Kamis, 03 September 2009

Surat Kepada Sahabat Malaysia (From Indonesia)

Ramadhan 1430 H
Kepada sahabatku, Malaysia.. masih ingatkah suratku kepadamu tiga tahun lalu?

Hai, sahabatku
Malaysia. Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini? Wah, tentunya
sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu karena
sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tetapi kali ini kesibukan itu kau jalani sambi menikmati Tari Pendet ya? Tapi, walaupun sibuk, jangan lupa
untuk mengeluarkan zakat fitrahnya ya... ingat lho, ini kewajiban.

Hai
sahabatku Malaysia. Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa
Sayange ya, ups lupa... lagu Rasa Sayang Hey. Lagu itu memang punya
irama yang bagus dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk
berbalas pantun. Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang
bagus, makanya kamu bilang bahwa lagu Rasa Sayang Hey itu adalah
lagumu. Tenang saja, aku nggak marah kok, sebab aku punya ribuan lagu
lainnya. Kamu mau?

Hai sahabatku Malaysia. Jangan lupa ya
lebaran nanti kamu pasti dikunjungi oleh saudara-saudaramu. Wah, di
rumah pasti sibuknya luar biasa. Piring yang kotor, gelas yang
berantakan, karpet yang terkena tumpahan kuah, atau sampah yang
berserakan. Sahabatku, kamu jangan khawatir. Sebab, saudaraku akan
memberesi semua yang berantakan itu. Kalau saudaraku tidak bekerja
sesuai keinginanmu, ya sudah dicambuk saja, disuruh loncat dari
jendela, atau gajinya nggak usah diberi. Bukannya kamu selama ini juga
begitu?

Hai sahabatku, Malaysia. Di saat lebaran nanti, jangan
marah ya kalau ada asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu.
Karena hanya itu oleh-oleh yang bisa aku berikan kepadamu. Meski
sebenarnya aku ingin memberikan buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa
ya kalau pohon-pohonku sudah kamu ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan
hutan di Sumatera dan Kalimantan sekarang sudah habis olehmu.

Hai
sahabatku, Malaysia. Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu akan
pakai batik motif perang itukan? Wah, kalau itu sih memang bagus
sekali. Di sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta. Sama? Memang
sama, tapi kan katanya kamu yang punya dan asli dari sana.

Apalagi
ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan lauknya
rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana. Aku pernah lho dapat
kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN MALAYSIA.
Hmm, memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep makanan
dan masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep khas
Indonesia yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok,
bahkan kalau kamu bilang khas dan asli dari Malaysia pun aku nggak
marah.

Hai sahabatku, Malaysia. O ya menjelang lebaran nanti
tanggal 10 Oktober ada astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa
dengan Soyuz. Wah, selamat ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak
sia-sia bapak-ibu guru kami mengajari anak-anak Malaysia pendidikan.
Bahkan sampai sekarang pun masih banyak kan profesor Indonesia yang
mengajar di sana. Wah, kalau kamu lupa terhadap siapa gurunya, ya nggak
apa-apa. Karena bagi aku guru itu adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda
jasa. Jadi kalau kamu melupakan sejarah dan kenyataan itu ya wajar
saja.

Hai sahabatku, Malaysia. Suatu saat nanti aku akan
berlebaran di sana. Tapi apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku
INDONESIA dan bukan INDON. Kalau kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh,
selama ini kamu juga sering lupa. Maklum kamu kan orang muda yang
ngakunya tua bangka. He he he he....

Ya sudah sahabatku,
Malaysia. Di bulan yang baik dan berkah ini, kuucapkan kepadamu untuk
menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan sedih.... aku, Indonesia nggak
apa-apa kok.
Aku selalu paham kok kalau kamu memang begitu, dan memang sifatnya begitu.

dari sahabatmu,
Indonesia

Note: oh ya, tenang saja... warga negaramu Noordin M Top masih baik-baik saja kok di Indonesia, dia masih gemar ngebom sana-sini...



Senin, 06 Juli 2009

Tunjuk Aja Langsung SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presidem...??!!!

