Sabtu, 30 Januari 2010

Adipura Bakal Terganjal Drainase

Sunday, 31 January 2010
PALEMBANG (SI) – Proses penilaian Adipura tahap pertama oleh pemerintah pusat hampir memasuki tahap akhir.Sejumlah titik penilaian masuk dalam kategori aman,kecuali drainase dan saluran air yang tak maksimal.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang Kms Abubakar mengemukakan, dari 160 titik pantau penilaian Adipura tahun 2009–2010,Palembang saat ini masih berada di posisi aman untuk kategori kota metropolitan.Namun, untuk titik penilaian drainase dan saluran air lain, masih perlu peningkatan.

”Kita yakin masuk lima besar karena sejumlah titik pantau, seperti pasar, terminal, rumah sakit, penilaiannya mungkin masih bagus. Meskipun kita belum tahu berapa nilainya,saya optimistis masih bagus. Nah, kalau drainase, kemungkinan masih belum optimal karena banyak drainase yang perlu peningkatan kebersihannya,”ujarnya di Palembang kemarin. Selain drainase, lanjut Abu, penghijauan kota juga kemungkinan masih belum maksimal.

“Tetapi sekarang kita sudah upayakan untuk menggalakkan penghijauan, khususnya di pemukiman di kelurahan dan kecamatan. Karena itu, kita harapkan agar ini terus ditingkatkan, sehingga penghijauan di Palembang bisa makin optimal,” bebernya. Sedangkan untuk yang paling baik, tambah Abu, kemungkinan penilaian di bidang pengomposan dan 3R (reuse, recycle, dan reduce).

“Upaya kita untuk menerapkan 3R ini, sudah maksimal. Itu terlihat dari tempat sampah di berbagai dinas, instansi, sekolah, atau pusat perbelanjaan yang sudah dipisah antara sampah organik dan nonorganik.Inilah yang harus ditingkatkan lagi,”paparnya. Sementara untuk penilaian tahap kedua, diperkirakan baru akan dilakukan pada awal Maret mendatang.

“Memasuki tahap kedua ini, kita minta peran serta masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungannya.Termasuk, dengan membersihkan drainase yang ada di tempat tinggalnya,” tegasnya. Mengenairendahnya nilaisistem drainase dan saluran air sendiri,Kepala Dinas PU-BM Palembang Kira Tarigan menjelaskan,untuk pembenahan drainase dan kolam retensi di Palembang,pihaknya mengajak seluruh camat dan lurah untuk bekerja sama.

“Kita minta seluruh camat dan lurah untuk membantu mengawasi drainase dan saluran air yang ada di kawasannya. Sebab, mereka yang mengawasi terdekat dengan lingkungan nya,” sebutnya. Kira menambahkan, sejauh ini Palembang memang masih membutuhkan penambahan kolam retensi.

Untuk kota dengan luas 102,47 km2, setidaknya Palembang membutuhkan sampai 50 kolam retensi. “Sekarang ini, baru ada 20 kolam.Untuk itu, tahun depan kita akan upayakan penambahan kolam retensiyangbarulagi.Inijugauntuk menunjang 19 sistem drainase yang ada di Palembang,”tegasnya. Dia mengatakan,dari 20 kolam retensi yang ada juga telah mengalami pendangkalan.

“Idealnya kolam retensi itu memiliki kedalaman sampai 5 meter. Sekarang karena sudahtertutupLumpurdansampah, kedalaman tinggal 2,5 meter saja.Ini sangat memengaruhi daya tampung dari kolam retensi,”kata dia. Selainsampahdanlumpur,lanjut Kira,limbah cucian mobil juga membuat sedimentasi di kolam retensi makin parah. “Sedimentasi makin parah karena limbah cucian mobil membentuk endapan.

Kita sudah peringatkan sejumlah cucian mobil untuktidakmembuanglimbahnya di kolam retensi.Tapi,masih ada juga yang melanggar,”ungkapnya. Untuk menanggulangi hal ini, tambah Kira,tahun ini Dinas PU-BM fokus melakukan pengerukan kolam retensi. Sebanyak 13 kolam retensi akan dikeruk mulai pertengahan tahun ini.

