. Ok, aku harus kerja dulu. Untuk mencari uang membayar pajak kendaraan bermotor dan dendanya.  Karena Tax Amnesty itu tidak berlaku untuk aku, dia dan kamu, iya kamu. Kamu yang duduk manis di samping ku yang sedang memandangku dengan kenangan.karena kamu bukan orang kaya(k) Tikus! Tauu.



Sabtu, 02 April 2016

Cinta, Kamu dimana?

Kalimat "Cinta Kamu dimana?" sering ku dengar bahkan sampai sekarang, biasanya kalimat ini akan terucap atau dikirimkan seseorang ke pacarnya melalui fasilitas SMS,WA atau fasilitas komunikasi lainnya, ketika suasana sedang galau dan sendirian sambil hisap rokok bersama kopi hitam tanpa gula. Jangan ditanya emang enak minum kopi tanpa Gula? sebab pasti akan ku jawab dengan pasti narsis "aku sudah terlalu manis jadi gak butuh gula". (Hadew..piring mana piring mau ku makan).
Cinta kamu dimana, Cuma 3 kata tetapi menunjukan banyak hal, ada khawatiran dan ada rasa rindu atau malah hanya mencari tahu si cinta lagi dimana. Bukan tidak ada tujuan sih, tujuannya jelas. agar ketika dia jalan dengan pacarnya yang lain, dia gak ketemu dengan si cinta di satu tempat yang sama, sehingga dia tidak ketahuan selingkuh.
Lagu Jar Of Heart terdengar sayup sayup tapi jelas keluar dari telpon ku. Ternyata sobat dari medan menelpon, menanyakan terkait teknis kegiatan yang akan dilaksanakan pertengahan bulan ini di Palembang, kebetulan aku sebagai ketua panitia dan juga sebagai pengarah di kegiatan Nasional ini. Sobat ini memberi tahukan mau buka warung kopi di acara ini nantinya, jadi dia nanya apa saja syaratnya..... tet... tet...( bunyi sensor) penasarankan dengan jawaban ku. Ya,sengaja aku sensor biar kamu, iya kamu, gak tahu syaratnya karena kalo tahu nanti jadi pesaing. haha colek pembuat kopi cantik dulu ah.
Bisnis warung kopi sepertinya saat ini memang menjanjikan, tapi menurut ku menjanjikan untuk konsumen belum tentu menjanjikan untuk penjual. Nah, jika ditanya alasanya apa sampe aku bisa menyimpulkan begitu, dengan cepat dan panjang  serta lebar langsung ku jawab. "Karena konsumen terkadang hanya membeli segelas kopi namun duduknya lama bingit Bro, apalagi jika dia hanya membawa satu orang temannya' Ya berarti cuma beli untuk 2 gelas dong.
Akan berbeda jika dia bawak temannya sekampung, kita bisa dapat untung banyak. Bayangkan, sekampung itu biasanya 400 KK kita hitung saja 1 KK dia ajak 2 orang, maka akan ada 800 orang, Artinya ada 800 gelas kopi yang mereka beli dari warung kita, dan jika harga satu gelas 3 ribu maka dalam satu malam kita bisa mengantongi uang 2,4 juta Rupiah. Bayangkan bakal jadi orang kaya mendadak deh. Apalagi jika orang sekampung itu tidak hanya beli kopi tetapi juga membeli teman- temannya kopi, seperti pempek, pisang goreng, mie goreng dan Teman akrabnya kopi yaitu gelas, maka sudah dipastikan rumah kamu akan seperti rumahnya Toming Se dalam film Meteor Garden, karena luasnya rumah membuat pembantu yang buat Kopi di dapur  dengan mengunakan air hangat mendidih, sampai di ruang tamu kopi tersebut sudah dingin haha. Gila loh Bro beli kopi pastilah pakai gelas Bro karena kopi tanpa gelas ibarat aku tanpa kamu. Cie.. cie. Sancai oi sancai ... di panggil Toming se
Malam makin larut dan kesunyian menerpa, ku teringat malam itu saat kamu dengan sabar menemani ku membuat draft siaran pers, terkait dokumen gugatan Negara kepada perusahaan pembakar hutan yang mana materi dan pasal yang digunakan pengugat tersebut sangat lemah, sehingga kita prediksi mampu melepaskan tergugat dari jerat hukum. Kita sempat berdebat saat itu tapi tidak panjang karena tiba tiba aku teringat permen ada di saku baju mu, debatpun kita selesaikan dengan makan permen bersama.
Kuangkat gelas kopi disamping laptop ku, ternyata kopi pun sudah dingin tapi bukan karena dapur yang jauh tapi karena sudah terlalu lama diangurin. Ku batalkan niat untuk meminumnya, Kupikir cukuplah dengan merokok. Tapi keinginan merokok pun terhenti karena ketika ku buka bungkus rokok yang ada di samping gelas kopi, ternyata Kotak rokok pun kosong. Lah kemana rokok yang baru saja aku beli? Berpikir keras dan diam sejenak untuk menginggatnya dan.... ya Sudahlah, sudah di kantongi seorang teman yang memang setiap datang kesini selalu meminta sesuatu yang biasanya berupa uang tapi malam ini dia datang minta rokok dan juga uang.
Ah..Kalah dua kali aku malam ini. ... Cinta Kamu dimana?.

Jumat, 16 Maret 2012

Kakek Penjual Amplop di ITB

Tulisan yang inspiratif dan menyentuh hati dan jiwa ini murni (sepenuhnya) aku copas dari blognya http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/11/19/bapak-tua-penjual-amplop-itu/ yang menurut keterangan, penulis merupakan salah satu dosen di ITB.. Aku tertarik untuk mempostingnya di blog ini tiada motif lain,hanya ingin kedepan saat aku membutuhkan/ingin membaca cerita ini,aku gak mencarinya kemana mana (maklum otak manusia mempunyai keterbatasan dalam menginggat). sehingga setiap saat dengan membaca cerita ini,aku bisa sadar bahwa banyak orang diluar sana yang butuh perhatian dari ku, yang sebenarnya hiduppun tidak terlalu memliki harta yang berlebih. tapi minimal aku bisa memberikan senyuman kepada orang lain, selain itu juga cerita ini semakin menguatkan ku bahwa perjuangan untuk mewujudkan tegaknya keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia harus terus dilakukan. Terakhir sebelum kawan kawan pengunjung membaca tulisan ini, maka izinkan aku mengucapkan terima kasih kepada penulis (rinaldi Munir). salam 

-----------------------------------------------
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.

sumber : blog Rinaldi Munir

Rabu, 29 Februari 2012

Gerakan 1.000 untuk Dimas

Bertinggal di dekat kediaman elit di Komplek BSI didaerah Macan Lindungan Palembang. Dimas (7 Tahun) harus tabah menerima pil pahit hidupnya.Tumor ganas yg menghinggapi wajahnya sejak lahir (2005) hingga kini semakin membesar.. Tetangga di wilayah BSI pun seolah bungkam. Blm pasti, apakah warga yg tinggal diwilayah tersebut memang tidak mengetahui keberadaan Dimas atau bahkan tdk tahu menahu urusan yg tengah didera tetangganya. Hidupnya terkucilkan, propaganda dunia mengkerdilkan dirinya hingga tak bisa berbuat apa-apa.