“Tahun lalu kita sudah keruk lima kolam retensi,yakni kolam di samping RS Siti Khodijah,Talang Aman,Perumnas,depan Yayasan IBA, dan Kambang Iwak Kecik (samping Masjid Taqwa),”urainya. Mengenai dananya, imbuh dia, termasuk dalam dana pemeliharaan rutin di Dinas PU-BM, yakni Rp250 juta.

“Dananya masuk dana rutin.Yang jelas, tahun ini kita fokus juga melanjutkan pengerukan di kolam retensi. Bahkan pada tahun ini,kita akan mendapatkan kucuran dana dari Jepang sebesar Rp40 miliar. Rencananya dana ini untuk normalisasi Sungai Bendung, Sungai Aur,Sekanak,dan Sungai Buah. Ini juga ada bantuan dari Balai Sungai Wilayah Sumatera VIII,”jelas dia.

Menurut Manajer Pengembangan Sumber Daya dan Organisasi Wahana Lingkungan Hidup (walhi) Sumsel, Hadi Djatmiko mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengawalan ketat terhadap rencana tata ruang wilayah yang akan digagas Pemkot Palembang. “Tujuannya agar kolam retensi dan drainase yang ada saat ini tidak akan terulang lagi pada masa mendatang. Ini merupakan pekerjaan yang harus segera diselesaikan Pemkot Palembang,” ujarnya tadi malam.

Hadi mengatakan, kondisi kolam retensi dan drainase di Kota Palembang memang cukup memprihatinkan. ”Seharusnya pemkot tidak hanya berupaya meningkatkan jumlah kolam retensi tersebut, tetapi juga harus mencarikan solusi. Bahkan, upaya pengerukan yang dilakukan Pemkot Palembang jangan hanya formalitas, harus terus rutin dilakukan, ”tegasnya. Dia menambahkan,Pemkot Palembang seharusnya dapat lebih memperketat pemberian izin untuk memperluas galian tersebut.

”Jangan sampai proyek tersebut sampai ke tangan yang kurang berkompeten, sehingga terkesan hanya menghambur-hamburkan uang APBD. Bahkan, daripada melakukan pembangunan kolam retensi yang baru, ada baiknya lebih perhatian untuk memperluas ruang terbuka hijau dan mempertahankan rawa-rawa sebagai daerah serapan air yang ada, itu lebih dari cukup untuk meminimalisasi timbulnya banjir di kota Palembang ini.Tanpa upaya itu semua, drainase dan banjir tetap menjadi masalah,”katanya. (andhiko tungga alam)



Jumat, 25 Desember 2009

DPRD Sumsel Akan Panggil Pertamina

Selasa, Desember 22, 2009

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Selatan (Sumsel) akan memanggil PT Pertamina, berkaitan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pengoperasian pipa minyak dan gas (migas) di daerah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Darmadi Jufri, menanggapi tuntutan dari massa aksi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumsel, di Palembang, Selasa, menegaskan pihaknya segera memanggil PT Pertamina di daerah itu.

Menurut dia, persoalan ini akan dipelajari terlebih dahulu, dan bila ternyata hal tersebut menjadi kewenangannya maka pihaknya akan menindaklanjuti.

"Kami akan mengadakan rapat untuk menyikapi persoalan ini, dan juga akan melibatkan pihak terkait, seperti Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertambangan serta PT Pertamina untuk mempertanyakan peristiwa itu," kata dia pula.

Ia menyatakan, persoalan pencemaran lingkungan dan dampak bagi masyarakat di Kabupaten Muaraenim akibat semburan lumpur panas dan juga meledaknya pipa milik PT Pertamina, serta bentuk pencemaran lingkungan lainnya akibat perusahaan migas milik swasta di daerahnya akan menjadi perhatian pula.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumsel, H Ahmad Najib mengatakan, pihaknya juga telah melayangkan surat pemberitahuan kepada PT Pertamina dan PT Conoco Pillips yang diduga melakukan kelalaian dalam operasional di tempat mereka, sehingga terjadi pencemaran lingkungan dan kerugian yang menimpa masyarakat.

"Bila terbukti melakukan kesalahan, perusahaan akan ditindak dengan memberikan sanksi administrasi," kata dia pula.

Menurut Royyan Perdana, koordinator aksi, kasus penecemaran lingkungan yang terjadi akibat kelalaian PT Pertamina, PT Conoco Pilips, dan PT Elnusa Tri Star sub kontraktor Pertamina di bulan Desember 2009 ini, mencapai lima kali kasus pencemaran lingkungan diduga akibat kebocoran pipa minyak secara berturut-turut.

Dia mengingatkan, akibat pencemaran lingkungan itu berdampak buruk terhdap masyarakat, seperti dialami warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Muaraenim yang membuat kebun warga tercemar sehingga menimbulkan keresahan bagi penduduk setempat.

"Ledakan pipa minyak dan gas milik PT Pertamina itu, sampai menimbulkan korban jiwa merupakan bukti konkret kelalaian dari pihak perusahaan," kata dia.

Ia mengungkapkan, semburan lumpur panas dari sumur 145 PT Pertamina di Desa Talang Balai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muba, telah mengganggu aktivitas empat desa yang berada di sana terutama air sungai menjadi tercemar.

Hadi Jatmiko, juru bicara aksi mengatakan, hingga sekarang ini pencemaran lingkungan oleh pihak perusahaan minyak dan gas mencapai 40 kasus, dan didominasi oleh PT Pertamina.

"Hal ini semakin memperlihatkan kepada kita semua bahwa perusahaan industri minyak dan gas di Sumsel, tidak pernah konsisten untuk mengelola sumber daya alam (SDM) yang baik dan sehat," kata dia lagi.

Karena itu, WALHI Sumsel menuntut pemda setempat segera melakukan audit lingkungan terhadap PT Pertamina, dan mendesak penegak hukum untuk mengusut serta mengadili pejabat perusahaan itu yang terbukti lalai dalam mencegah dan menanggulangi berbagai persoalan lingkungan dan pencemaran yang sering terjadi.

Mereka juga mendesak pemerintah daerah itu mengawasi secara intensif seluruh operasional dan infrastruktur perusahaan migas di Sumsel, seperti PT Pertamina, PT Conoco Pillips, PT Medco Energi, PT Elnusa, dan PT Indo Jaya.




Senin, 02 November 2009

Banjir Masih Mengancam Palembang

Saturday, 31 October 2009

PALEMBANG(SI) –Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel,menilai bencana banjir di kota Palembang akan terus terjadi. Pemkot Palembang dinilai tak serius menanggulangi banjir.

Pembiaraan terhadap penimbunan rawa,pembangunan sistem drainase perkotaan yang tidak berwawasan lingkungan menjadi penyebab utama,ancaman tersebut. Berdasarkan catatan Walhi, sejak awal tahun banjir terus saja terjadi di kota Palembang.”Sudah lebih dari 11 bencana banjir di kota Palembang.Itu yang terhitung berdasarkan pelaporan masyarakat sejak bulan, Januari hingga April, yakni puncak musim hujan tahun lalu,” ujar Ketua Bidang Kajian dan Penelitian,Walhi Sumsel,Hadi Jatmiko kepada SI,kemarin.

Bahkan, sambung Hadi, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia,mencatat dari 33 Provinsi di tanah air,hingga akhir tahun 2008 terdapat 27 provinsi yang secara serius rentan tertimpa bencana banjir dan tanah longsor,salah satunya Provinsi Sumsel. ” Rentetan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor terus melanda Sumatera Selatan adalah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi,”katanya. Hadi mengatakan, setidaknya sejak bulan Januari hingga pertengahan Desember 2008 lalu, telah terjadi 39 kali bencana banjir dan lonsor yang tersebar di kota dan kabupaten di Sumatera Selatan.