Inilah yg mendorong kami yuntuk turut membantu Dimas n keluarganya. Seiring harapan yg semakin menyeruak atas kesembuhan Dimas. Kami sempat mengkonsultasikan ke dokter spesialis bedah.betapa terkejutnya, ketika dr.Roni SpSB menyebutkan dana yang mesti digelontorkan utk operasi Dimas mencapai Rp 100 Juta. Tentu nominal fantastis, yang mesti dirogoh dari kantong kami yang kebanyakan mahasiswa dan aktifis sosial apalagi Keluarga Dimas yang ayahnya bekerja hanya sebagai penjaga Warnet. Akan tetapi hal tersebut tak menenggelamkan keinginan kami untuk membantu kesembuhan Dimas. berbagai upaya yg kami tempuh utk kesembuhan Dimas misalnya mengakses Progran Kesehatan Gratis yang di degung2 oleh Pemprop Sumsel berapa tahun belakangan namun yg kami dptkan hny cerita panjang soal buruknya Birokrasi pemerintah Sumsel, shg hanya membuat kami bertanya BENARKAH ADA PROGRAM PENGOBATAN GRATIS DI SUMSEL?

Dimas (7 Thn) penderita tumor Ganas
Kondisi Dimas yang nyaris seluruh wajahnya digelayuti tumor ganas menjadi penting untuk segera diselamatkan. Mata kirinya nyaris tidak dapat melihat lagi lantaran ditutupi tumor tersebut. Untuk makan atau minumpun, Dimas mesti melalui jalur kiri bibir kecilnya yg memang sudah cukup sulit untuk dibuka secara normal.

Sadar akan kondisi ini, Melalui ”Gerakan 1.000 untuk Dimas” kami pun mencoba mengetuk Hati saudara2, yg kami yakin masih memiliki rasa empati utk membantu sesama,menyumbangkan sebagian rezeki yg didpt sehari2 utk kesembuhan”DIMAS”. Dan saat ini dana yang terkumpul dari Penggalangan Dana Publik di jalanan (ngecrek) yang kami lakukan, telah mencapai kurang Lebih RP. 20.000.000 dari sekitar 100 juta yang diperlukan untuk biaya Operasi (Keterangan Dokter Ahli Bedah)

Bantuan bisa disalurkan melalui rekening BNI 0235051334 AN. Muh. Zainul Arifin, atau kontak kami di 085769159045 a.n Rendi Hariwijaya atau dapat datang langsung ke Posko Peduli Dimas di Jalan Sumatera 1 no 771 kelurahan 26 Ilir kecamatan IB 1 Palembang ( Walhi Sumsel)

Sabtu, 11 Februari 2012

Pembatasan BBM subsidi ; Guru kencing berdiri, kami mengencingi Guru

Mungkin benar yang dikatakan pepatah tentang “Guru Kencing berdiri murid kencing berlari” artinya perbuatan yang dilakukan oleh guru akan ditiru oleh muridnya dan bahkan lebih parah dari perbuatan guru tersebut.

Pengalaman yang kutuliskan dibawah ini mungkin bisa menjadi bahan renungan para pejabat, yang bisanya menyuruh rakyat berbuat mematuhi aturan, tapi mereka sendiri tidak pernah melakukannya. bahkan malah memberi contoh yang berlawanan dengan aturan yang mereka buat, dampaknya milyaran dana public yang digunakan untuk memasang iklan di media baik cetak maupun elektronik menguap menjadi gelembung sabun.
__________

Lihat alat penghitung bahan bakar di motor ku yang mulai sekart, akupun bergegas masuk ke POM bensin yang tak jauh dari rumahku (Demang Lebar baun) tak kuhiraukan hujan deras telah membasahi sekujur tubuhku. "harusnya dengan kondisi ini aku mesti cepat cepat pulang, tapi ya sudahlah ketimbang besok pasti POM bensin ini bakal rame dan antri apalagi pagi aku pasti gak bakal sempat untuk mampir" gumam ku dalam hati.

12 ribu jawabku ketika di tanya oleh karyawan pom bensin tersebut tentang nominal bahan bakar yg akan di isi. Karyawan itupun langsung memencet tombol dimesin pompa dan segera mengeluarkan Bensin itu dari kran Pompa sambil berkata "kita Mulai Dari nol ya Pak" ujarnya.

saat sdg asyiknya menunggu pengisian bensin di motor ku slesai,tiba tiba d Pompa bensin sebelah, datang sebuah mobil sedan yang menurut sepengetahuan ku yg pernah melihat pameran mobil mewah, Mobil yang datang ini psatilah salah satu mobil yang ada dipameran itu, dan sudah barang tentu pemilik mobil ini orang kaya ungkap ku dalam hati.

tak bisa kudengar pembicaraan antara karyawan dan sopir mobil tersebut yang aku tahu si karyawn mengangukan kepala dan mulai membuka tutup bahan bakar bensin mobil tersebut, lalu menarik tuas selang bahan bakar yang pada krannya berwarna 'Kuning', dari mesin pompa kedalam tangki BBM mobil tersebut.

Udah selesai mas ungkap karyawan tersebut kepada ku, seirng dengan kuhentikannya mataku memandang mobil mewah yang sedang diisi dengan bahan bakar yang kran BBM nya berwarna kuning. akupun langsung bergegas menutup tangki bensin motorku dan setelahnya, langsung kunyalakan mesin sepeda motorku. Bismilah bacaku dalam hati

kutarik gas mtorku perlahan shg jalan motorpun seadanya, dan betapa terbelalaknya mataku ketika baru saja motorku berjalan. tiba2 mobil mewah yang tadi mengisi BBm dari pipa kran warna kuning itupun berjalan dan meninggalkan Pom bensin, hal yang sangat mengagetkan ku kembali adalah PLAT NOPOL mobil tersebut bertulis RI 24

Melihat kejadian tersebut akupun langsung teringat iklan layanan masyarakat yang ada di sebuah Televisi yang mengatakan seperti ini.
" Bensin Bersubsidi adlah untuk masyarakat miskin, bkn untuk orng kaya".



Rabu, 03 Agustus 2011

BBM nazarudin Kembali Buat Ulah

Belum selelai kasus suap yang melibatkan dirinya sebagai tersangka karena menerima uang suap atas pembangunan wisma atlit sebesar 13 Persen dari jumlah total biaya proyek sebesar 191 Milyar, serta bersama rekannya Rosalina yang merupakan salah satu pejabat teras di Perusahaan Pemenang dari proyek wisma Atlit tersebut merancang dan membagi-bagi uang “terima Kasih” kepada beberapa Pejabat di Daerah Seperti Gubernur Sumsel, dan Panitia lainnya masing masing sebesar 2.5 Persen dari total nilai Proyek.

Kini Mantan Bendahara Demokrat ini kembali membuat ulah yang tak tanggung lagi bukan hanya urusan Proyek di Dunia seperti pembangunan Infrastruktur atau bangunan ,tetapi Proyek yang hubungan dengan Agama pun juga “di mainkannya”, yaitu tentang penetapan awal Bulan ramadhan 1432 H.

Hal ini diketahui dan terungkap setelah Pesan Blackberry Message (BBM) yang menggunakan layanan TELKOMSEL dari M. Nazarudin, yang ditujukan kepada salah seorang penerima Uang suap yang berinisial NYS, yang merupakan warga Negara Indonesia asli bukan keturunan dari Luar negeri,tersebut Bocor dan tersebar ke beberapa Grup yang ada di BB.