”Palembang,MUBA,MURA, Banyuasin, OKI, Muara Enim, Lahat, Prabumulih, dan OKU Timur semuanya mengalami banjir dan longsor,”terangnya. Akibat bencana banjir tersebut pula, Kata Hadi,menyebabkan pasokan sayur-mayur menjadi terhambat, yang berpengaruh kepada meningginya harga akibat menipisnya stok atau persediaan. ” Diperparah lagi, banjir juga telah mengisolasi perkampungan masyarakat, termasuk sulitnya ribuan orang untuk memperoleh air bersih, bencana banjir di OKU Timur di Bulan Februari 2008 yang melanda 46 Desa di 13 Kecamatan,”tuturnya.

Untuk Kota Pelembang sendiri, Hadi menjelaskan, sebagian besar wilayah kota Palembang selalu terendam banjir. Beberapa titiktitik banjir di kota Palembang yakni,Kelurahan Ario Kemuning, di Kecamatan Sematang Borang, sejumlah titik banjir di kawasan jalan Sukamto dan jalan Mayor Ruslan, 8 Ilir, Kelurahan Pakjo, jalan A.Yani,Kecamatan Seberang Ulu II,dan beberapa tempat di Kelurahan 5 Ilir,Ilir Timur II,Kelurahan dua Ilir,Kolonel H.Burlian, dan Kecamatan Alang-alang Lebar.

Sehingga, Pemerintah kota Palembang harus memiliki solusi yang kongkret terhadap bencana banjir dengan cara mengurangi potensi penyebab bencana banjir pada ekologi Palembang.”Setidaknya jangan menjadi bencana tahunan dan langganan ketika musim hujan lah.Kok Palembang terus banjir,”cetusnya. Terpisah,Kepala Dinas PU Bina Marga Kota Palembang, Kira Tarigan mengatakan,saat ini,PU telah mengaktifkan dua pompa yang akan membuang genangan banjir di Palembang.

”Kita tidak bisa langsung menbuat Palembang bebas banjir.Kan sudah ada pompa dengan kapasitas besar yang akan membuang genangan banjir ke sungai musi.Ya dimaksimalkan saja fungsinya,”jelasnya ke SI. (CR1)



Kamis, 03 September 2009

Surat Kepada Sahabat Malaysia (From Indonesia)

Ramadhan 1430 H
Kepada sahabatku, Malaysia.. masih ingatkah suratku kepadamu tiga tahun lalu?

Hai, sahabatku
Malaysia. Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini? Wah, tentunya
sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu karena
sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tetapi kali ini kesibukan itu kau jalani sambi menikmati Tari Pendet ya? Tapi, walaupun sibuk, jangan lupa
untuk mengeluarkan zakat fitrahnya ya... ingat lho, ini kewajiban.

Hai
sahabatku Malaysia. Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa
Sayange ya, ups lupa... lagu Rasa Sayang Hey. Lagu itu memang punya
irama yang bagus dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk
berbalas pantun. Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang
bagus, makanya kamu bilang bahwa lagu Rasa Sayang Hey itu adalah
lagumu. Tenang saja, aku nggak marah kok, sebab aku punya ribuan lagu
lainnya. Kamu mau?

Hai sahabatku Malaysia. Jangan lupa ya
lebaran nanti kamu pasti dikunjungi oleh saudara-saudaramu. Wah, di
rumah pasti sibuknya luar biasa. Piring yang kotor, gelas yang
berantakan, karpet yang terkena tumpahan kuah, atau sampah yang
berserakan. Sahabatku, kamu jangan khawatir. Sebab, saudaraku akan
memberesi semua yang berantakan itu. Kalau saudaraku tidak bekerja
sesuai keinginanmu, ya sudah dicambuk saja, disuruh loncat dari
jendela, atau gajinya nggak usah diberi. Bukannya kamu selama ini juga
begitu?

Hai sahabatku, Malaysia. Di saat lebaran nanti, jangan
marah ya kalau ada asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu.
Karena hanya itu oleh-oleh yang bisa aku berikan kepadamu. Meski
sebenarnya aku ingin memberikan buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa
ya kalau pohon-pohonku sudah kamu ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan
hutan di Sumatera dan Kalimantan sekarang sudah habis olehmu.

Hai
sahabatku, Malaysia. Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu akan
pakai batik motif perang itukan? Wah, kalau itu sih memang bagus
sekali. Di sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta. Sama? Memang
sama, tapi kan katanya kamu yang punya dan asli dari sana.

Apalagi
ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan lauknya
rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana. Aku pernah lho dapat
kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN MALAYSIA.
Hmm, memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep makanan
dan masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep khas
Indonesia yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok,
bahkan kalau kamu bilang khas dan asli dari Malaysia pun aku nggak
marah.

Hai sahabatku, Malaysia. O ya menjelang lebaran nanti
tanggal 10 Oktober ada astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa
dengan Soyuz. Wah, selamat ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak
sia-sia bapak-ibu guru kami mengajari anak-anak Malaysia pendidikan.
Bahkan sampai sekarang pun masih banyak kan profesor Indonesia yang
mengajar di sana. Wah, kalau kamu lupa terhadap siapa gurunya, ya nggak
apa-apa. Karena bagi aku guru itu adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda
jasa. Jadi kalau kamu melupakan sejarah dan kenyataan itu ya wajar
saja.

Hai sahabatku, Malaysia. Suatu saat nanti aku akan
berlebaran di sana. Tapi apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku
INDONESIA dan bukan INDON. Kalau kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh,
selama ini kamu juga sering lupa. Maklum kamu kan orang muda yang
ngakunya tua bangka. He he he he....

Ya sudah sahabatku,
Malaysia. Di bulan yang baik dan berkah ini, kuucapkan kepadamu untuk
menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan sedih.... aku, Indonesia nggak
apa-apa kok.
Aku selalu paham kok kalau kamu memang begitu, dan memang sifatnya begitu.

dari sahabatmu,
Indonesia

Note: oh ya, tenang saja... warga negaramu Noordin M Top masih baik-baik saja kok di Indonesia, dia masih gemar ngebom sana-sini...



Senin, 06 Juli 2009

Tunjuk Aja Langsung SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presidem...??!!!

A. Karena pasti menang
  1. Dengan Daftar pemilih Tetap utk pilpres yg diduga ada jutaan pemilih ganda (meski sering dikemukakan bahwa masyarakat berhak mengkoreksi DPS sebelum menjadi DPT, tapi fakta menunjukkan bahwa sesuai aturan KPU tidak punya kewajiban memperlihatkan DPS/DPT) Jadi jika ada orang yang kehilangan hak pilih krn tdk ada dlm DPT, atau ada jutaan pemilih ganda, ini sudah sesuai aturan yang berlaku
  2. penerima BLT dan pegawai negeri, pensiunan, honorer daerah dll penerima gaji ekstra (gaji ke 13) jelas akan memilihyang telah memberi uang
  3. seluruh pegawai BUMN atau perusahaan negara, khususnya pegawai rendahan dan yang terisolir seperti di daerah perkebunan dsb, sangat besar kemungkinan diarahkan memilih oleh para pimpinan BUMN, perusahaan negara dsb, yang sekarang menjadi anggota tim sukses dari SBY, yang mengangkat mereka (tim suksesnya, dan keluarga Bu ani SBY) sebagai komisaris, pimpinan dari BUMN, perusahaan2 negara dsb.
  4. pencitraan positif kepada SBY oleh hampir seluruh media massa cetak maupun elektronik, yang berlomba2 dekat kepada SBY, karena pimpinannya ingin kebagian kapling. Dan pencitraan negatif kepada pesaing SBY, secara langsung maupun secara tidak langsung yang secara perlahan menurunkan citra para pesaing
  5. Dalam pilpres tidak ada tabulasi nasional, artinya yang tahu perolehan suara yang sebenarnya, hanya KPU. Yang diumumkan ke masyarakat adalah data yang sudah diolah KPU. tahu sendiri bukan peran KPU dalam pemilu legislatif yang menggelembungkan perolehan suara partai Demokrat

B. daripada Hutang negara bertambah besar

  1. untuk kampanye atau money politics alias politik sogok (Uang BLT = ternyata uang hutang, Gaji ke 13 Pegawai negeri, pensiuan dll = ternyata juga dari hutang baru dari ADB yang cair bulan Juni 2009 = 10,46 trilyun).
  2. daripada uang negara, BUMN dll habis untuk kampanye dan menjaring suara (membeli suara).