Berikut Pesan BBM yang bocor dan tersebar tersebut :
M – Transfer BERHASIL
M- Banking BCA 30/07/2011 09:20:38
No urut 0834
RP. 4.000.000.000,-
Berita : Uang 2.5 persen fee atas di Goal kanya awal ramadhan tepat 1 agustus 2011.
by M. Nazarudin

Senin, 07 Maret 2011

Pembangunan Undermall di Palembang Ilegal

Mungkin belum hilang dari ingatan masyarakat Sumatera selatan khususnya Kota Palembang tentang Aksi Protes yang dilakukan oleh WALHI Sumsel beserta elemen Pergerakan lainnya seperti Mahasiswa Hijau (MHI) dan Sarekat Hijau Indonesia(SHI),melakukan protes terhadap alih fungsi Kawasan Hijau Publik GOR Palembang yang di jadikan Kawasan bisnis (private) dengan dibangunnya Hotel, dan café di kawasan ini oleh Pemerintah Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang yang bekerjasama PT. Griya Inti surya Insani.

Kini pemerintah Propinsi Sumatera Selatan dan pemerintah Kota Palembang mengandeng Pihak Lippo groups, kembali melakukan alih fungsi terhadap Kawasan Parkir Stadion Sriwijaya untuk dijadikan kawasan bisnis dengan di bangunnnya Mall yang berada di bawah tanah (Under Mall), yang berdasarkan PERDA No 8 tahun 2000 Kota Palembang merupakan kawasan Pendidikan dan Olahraga.

Hal inipun kembali mendapat tentangan keras dari WALHI sumsel bersama Organisasi lainnya, dengan melakukan Unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota Palembang. Menurut WALHI aktifitas Pembangunan Undermall di kawasan ini adalah Ilegal. Karena sampai dengan saat ini dimana aktifitas penggalian tanah, Perusahaan belum mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan AMDAL sesuai dengan PERDA tentang IMB dan Undang Undang No 32 Tahun 2009 tentang pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup,dan PP 27 Tahun 1999 tentang AMDAL. Dimana disalah satu pasal dalam peraturan peraturan ini menyebutkan bahwa kegiatan yang mempunyai dampak terhadap Lingkungan Hidup disekitarnya wajib memiliki AMDAL.

“ Pemkot Palembang harus segera menghentikan aktifitas pembangunan Undermall, karena tidak memiliki IMB dan AMDAL ” ungkap malik salah satu aktifis WALHI

Merespon protes tersebut Pihak Pemerintah Kota Palembang dalam hal ini, Walikota Palembang H. Romi Herton yang menemui para aktifis yang melakukan aksi tersebut mengatakan.

“ Pembangunan Undermall tersebut memang belum memiliki IMB dan AMDAL, namun untuk melakukan penghentian terhadap Aktifitas pembangunan tersebut, harus memalui Prosedur, dan saat ini diatas bapaka Walikota sedang melakukan pertemuan dengan pihak Pengusaha untuk menanyakan soal ini” Kata Romi.

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh malik yang merupakan Humas massa aksi.

“ Pemkot tidak Responsif aktifitas penggalian tanah dan pembangunan Undermall ini, sudah berjalan selama 1 bulan lebih, sehingga kami lihat pernyataan soal procedural tadi, hanya alas an saja untuk mengulur waktu “

Atas bantahan yang di ucapkan oleh Humas Aksi tersebut, Wakil Walikota Palembang yang diikuti Asisten 1 bersama staf dan Pihak Kepolisian pun langsung masuk kedalam ruangan dan meninggalkan Massa Aksi. Mersepon atas perginya Wakil Walikota tersebut Rian trust sebagai coordinator aksi langsung berorasi dan mengatakan bahwa “Pemerintah kota dan pemerintah Sumsel ini Pembohong dan anti Rakyat” , selanjutnya aksi pun mereka teruskan ke kantor Dinas Bapedda Kota Palembang untuk menggelar aksi dengan tuntutan yang sama.

Di kesempatan lain Walikota Palembang H. Eddy Santana Putra setelah mengadakan pertemuan dengan pihak pengembang untuk pembangunan Undermall Lippo Groups mengatakan, bahwa pembangunan Undermall yang ada dihalaman stadion Bumi Sriwijaya tersebut sudah sesuai dengan tata ruang,namun untuk soal IMB dan AMDAL nya, saat ini sedang kita Proses.

“ Jadi ketika pembangunan hendak dilaksanakan, izinnya (IMB dan Amdal, red) sudah selesai,” tegas Eddy. Ia optimis pembuatan IMB dan Amdal dapat diproses dengan cepat, apabila persyaratannya lengkap dan disiapkan dengan cepat. Sedangkan untuk aktifitas yang dilakukan oleh pihak pengusaha saat ini, hanya sebatas mengali tanah jadi tidak ada masalah atau boleh dilakukan ( tidak Melanggar).

Coment saya sedikit soal pernyataan Walikota ini.

Kalo pernyataan Walikota bahwa aktifitas yag ada di Undermall sekarang hanya sebatas menggali, bagaimana dengan gambar dibawah ini ,yang saya ambil dilokasi Undermall pada malam tanggal 3 februari 2011.



Selasa, 22 Februari 2011

Ketika Polisi Jadi Pedagang

Pukul 13.00 Wib, saya diminta oleh keluarga untuk menjadi sopir dan mengantar mereka pergi JJL (Jalan Jalan ) ke Salah satu Pusat Perbelanjaan di Kota Palembang, yang di kenal dengan nama Internasional Plaza (IP). Tanpa pikir panjang saya pun mengambil kunci mobil dan langsung menuju Garasi, dan segera menyalakan mobil dan mengeluarkannya dari garasi Rumah.

Terlihat beberapa anggota keluarga yang sejak tadi, telah menunggu di teras rumah langsung masuk ke dalam Mobil. Sayapun merespon aktifitas tersebut dengan menekan GAS mobil sehingga tak beberapa lama halaman rumah sayapun menghilang dari penglihatan.

Tiba di jalan A. Rivai laju mobil kamipun dipaksa harus berjalan perlahan, "ah.. macet lagi" gumam ku dalam hati. ya begitulah macet di jalan ini sudah menjadi makanan harian bagi pengguna jalan di Kota Palembang. Berdasarkan pengamatan saya yang selalu melewati jalan ini, kemacetan di jalan ini salah satunya disebabkan oleh banyaknya kendaraan Pribadi yang parkir seenaknya menggunakan badan jalan, dikarenakan banyaknya bagunan kantor tempat mereka bekerja yang tidak memiliki halaman parkir, dan di perparah lagi oleh angkot yang seenak jidatnya berhenti menaik dan menurunkan penumpangnya di jalan.

Lampu Hijau di Persimpangan Charitas kembali menyala mengantikan lampu tanda berhenti yang sudah 5 menit menyala, ini pertanda saya harus kembali masuk ke wilayah macet yang baru. Tapi alhamdulilah nasib baik menyapa kami, karena saat iini kemacetan belum (di) mulai. Akan tetapi Nasib Baik ternyata tidaklah permanen menyapa sepanjang saya berkendara, karena ketika saya baru saja lewat di Bundaran yang ada didepan Pasar Cinde, tiba tiba seorang laki laki besar tinggi, memakai helm putih,berpakaian Coklat dengan rompi berwarna Hijau menyala, menghadang mobil kami dan memberikan aba aba kepada saya untuk segera berhenti.

Melihat hal itu Saya pun (dengan Logat bahasa palembang) langsung berkata kepada Kakak Perempuan yang duduk disamping saya,

Saya ; Nah ado apo pulo Polisi nih, ai lokak balak?
Kakak : yo sudahlah, ikuti baelah.

Sambil meminggirkan mobil, kakak pun bertanya kepada saya

Kakak : STNK tadi Kau bawak dak?

Sambil meraba dan memenganggi kantong belakang celana, saya pun menjawab

Saya : Nah idak kak! jangan ke STNK Dompet bae aku dak bawak.

Dengan Nada pasrah, kakak ku pun menjawab "Yo sudah Kalo cak itu."

Di Luar mobil tampak Polisi itu pun mendekat ke arah mobil kami.