C. Daripada beban bunga dari hutang semakin membuat negara melotot hampir mati.

  1. Karena hutang zaman SBY bunganya 14-15% (bandingkan dg hutang zaman orde baru yang bunganya 5%).
  2. Infonya, patut diduga dalam setiap pembayaran cicilan hutang ada fee 2,5% (jika zaman Orba, fee ketepatan dalam pembayaran kepada personal pucuk pimpinan negara 1%, dan tidak diterima, tapi dibayarkan kembali sebagai cicilan hutang) zaman sekarang fee tidak dibayarkan kembali sebagai cicilan hutang, dan juga tidak perlu dilaporkan kepada negara, karena memang kebijakan pihak luar negeri itu ditujukan kepada pejabat yang berprestasi).
  3. Nah daripada semakin menambah semangat yang rajin dari pak SBY berhutang, karena iming2 fee.. mendingan tidak usah ada pilpres, karena yang tampak didepan mata saja, utang untuk BLT sebagai produk unggulan kemenangan partai demokrat & Gaji ke 13 untuk pegawai negeri dll sebagai produk unggulan pencitraan SBY, sudah puluhan trilyun rupiah)

D. Untuk itu, seharusnya Megawati-Prabowo, JK-Wiranto, tahu diri dikitlah....


  1. daripada sibuk kampanye tapi jelas pasti akan kalah. Tindakan Mega-Pro, JK-Win, ini hanya akan menguras uang dari pak SBY dkk untuk mengimbangi langkah2 pesaing.
  2. daripada uang pak SBY habis untuk kampanye, pencitraan dll, bukankah lebih baik untuk kemakmuran rakyat?
E. Untuk itu sadarlah anda hei.. Mega-pro, JK-Win...

  1. 1. bahwa anda hanyalah calon pendamping, dari Calon jadi yakni SBY-Boediono, biar keliatan demokratis.
  2. Tindakan anda yang kampanye all out hanya sia2 karena dukungan Loby Yahudi melalui AS sangat kuat dalam pemilihan Presiden kali ini.
  3. Sebab jika anda sangat all out dalam persaingan pilpres, dana dari para loby yahudi akan semakin besar, dan itu diperhitungkan dengan sumber daya alam yang akan dikeruk oleh mereka, yakni yang sudah berlangsung Freeport, dan kalau berhasil memenangkan SBY nanti, natuna dll semakin banyak yang dikeruk mereka.
  4. Kalau anda tidak all-out, khan tidak terlalu banyak dana dan kekuatan dari Loby Yahudi melalui AS yang diberikan untuk pemenangan pak SBY. Otomatis jika tidak banyak, tentunya tidak banyak pula kompensasi yg diberikan untuk kaum yahudi.

F. Untuk itu agar hemat kekayaan negara, uang rakyat dll,

  1. Pilpres cukup satu putaran aja deh...
  2. kalau perlu daripada habis uang banyak, tidak usah ada pilpres, dan segera saja Mega-Pro, JK-Win, mengundurkan diri dari persaingan Pilpres dan meminta Presiden SBY sebagai kepala negara mengesahkan SBY-Boediono sebagai kepala pemerintahan.