Polisi : Siang bapak, Bisa saya lihat STNK mobilnya?

Saya : Maaf pak, saya Lupa membawa STNK.

Polisi : Bisa saya lihat SIM Bapak?

Saya : Itupun saya Lupa membawanya pak, karena kebetulan saya lupa membawa Dompet

Polisi : Kalo begitu, ikut saya ke POS.

sayapun langsung membuka pintu Mobil dan mengikuti polisi tersebut yang berjalan menuju Pos Polisi.seSampai di Pos Polisi, Bapak polisi yang tidak memperkenalkan namanya inipun, langsung menunjukan sebuah buku tilang yang di belakangnya ada tulisan tentang beberapa pasal beserta keterangan Nilai Nominal denda yang harus dibayar ,jika melanggar pasal pasal yang ada dalam undang undang lalu lintas No 22 tahun 2009

Polisi : Bapak Bekerja Dimana?

Saya : Saya bekerja di Swasta Pak.

Polisi : Oh, saya pikir kamu PNS atau yang lainnya.

Sambil bertanya dalam hati tentang mengapa Polisi ini menanyakan hal demikian, saya pun coba mengomentari kembali "bukan Pak,saya bukan PNS dan lainnya"

Polisi : Kamu melanggar aturan lalulintas yaitu tidak membawa SIM dan STNK, Beserta tidak memaki sabuk pengaman saat mengendarai kendaraan, sehingga kendaraan mu bisa saja saya tahan.

Sambil mengangukan kepala saya pun berkata "Iya,pak"

Polisi : Tapi karena saya kasihan melihat kamu yang membawa banyak keluarga, yang otomatis jika mobil kamu saya tahan, maka kamu harus meminta keluarga mu untuk turun disini, dan naik mobil umum untuk pulang, untu itu kamu cukup saya tilang dan membayar denda.

Mendengar perkataan pak Polisi itu saya pun kembali menggangukan kepala namun bedanya anggukan saya kali ini tanpa saya ikuti dengan kata kata.

Polisi : Denda yang harus kamu bayar untuk pelnggaran tidak membawa SIM dan STNK 750 ribu sampai 1 Juta, sedangkan untuk sabuk Pengaman 250 ribu, dan untuk denda yang paling minimal adalah 100 ribu, Nah ..untuk Bapak saya kenakan nominal denda paling rendah saja, yaitu 150 ribu, 50 ribunya untuk saya.

Setelah mengatakan hal ini pak Polisi itupun langsung berhenti berkata, dan menyela nafas panjang sambil melihat respon dari raut muka saya. Seiring dengan itu dari dalam mobil saya, terlihat kakak perempuan saya keluar dari Mobil dan mendekati saya serta langsung berkata :

kakak : Cakmano Di? aku telpon Ayah bae ye minta antar ke STNK dan Dompet kau kesini.?
Polisi : gak usah bu, gak apa apa kok.

Mendengar hal itu Kakak saya pun langsung diam sambil menunjukan wajah penuh dengan pertanyaan atas perkataan Bapak Polisi.Sayapun mendekati Kakak saya dan berbisik kepadanya "Polisi ini minta uang 150 Ribu,kak?"

Mendengar hal tersebut kakak saya langsung membuka dompetnya dan mengeluarkan uang sebesar yang baru saya sebutkan tadi, serta langsung memberikan nya kepada saya.

Melihat apa yang dilakukan kakak saya tersebut ,Pak Polisi langsung menanyakan nama saya dan menuliskannya di lembar kertas tilang yang berwarna hijau, dan langsung meminta saya untuk menanda tangai nya. Tapi ada yang aneh dari kertas ini dan tempat saya disuruh membubukan tanda tangan diatasnya karena saya diminta tanda tangan bukan lah dikolom biasa nama pelanggar di tulis, tetapi di tulis di sisi kiri kertas seperti pada kertas di buku kwitansi yang biasanya tertinggal (arsip) pada saat dirobekan. Dan atas keanehan serta agar tidak berpanjang lebar lagi, saya pun tak mau mempertanyakannya karena kulihat kaka k perempuan saya dan keluarga yang ada di dalam mobil sudah terlihat bosan

Sayapun langsung membubuhkan tanda tangan saya dan Setelah tanda tangan saya bubuhkan Pak Polisi itupun berkata "Masukan uangnya ke dalam kantong saya dan Jika di depan kamu di stop oleh Polantas lainnya bilang saja kepada mereka bahwa kamu sudah di stop di pos ini"

---- End ----

Tips HEMAT membeli "Pasal" ; Berkaca dari pengalaman pribadi yang saya alami ini agar para pembaca tidak terlalu rugi dan menyesal di kemudian hari maka jangan sungkan sungkan melakukan tawar Menawar harga, kalo berurusan dengan Polisi di negeri Indonesia.

Ingat Pepetah Pembeli ( Korban tilang) adalah Raja. heheh


Senin, 21 Februari 2011

Ada Romi rafael di Blogshop Kompasiana Palembang

Hari ini 19/2,meski kepala masih sakit dan badan masih meriang, tidak seperti biasanya,pagi ini aku tetap berusaha untuk bangun pagi. Untuk dapat hadir dalam kegiatan yang di selenggarakan Oleh Telkomsel bersama Kompasiana di Hotel Jayakarta Daira Palembang yang berada di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di samping Rumah Dinas PANGDAM 2 Sriwijaya.

Gemeretak suara yang dikeluarkan dari mulut ku, saat gigi atas dan bawah bertemu, karena kedinginan, maklum Palembang baru saja di guyur Hujan. Ku coba hidupkan HP yang selalu ku “bunuh” setiap pukul 12 malam, dan sesaat itu pula Potongan lagu Pulihkan Indonesia dari bintang indrianto, langsung menyambut dan megegarkan gendang telingga ku, merupakan tanda bahwa aku menerima SMS..

Ku buka Kotak masuk dan kubaca Pesan dari seorang teman yang bernama Norman yang kebetulan juga, ikut menjadi peserta kegiatan Telkomsel Blogshop Kompasiana Palembang, isin smsnya “Jam 9”. Ehm..sebuah Pesan yang singkat, namun dapat ku mengerti maksud dari SMS tersebut, karena sehari sebelumnya kami sudah membicarakan soal ini.

Aku langsung menuju kamar mandi, tak lebih dari 15 menit, semua aktifitas bersih bersih diri dan berpakaian aku selesaikan. Selanjutnya tanpa instruksi dari siapapun, aku langsung duduk diteras depan rumah sambil menikmati Kopi panas. Tak lama jam di HP ku menunjukan waktu tepat Pukul 9.00 Wib, dan bersamaan dengan itu datanglah sebuah sepeda motor yang berhenti tepat di depan rumahku, Pikiran ku langsung nyambung sehingga sebuah kata muncul didalam hati ku “Norman”. Ku sambut kedatangan Norman dengan langsung mengambil Helm dan menaiki sepeda Motor yang warnanya menyimbolkan Warna Keberanian/perlawanan.

Tak terasa setelah menempuh perjalanan selama 10 Menit, kamipun mulai memasuki halaman parkir Hotel jayakarta Daira yang berada di basement untuk memekirkan Motor kami, setelah itu kami langsung menuju ke ruang penyelenggaraan yang berada di lantai 2.