G. kalau perlu nantinya menjelang tahun 2014

  1. jika Putra2 SBY (yang karirnya melesat dan sudah semakin dipersiapkan dengan berbagai fasilitas) belum siap sebagai Calon presiden, kita semua rakyat Indonesia akan meminta Presiden SBY mengeluarkan Dekrit Presiden, kembali ke UUD 1945, sehingga bisa diangkat menjadi presiden lagi, sampai putra2 beliau siap menjadi Calon Pengganti.
  2. Tapi bisa dengan proses pemilu wajar jika putra2 SBY siap jadi Presiden, dengan sudah melesatnya karir Putra SBY yang di militer, mungkin 5 tahun lagi sudah jadi jenderal dan memegang posisi
  3. strategis di militer, juga putra yang sipil sudah jadi politisi dengan posisi kunci dan kekayaan hasil berbisnis, sebagaimana diungkap oleh sebuah tabloid ibu kota (baca www.indonesia-monitor.com yang mengungkap bisnis anak2 SBY dan keluarga SBY serta keluarga Ibu Ani SBY di berbagai perusahaan swasta maupun BUMN serta perusahaan negara) yang begitu mau beredar sudah diborong habis puluhan ribu eksemplar oleh orang2 misterius, sehingga tidak sempat beredar di masyarakat.

Setuju Bukan??? tidak usah ada pilpres... untuk penghematan uang rakyat jika perlu ada pilpres untuk sekedar formalitas bahwa seolah2 sudah ada demokrasi, ya cukup 1 putaran aja.. biar tidak ada pemborosan uang rakyat.


Daripada ada pilpres, tapi ibarat seperti Liga Indonesia.

  • Penonton yang boleh masuk sudah diatur hanya untuk mendukung kesebelasan tuan rumah.
  • wasit, hakim garis, tukang pasang skor, bahkan petugas keamanan sampai wartawan peliput berita petandingan sudah merupakan pegawai dari klub tuan rumah
  • sudah begitu 2 hari sebelum petandingan, tim tamu tidak dikasi makan dan minum, tapi digiring dan dipaksa bertanding
  • maka lihat saja betapa Liga Indonesia begitu sering jadi ajang mafia judi dan ajang tawuran massal,
  • karena kecurangan begitu, rapi terorganisir, maka sportifitas tidak ada, mutu sepakbola hancur

Coba pilpres seperti Liga Inggris/ Liga Italia

  • meski dimungkinkan ada kecurangan, tapi kecurangan tidaklah sistematis, terorganisir. mungkin ada ketidak puasan karena kurang jeli wasit, atau ada kecurangan pemain yang tidak tampak wasit
  • Maka didalam stadion begitu hingar bingar saling ejek antar suporter atau mungkin antar pemain... tapi selesai pertandingan... kalah menang tetap happy, meskipun mungkin ada rasa kecewa, sedih karena timnya kalah... tapi hanya sesaat. karena yang penting telah disuguhkan sebuah tontonan pertandingan yang menarik..
  • Hmmm kompetisi sepakbola akhirnya menjadi dunia hiburan bagi masyarakat... maka mutu sepakbola terus meningkat. Kalau kecurangan secara sistematik dan terorganisir dalam dunia sepakbola.... yang hancur adalah mutu sepakbola.. Tapi kalau kecurangan secara sistematik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara. Yang hancur adalah masa depan rakyat Indonesia beserta anak cucunya...

Coba saja tengok sebuah fakta yang mengerikan yang jelas terlihat didepan mata, yakni propinsi Papua ,dengan penduduk hanya 2juta jiwa, termasuk pendatang... Ratusan trilyun dikeruk oleh AS sebagai kompensasi karena berjasa menumbangkan Soekarno dan mengesahkan Presiden penggantinya..
Orang papua yang hidup dipinggir kompleks benteng asing (freeport), beli baju saja susah, hidup miskin, penyakitan. mau makan daging saja, harus menunggu sisa dari makanan penghuni benteng komplek freeport yang makanannya berstandard internasional.. padahal APBD propinsi saja berapa trilyun? belum APBD masing2 kabupaten di 2 propinsi papua... Belum lagi dana Comunity Develepment (Comdef) dari adanya penambangan yang jumlahnya ratusan milyar,

Tapi hasil yang dirasakan rakyat adalah...
Dulu ada yang namanya gunung yang sangat tinggi...
sekarang berubah menjadi jurang yang sangat dalam
Rakyatnya dapat bagian racun logam berat