Sekitar 30 menit sudah ku habiskan waktu untuk ngobrol dan berkenalan dengan kawan kawan peserta lainnya, sambil menunggu Panitia membuka pendaftaran ulang untuk para peserta yang telah mendaftar di kegiatan ini. Tak lama kemudian Tiga orang perempuan Kutilang (Kurus Tinggi Langsing) datang dan langsung membuka meja registrasi yang berada di depan pintu masuk ruangan kegiatan, dan tidak menunggu lama kami pun langsung meresponnya dengan berbaris antri di depannya untuk melakukan registrasi ulang. Norman berbaris di belakang ku dengan nada bercanda dan setengah berbisik dia berkata kepada ku “Dari tiga orang perempuan ini, salah satunya cantik seperti Adeknya”, sambil ketawa aku pun merespon kata kata norman “Dasar ujung lapan, maksud kau nak minta omongke kalo dio tuh adek kau”.

Registrasipun selesai kami lakukan, kami pun masuk keruagan untuk mengambil posisi masing masing yang pastinya tidak jauh dari tempat yang ada stop kontak listriknya, hal ini dilakukan agar ketika baterai komputer jinjing kita drop, kita dapat langsung mengisinya kembali tanpa harus berpindah tempat duduk,maklum kegiatan ini akan berlangsung selama 6 Jam (Pukul 10.00 – 16.00 Wib).

Setelah seluruh peserta siap seorang perempuan (aku lupa menanyakan namanya ) berpakaian kemeja Putih dengan panduan Rok berwarna Hitam langsung naik ke atas panggung untuk membuka acara Telkomsel Blogshop Kompasiana di Palembang. Seperti kegiatan lainnya acara dibuka oleh MC dengan memperkenalkan 2 Orang Nara sumber dari kompasiana yang akan memberikan materinya kepada kami yaitu Mas Iskandar Zulkarnain untuk materi Citizen Jurnalis dan Mas Heru margianto yang akan memberikan materi Kiat Menulis Cepat, Menarik dan Bermanfaat.

Tanpa ba..bi..bu..,hana..hene Mas Iskandar pun langsung naik keatas panggung mengantikan sang MC untuk ngomong, yang ini artinya materi citizen Jurnalis segera di mulai. Halaman pertama pada Power Point yang di sampaikan nya, mas iskandar mejelaskan tentang beberapa hal yang akan disampaikannya pada materi ini yaitu tentang apa itu CITIZEN JURNALIS, Sejarahnya dan Bagaimana perkembangan Citizen Jurnalis di Indonesia saat ini. Namun kata mas iskandar “sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang materi materi tersebut ada baiknya kita, melihat beberapa gambar tampilan berikut ini” ( Red; Hal ini biasa saya sebut sebagai pengantar Fokus), dengan senyum sumringahnya mas iskandar pun mulai menunjukan gambar gambar berdimensi (Red; tentang dimensi ini kalo saya gak salah persepsi artinya 1 Gambar namun mempunyai 2 arti) yang di pandu dengan beberapa pertanyaan misalnya Gambar kelinci yang kalau kita pasti atau fokus melihatnya akan juga terlihat gambar kepala Kuda yang sedang berenang di sungai, dan yang terakhir dimana telah membuat saya akhirnya tergelitik untuk menyama nyamakan mas Iskandar dengan Romi Rafael, (salah seorang Entertainer yang dalam menghibur penontonnya menggunakan keahlian Hipnotisnya ) yaitu ketika mas Iskandar menampilkan gambar yang sering digunakan oleh Romi untuk Hipnotis orang, yang jika kita lihat dengan fokus akan bergerak dan berputar, padahal gambar tersebut pada aslinya tidaklah seperti yang kita lihat. Atas Kegelian ku yang telah tergelitik oleh ulah ku senidir tersebut, aku pun berbisik dengan Norman yang kebetulan duduk satu meja dengan ku, “ Man, ada Romi Rafael di Blogshop KomPasiana Palembang”.


Senin, 07 Februari 2011

Hanya Sebuah Gumam: Tuhanmu Pasti bukan Tuhanku

“Lalu jika aku bukanlah orang yang beragama yang sama dengan mu, apakah aku akan masuk Neraka dan apakah seluruh perbuatan Baik ku tidak dicatat dan dihitung di hari akhir nanti. Jika jawab mu IYA, maka saya mohon segera jauhkan agama Mu dan tuhan Mu dari kehidupanku.”

Kalimat diatas hanya Sebuah Ilustrasi dari ku, seandainya aku bisa ngobrol dengan mereka para “Pembela agama”- Hal ini muncul karena aku berpikir bahwa Tuhan itu maha adil, dia tidak pernah melihat agama apa yang dianut oleh seseorang yang melakukan perbuatan baik ataupun perbuatan buruk, apakah dia Islam, Kristen Protestan, Katolik , Hindu, Budha, ataupun tanpa agama. Semuaya akan Tuhan kasih ganjaran yang sama dengan perbuatannya karena Tuhan itu Esa -Satu-.

Kalimat diatas semakin aku yakini setelah aku membaca ulasan kompas kemarin, dengan nara sumber jalaluddin Rakhmat yang berjudul “Menuju agama Madani”.Dalam satu paragrafnya menyinggung tentang pemikiran salah satu pemikir syiah yaitu Ali Syariati yang dalam setiap buku bukunya menempatkan ideologi Islam bukan untuk menegakkan syariat, melainkan untuk menentang kezaliman, penindasan. Begitupun Pemikir Syiah lain, Murtadha Muthtahhari, punya pandangan pluralis. Bagi dia, Tuhan adil sehingga pasti memberi pahala bagi siapa pun yang berbuat baik, apa pun agamanya. Hukuman diberikan kepada yang berbuat jahat, apa pun agamanya.

Jika pemikiran dari orang orang yang disebutkan oleh Jalaluddin Rakhmat ini,ditanamkan dalam pikiran orang orang “suci” di Indonesia dan diterapkan oleh pemerintah Negeri Indonesia ,yang dikenal memiliki keberagaman agama dan suku, maka saya yakin kejadian penyerangan yang dilakukan oleh salah satu gerombolan yang mengatasnamakan Pembela Agama terhadap kelompok yang di stempel oleh orang sok suci adalah sesat tersebut, yang telah menyebabkan jatuhny korban 3 orang meninggal. Tidak akan pernah terjadi dan terulang kembali.

Terakhir sambil menutup gumamku ini aku kutip salah satu pesan di Wall FB seorang temanku yang bunyinya “Jika mereka menyerang dan membunuh atas nama TUHAN…maka kupertegas itu pasti bukan TUHAN ku…”

Kamis, 27 Januari 2011

Gayus dan Orang Nomor satu di Indonesia

Hari ini terasa sangat melelahkan bagi saya, setidaknya dari pagi sampai sore saya harus menghadiri beberapa kegiatan pertemuan di beberapa Instansi yang ada di Sumsel. Agenda pertama pagi pukul 10.00 Wib, saya menghadiri rapat di Bank Sumsel membahas tentang penyaluran Dana bantuan periode 2 ke Mentawai(korban Tsunami), Jogja dan Jawa tengah ( Korban Merapi) sebesar 475 Juta, yang didapat dari Posko peduli mentawai dan merapi yang digagas oleh WALHI Sumsel, BANK Sumsel Babel dan beberapa Media Massa di sumsel.(Untuk periode pertama bantuan telah dikirm ke mentawai pada desember lalu, sebesar 200 juta, sehingga total dana yang terkumpul di Rekening kami sebesar 675 juta). Dari hasil pertemuan ini disepakati bahwa dana tersebut semuanya akan dikirmkan dalam bentuk Barang dan Benih Benih Tanaman serta alat alat Pertanian dan komunikasi,pada Senin, 31 Januari 2011,ini sesuai dengan permintaan dari masyarakat korban yang di koordinir oleh WALHI Sumbar,Walhi Jogja dan WALHI Jateng.

Selesai dari Pertemuan ini Pukul 14.00 Wib, saya pun kembali menghadiri Kegiatan pertemuan dengan Kepala dinas pertanian Sumsel untuk mendiskusikan persoalan ancaman Aktifitas Industri Pertambangan, Hutan Tanaman Industri dan Perkebunan Sawit (perkebunan skala Besar lainnya) terhadap Lahan Pangan Masyarakt di Sumsel, yang saat ini berdasarkan data dinas pertanian hanya tinggal 700 ribu Hektar. Hasilnya bahwa pemerintah harus segera membuat peraturan daerah (PERDA) tentang Pengamanan lahan lahan Pertanian Rakyat, dalam hal ini,pertama kali harus dilakukan adalah mendesak pihak BAPPEDA Sumsel, memasukan Peta peta kawasan pertanian yang telah ada atau yang sedang dikembangkan oleh masyarakat dalam RTRW Sumsel yang saat ini sedang proses Revisi.

Tepat Pukul 16.00 WIB kegiatan selesai,dan tidak sampai 30 Menit saya pun sudah berada kembali di Sekretariat yang dalam hal ini banyak orang menyebut sekretariat kami dengan Kantor. Sambil menikmati secangkir teh dingin diatas meja kerja yang tidak sempat diminum pada pagi hari tadi Saya pun kembali memulai kerja berselancar ke dunia (luna) Maya utuk mencari beberapa data yang saya perlukan, guna menyelesaikan beberapa tugas merangkai kata kata dari fakta Aktifitas Tambang Batubara di Sumatera selatan. Banyak berita dan data yang ditemukan dari penjelajahan saya yang menggunakan om google.com, tapi data dat tersebut bukanlah sebuah data yang secara spesifik saya inginkan. sehingga sambil iseng iseng saya teringat dengan berita yang sedang hangat di bicarakan di media massa elektronik dan cetak di seluruh nusantara yaitu berita tentang gayus. Secara iseng iseng berhadiah saya pun memasukan kata Gayus ke kotak pencarian Om google dan Hasilnya sangat mengejutkan ternyata om google mencatat berita tentang gayus sebanyak 7,490,000 hasil (0.10 detik), dan ternyata keterkejutan tersebut tidak berhenti sampai disitu saja, sebab ada hal yang lebih mengejutkan saya lagi, sampai sampai otak saya berkhayal bahwa kalo mau terkenal di melebihi dari orang nomor satu di Indonesia (presiden) maka jadilah Gayus, hal ini karena saat saya memasukan keywood dengan nama Susilo Bambang Yudhoyono di kotak pencarian milik Google, mesin pencari ini hanya menemukan berita tentang Susilo Bambang yudhoyono sebanyak 3,310,000 hasil (0.11 detik).
Gayus Memang TOP Markotop.
----------------------

Dan keisengan saya pun berlanjut dengan memasukan nama saya yang dibelakangnya saya kasih embel embel organisasi atau tempat kerja saya ke Google. Dan mesin pencari nomor satu inipun menemukan berita dengan nama saya sebanyak Sekitar 2,600 hasil (0.14 detik)


Selasa, 06 Juli 2010

Serba Pindang Ikan dari Palembang

Oleh oleh nemenin mbak isti dari tempo Institute ang mas bondan dari sawit Watch.. jadi berita kuliner


Menu khusus ikan belida diburu oleh kalangan berduit.

Makanan khas Palembang dan kota-kota sekitarnya bukan hanya pempek. Ragam masakan bercita rasa khas Melayu--campuran asam, manis, pedas--mudah ditemui di kota yang dilintasi Sungai Musi itu. Kebanyakan masakan berbahan dasar ikan patin dan seluang. Dua ikan itu mudah ditemui di tepian sungai dan gampang dibudidayakan.

Rumah makan Sri Melayu menjadi salah satu rujukan bagi pemburu sajian kuliner khas Melayu di Palembang. Restoran seluas sekitar 5.000 meter persegi ini berada di samping Istana Gubernur Sumatera Selatan, di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang. “Kami menawarkan masakan Melayu siap saji,” kata Ahmad Sodri, salah satu karyawan di resto itu. Keunggulan inilah yang dijual rumah makan yang berdiri sejak 6 Agustus 2001 itu.

Menunya antara lain pindang ikan patin, pindang ikan salai, pindang ikan baung, brengkes tempoyak patin, dan ikan seluang goreng. Semuanya disajikan dalam keadaan hangat dan panas. Perpaduan asam, manis, dan pedasnya mantap. “Buah nanas untuk mendapatkan rasa asamnya,” ujar Ismail Umar, pemilik restoran.

Ismail menjelaskan, pengunjung biasanya memburu menu pindang ikan patin. Kebanyakan ingin merasakan kecocokan rasa dari semua masakan yang disajikan. “Seratus persen menggunakan bumbu tradisional, biar terasa masakan rumahan,” katanya.

Bagian ikan patin yang menjadi menu favorit adalah kepala. “Lemak di kepala ikan ini enak sekali,” ujar Bondan Andriyanu, 28 tahun, pengunjung asal Kota Depok, yang baru kali itu berkunjung. Jenis masakan pindang lainnya adalah ikan salai (ikan asap).

“Semua ikan sungai bisa dijadikan salai dengan diasapin dulu,” kata Ahmad. Ikan salai yang dihidangkan saat itu adalah ikan baung. Butuh perjuangan besar untuk menyantapnya jika tak ingin menelan “ranjau” alias duri yang cukup banyak di daging ikan itu. Rasanya segar dengan bumbu pindang, seperti kunyit, serai, jahe, serta nanas, yang ditambahi daun bawang agar rasanya lebih mantap.

Menurut Ismail, ada menu lain yang tak boleh dilewatkan di restonya, yakni brengkes tempoyak patin. Potongan daging ikan patin mentah dibungkus bersama tempoyak durian (daging buah durian yang difermentasi), potongan cabai, dan sambal kunyit, kemudian dikukus. Rasanya tak akan terlupakan bagi orang yang pertama menyantapnya. “Lembut dan rasa duriannya tajam,” kata Bondan.

Ada lagi menu khusus yang diburu terutama oleh kalangan berduit, yakni ikan belida goreng. Sepotong sirip ikan belida, yang dihargai Rp 50 ribu, bisa menuntaskan kerinduan orang akan rasa ikan yang sekarang susah ditemui itu. “Budidayanya susah. Jadi, ya ,wajar kalau harganya mahal,” ujar Hadi Jatmiko, pengunjung lainnya. Menurut orang asli Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ini, daging ikan ini pula yang dulu kerap menjadi bahan dasar pempek.

Ismail mengatakan, ia menjual suasana dalam resto yang juga dimanfaatkannya sebagai tempat tinggal itu. Ada 10 saung dan 20 meja di luar saung yang berukiran khas Palembang. “Kalau ukiran Palembang itu, catnya didominasi warna manggis dan emas,” katanya. Berbeda dengan ukiran Jepara, yang dominan warna cokelat tua.

Sejak dibuka, kata Ismail, restorannya tak pernah sepi. Dalam sehari, para penikmat masakan di rumah makan itu sekitar seratus orang. “Pembelinya beragam, bukan hanya yang bekerja di kantor gubernur,” katanya. “Harga di sini enggak terlalu mahal dan enggak terlalu murah,” kata Hadi. ISTIQOMATUL HAYATI

Rabu, 10 Juni 2009

Cerita Hari ini di lokasi kebakaran 5 ulu (10 juni 2009)

Sampai saat ini Posko yang kami buat di Lokasi Kebakaran Kelurahan 5 Ulu masih tetap Berdiri walaupun semalam kami telah mendapatkan ancaman dari Pihak Pemerintah Baik Kecamatan, Kelurahan, Kepolisian yang mengingginkan Posko yang kami dirikan dengan tenda seadanya guna mendistribusikan beberapa bantuan baik pakaian maupun uang yang kami dapatkan dari masyarakat melalui penggalangan dana di beberapa tempat strategis yang ada dikota Palembang agar segera di tutup, alasannya tenda (posko) yang kami dirikan tidak memiliki izin dari pemerintah untuk menyalurkan dana kepada para Korban Kebakaran.

Ada beberapa kegiatan yang hari ini dilakukan selain kegiatan Rutin masak memasak yang dilakukan oleh Ibu ibu di sekitar Lokasi kebakaran yang tidak menjadi korban dan dari Ibu2 korban Kebakaran itu sendiri juga kami melakukan pembagian Pakaian layak pakai kepada para korban dengan cara memanggil para korban untuk berkumpul dan mempersilakan kepada mereka untuk memilih pakain yang menurut mereka baik untuk mereka pakai. Selanjutnya hari kami menerima kedatangan dari kawan kawan Sriwijaya Rescue Team yang memberikan bantuan uang hasil dari penggalangan dana yang mereka lakukan di beberapa Fakultas di Universitas Sriwijaya Indralaya, selanjutnya kami juga menerima uang dari kawan kawan MAPALA WARIS FKIP Unsri serta dari kawan kawan SISPALA WANALA AGUNG SMA 1 yang sampai hari ini tetap Rutin mengalang bantuan di sekolah nya.

Selain hal itu untuk menghibur masyarakat Korban pada malam hari nya kami tetap melakukan pemutaran Film di Lokasi posko dan alhamdulilah masyarakat korban beserta anak anak nya masih tetap meramaikan acara pemutaran Film yang kami lakukan.namun sebelum pemutaran Film tadi ada beberapa hal yang kami lakukan yaitu mengajak anak anak korban untuk berdiskusi atau belajar sambil bermain yang materinya pada hari ini membahas Film yang mereka tonton pada malam sebelumnya yaitu Film Laskar Pelangi, atas hal tersebut banyak hikmah yang mereka dapat yang salaha satunya walaupun keluarga mereka Hidup dalam kemiskinan mereka harus tetap sekolah, ini terungkap dari beberapa komentar mereka saat diskusi atau belajar berlangsung. Selanjutnya atas kesepakatan mereka (anak2 ) bahwa kegiatan belajar dn diskusi tersebut akan di teruskan setiap hari pukul 13.30 Wib yang tempatnya sesuai dengn keinginan mereka hal ini dilator belakangi oleh mereka yang saat ini sedang menghadapi ujian atau ulangan disekolah nya.

Posko kami tergusur

Seperti yang telah kami ungkapan diatas tadi bahwa dari pihak pemerintah jtidak mengingginkan posko kami berdiri dan telah kami jelaskan juga alasan alasan mereka yang melarang kami mendirikn Posko tersebut. selanjutnya sore tadi tepatnya Pukul 17.30 Wib ada informasi dari masyarakat yang mengatakan bahwa didepan psoko yang kami dirikan tepatnya di Ponton ( Perahu besar yang berbentuk lapangan dan biasa digunakan masyarakat untuk acara Resepsi ) akan ada acara yang dibuat oleh pemerintah dan menghadirkan artis Ibukota yang disponsori oleh PT jamu sido muncul. dan tak lama berselang dari informasi yang di berikan warga tersebut kami melihat banyak alat alat tenda berdatangan ke lokasi didepan tenda kami berdiri yang setlah itu mereka para pekerja mulai merangkainya menjadi tenda terpal
Banyak Komentar warga atas acara tersebut salah satu komentar nya adalah menyesalkan apa yang dilakukan pemrintah tersebut karena menghadirkan atau membuat acara tersebut akan membutuhkan dana yang besar, untuk itu daripada uang nya di hambur hamburkan ada baik nya uang untuk acara ini dibagikan kepada para Korban yang saat ini membutuhkan uang untuk mengembalikan Rumah mereka yang terbakar. Selain komentar dari warga tadi kami pun sedikit mengomentari yaitu pemrintah seharusnya mempertimbangkan secara matang akan kegiatan ini apalgi mendatangkan artis Ibukota yang selain membutuhkan dana sangat besar, juga kondisi Tempat tersebut yang menurut kami tidak memungkinkan untuk dibuat acara, ini berdasrkan pengalaman bahwa halaman BKB yang cukup luas saja ketika ada acara yang mendatangkan artis Ibukota tidak dapat menampung luberan penonton yang berdatangan apalagi dgn lokasi yang super sempit dan padat pemukiman , yang kami yakinkan bahwa tidak hanya korban atau warga yang berada di dekat lokasi saja yang akan berdatangan tetapi juga akan berdatangan warga warga lain nya dari wilayah atau daerah lain yang tidak menjadi korban, hal ini berdasarakan pengamatan dan berita2 di Koran yang menyatakan bahwa warga Palembang adalah warga yang haus akan Hiburan.

Selanjutnya dampak dari hal tersebut yang kami rasakan adalah tergusurnya posko atau tenda yang kami dirikan ditempat acara itu akan dilakukan dan saat ini dijadikan korban untuk tempat menginap karena tenda yang dibuat oleh pemerintah untuk menampung para korban kebakaran tidak ada lagi ( ditutup). Atas kondisi ini dimana nantinya akan bertumpah ruah nya warga dilokasi acara yang juga lokasi posko tenda kami berdiri maka kami mengambil inisiatif untuk menutup(membongkar ) tenda psoko yang kami dirikan yang selama ini telah digunakan untuk korban berteduh dan beristirahat sampai batas waktu yang tidak ditentukan namun tetap dengan dibongkarnya tenda tersebut tidaklah menghentikan kegiatan atau aktifitas yang selama ini kami lakukan tetapi aktifitas ini kami konsentrasikan di satu titik yaitu rumah warga yang letaknya tidak terlalu jauh dari tenda yang kami dirikan.

Demikian cerita hari ini harapan kami semoga pemerintah sadar dan dapat mengevaluasi aktifitas dan kegiatan nya sehingga dapat mengetahui mana yang dibutuhkan korban mana yang hanya akan mendapatkan hasil yang sia sia.dan kepada para donatur yang telah menyumbangkan bantuan nya melalui kami atau semua pihak yang peduli terhadap nasib korban kebakaran yang mungkin membaca tulisan ini kami mohon maaf.

Laporan bantuan yang didapat hari ini
  1. Bantuan yang didapat dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Sriwijaya rescue team Rp 908.000
  2. Bantuan dari Keluarga Kiki anggota sispala Wanala Agung Rp 500.000
  3. Bantuan yang di dapat dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Mapala WARIS FKIP Unsri Rp 1.050.000
  4. Bantuan yang yang didapat dari penggalangan dana yang dilakukan oleh SISPALA WANALA AGUNG SMA 1 Rp 300.000




Selasa, 09 Juni 2009

Cerita di Posko Solidaritas Bencana KEbakaran 5 Ulu

Hari ini beberapa organisasi yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Masyarakat Peduli bencana mulai melakukan penggalangan bantuan di beberapa titik strategis yang ada dikota palembang seperti Simpang 4 Charitas,Unsri,UMP,SMA 1, Ubidar,simpang 4 jaka Baring dll.namun sampai dengan pukul 13.30 WIB Hanya kawan dari simpang 4 cahritas yang di koordinir oleh HMS FT UMP dan dari SMA 1 yang dikoordinir SISPALA WANALA AGUNG yang telah menyetorkan hasil penggalangan bantuan mereka baik itu dalam bentuk uang dan barang.
Untuk sumbangan dalam bentuk uang hari ini kami dapatkan sebesar Rp 870.000,sedangkan dalam bentuk barang terdapat Pakaian, Buku, dan boneka.setelah menerima setoran tersebut kami langsung kelokasi untuk mendirikan tenda barak yang akan digunakan untuk meletakan barang barang bantuan dari hasil penggalanagan dana serta beberapa kegiatan lainnya yang sebelumnya kami lakukan di salah satu rumah warga yang ada di 5 ulu.
saat dilokasi bayak tanggapan dan cerita dari masyarakat yang salah satunya menceritakan bahwa tadi malam ( 08/06) sempat terjadi kericuhan dikarenakan ada masyarakat yang mengejar orang tidak dikenal yang hendak melakukan pembakaran dengan cara menyiram dirigen yang berisi minyak ke salah satu rumah warga yang perkampungan tidak terbakara namun dekat dengan lokasi kebakaran namun aksi tersebut dapat dicegah keburu dipergoki warga lalu orang tersebut lari dan meninggalkan dirigen yang berisi minyak.atas hal ini banyak warga yang mulai menduga duga sebab kebakaran yang menimpa perkampungan Mereka...
Selain itu sampai saat ini masyarakat korban masih mengalami trauma ini terlihat dari kepanikan warga saat melihat Api yang dikeluarkan dari Perbaikan Kabel Listrik yang dilakukan oleh Pemerintah Kota PAlembang banyak warga yang terlihat ketakutan menangis dan berhambur berlarian

Kegiatan Di posko
Dikarenakan banyak nya anak anak atau masyarakat yang mengalami Trauma lalu kami pun membuat acara dengan melakukan pemutaran Film yang menggunakan Infokus di lokasi kebakaran, harapan dari kegiatan pemutaran Film Ini masyarakat Korban dapat terhibur dan melupakan sejenak kesedihan nya dan syukur hal ini disambut baik oleh Masyarakat dengan mendatangi Ramai ramai lokasi pemutaran Film sambil sekali kali ada beberapa warga yang mengajak warga yang lain untuk bergantian Ronda keliling guna nya untuk mencegah aksi percobaan seperti yang terjadi tadi malam.

saat sedang asyik nya memutar Film ada warga yang mendatangi kami dan meminta kami ke Posko terpadu (posko Pemerintah) yang berada di Depan Lorong Keramat untuk menemui RW,Lurah,CAMAT guna menanyakan izin dari pndirian Posko yang kami lakukan, atas hal itu salah satu wakil dari kami yang ditemani salah satu warga pun memenuhi panggilan tersebut dalam peretmuan tersebut pihak pemerintah menanyakan IZin pendirian posko yang kami lakukan dan meminta agar Posko yang kami buat untuk segera dihentikan(ditutup) dan menyerahkan bantuan yang akan kami berikan kewarga di serahkan ke Posko Terpadu, atas hal itu kami pun menolak dan mengatakan bahwa kami telah meminta izin kepada warga pemilik Lokasi pendirian Posko kami dan beberapa RT yang ada di Lokasi kebakaran dan mereka mengizinkan apalagi Posko yang kami buat sangat dekat dengan Lokasi Kebakaran (Baca :Laut ) tidak seperti Posko yang pemerintah buat yang jauh dari Lokasi sehingga dengan izin tersebut menurut kami tidak ada maslah lagi.
Setelah itu wakil dari kami kembali ke Posko namun tak lama kemudian datang lagi orang orang yang mengaku dari Pihak kepolisian yang juga meminta agar Posko tersebut di tutup karena tidak punya izin dan dengan argumen yang sama kamipun menjawab seperti yang kami nyatakan dengan camat,lurah dan RW sebelumnya, atas hal itu pihak kepolisian meminta agar kita terus berkoordiansi dengan mereka soal keamanan dan melaporkan nama nama Organisasi yang tergabung dalam Solidaritas Maysrakat Peduli Bencana.setelah piahk kepolisian pergi muncul obrolan dari masyarakat yang mengatkan bahwa Pak Polisi, Camat, Lurah dan RW yang melarang pendirian Posko kami tersebut dikarenakan mereka tidak mendapat setoran (pungli) dari Kami.



Minggu, 13 Januari 2008

Selamat Tahun Baru 2008


Tahun baru telah tiba sekarang kita telah memasuki Tahun 2008,tahun yang pribadi kita harapkan sebagai Tahun yang lebih baik bagi tahun- tahun sebelum nya tapi ini hanya sekedar harapan karena semua nya itu di tentuka oleh diri kita sendiri semakin berusaha kita untuk hidup lebih baik maka semakin besar peluang keberhasilan kita akan tercapai.jadi tetap semangat dan jadi kan hidup kita lebih berarti bagi diri kita sendiri,oranf lain dan Negara Ini.........




PErjalanan dan cerita ku ketika 2007 berakhir : Tahun baru 2008 ini aku tidak dapat melewati tahun baru ku ini dengan keluarga ataupun orang - orang terdekat ku karena pada tanggal 29 Desember 2007, aku harus mengerjakan sesuatu yaitu melakukan perjalanan menuju Desa-Desa yang berada di Ogan Komering ILir untuk emlakukan sebuah investigasi tentang Dampak Perkebunan Kelapa sawit Bagi kehidupan EKONOMI,Sosial dan budaya bagi masyarakat sekitar nya . Perjalanan ini kami memakai kendaraan 2 sepeda motor karena yang ikut sebanyak 4 orang termasuk aku,seharus nya perjalanan yang kami tempuh hanya sekitar 6 jam namun karena kami sendiri belum tahu daerah nya maka dampak nya banyak kejadian yang kami alami dari tersesat,pecah Ban,Putus RAntai,terbalik dan mogok di tengah - tengah perkebunan kelapa sawit sehingg resiko yang di timbulkan yaitu waktu perjalanan kami memakan waktu 12 jam lebih.Capek Deh .......
Besok hari nya kami mulai melakukan Tugas masing masing yaitu mencari Desa yang terkena dampak dari perkebunan kelapa SAwit yang dalam hal ini Perusahaan yang di bawahi oleh Wilmar Groups.singkat cerita semua data dari desa-desa yang kami kunjungi telah selesai dan akhirnya kami istirahat pulang sebelum jam 4 sore karena sebelum kami berangkat tadi kami telah di beri pesan oleh warga desa bahwa jangan pulang di atas jam 4 karena daerah ini masih rawan dengan penodongan dan baru semalam ada seorang meninggal karena di rampok ketika di perjalanan pulang kerumah.
malam hari nya tak terasa dan kami menyadari bahwa malam ini adalah malam Tahun baru 2008 dan kami pun diajak oleh warga kampung untuk ikut acara penyambutan tahun baru yang letak nya di depan rumah sekretaris desa geronggang ketika kami kesana ternyata acara diisi terlebih dahulu dengan pembacaan surat Yasin sesudah nya baru diisi dengan acara hiburan sambil menunggu pukul 00.00 WIB.saat jam telah menunjukan pukul 23.55 Wib warga mulai menghidupkan api unggun yang tingginya mencapai 10 meter ( Foto).ternyata asyik juga Tahun baruan didesa sesuasana kekeluargaan nya masih dapat kita nikmati setelah waktu telah menunjukan pukul 02.00 wib kami pun mulai berpamitan pulang karaen besok kami harus berjalan menuju arah perbatasan LAmpung dan sum-se untuk melanjutkan tugas yang sama......

ehm udah jam berapa ni aku udan mulai ngantuk tidur dulu ah.......dahhhh