A. Karena pasti menang
  1. Dengan Daftar pemilih Tetap utk pilpres yg diduga ada jutaan pemilih ganda (meski sering dikemukakan bahwa masyarakat berhak mengkoreksi DPS sebelum menjadi DPT, tapi fakta menunjukkan bahwa sesuai aturan KPU tidak punya kewajiban memperlihatkan DPS/DPT) Jadi jika ada orang yang kehilangan hak pilih krn tdk ada dlm DPT, atau ada jutaan pemilih ganda, ini sudah sesuai aturan yang berlaku
  2. penerima BLT dan pegawai negeri, pensiunan, honorer daerah dll penerima gaji ekstra (gaji ke 13) jelas akan memilihyang telah memberi uang
  3. seluruh pegawai BUMN atau perusahaan negara, khususnya pegawai rendahan dan yang terisolir seperti di daerah perkebunan dsb, sangat besar kemungkinan diarahkan memilih oleh para pimpinan BUMN, perusahaan negara dsb, yang sekarang menjadi anggota tim sukses dari SBY, yang mengangkat mereka (tim suksesnya, dan keluarga Bu ani SBY) sebagai komisaris, pimpinan dari BUMN, perusahaan2 negara dsb.
  4. pencitraan positif kepada SBY oleh hampir seluruh media massa cetak maupun elektronik, yang berlomba2 dekat kepada SBY, karena pimpinannya ingin kebagian kapling. Dan pencitraan negatif kepada pesaing SBY, secara langsung maupun secara tidak langsung yang secara perlahan menurunkan citra para pesaing
  5. Dalam pilpres tidak ada tabulasi nasional, artinya yang tahu perolehan suara yang sebenarnya, hanya KPU. Yang diumumkan ke masyarakat adalah data yang sudah diolah KPU. tahu sendiri bukan peran KPU dalam pemilu legislatif yang menggelembungkan perolehan suara partai Demokrat

B. daripada Hutang negara bertambah besar

  1. untuk kampanye atau money politics alias politik sogok (Uang BLT = ternyata uang hutang, Gaji ke 13 Pegawai negeri, pensiuan dll = ternyata juga dari hutang baru dari ADB yang cair bulan Juni 2009 = 10,46 trilyun).
  2. daripada uang negara, BUMN dll habis untuk kampanye dan menjaring suara (membeli suara).

C. Daripada beban bunga dari hutang semakin membuat negara melotot hampir mati.

  1. Karena hutang zaman SBY bunganya 14-15% (bandingkan dg hutang zaman orde baru yang bunganya 5%).
  2. Infonya, patut diduga dalam setiap pembayaran cicilan hutang ada fee 2,5% (jika zaman Orba, fee ketepatan dalam pembayaran kepada personal pucuk pimpinan negara 1%, dan tidak diterima, tapi dibayarkan kembali sebagai cicilan hutang) zaman sekarang fee tidak dibayarkan kembali sebagai cicilan hutang, dan juga tidak perlu dilaporkan kepada negara, karena memang kebijakan pihak luar negeri itu ditujukan kepada pejabat yang berprestasi).
  3. Nah daripada semakin menambah semangat yang rajin dari pak SBY berhutang, karena iming2 fee.. mendingan tidak usah ada pilpres, karena yang tampak didepan mata saja, utang untuk BLT sebagai produk unggulan kemenangan partai demokrat & Gaji ke 13 untuk pegawai negeri dll sebagai produk unggulan pencitraan SBY, sudah puluhan trilyun rupiah)

D. Untuk itu, seharusnya Megawati-Prabowo, JK-Wiranto, tahu diri dikitlah....


  1. daripada sibuk kampanye tapi jelas pasti akan kalah. Tindakan Mega-Pro, JK-Win, ini hanya akan menguras uang dari pak SBY dkk untuk mengimbangi langkah2 pesaing.
  2. daripada uang pak SBY habis untuk kampanye, pencitraan dll, bukankah lebih baik untuk kemakmuran rakyat?
E. Untuk itu sadarlah anda hei.. Mega-pro, JK-Win...

  1. 1. bahwa anda hanyalah calon pendamping, dari Calon jadi yakni SBY-Boediono, biar keliatan demokratis.
  2. Tindakan anda yang kampanye all out hanya sia2 karena dukungan Loby Yahudi melalui AS sangat kuat dalam pemilihan Presiden kali ini.
  3. Sebab jika anda sangat all out dalam persaingan pilpres, dana dari para loby yahudi akan semakin besar, dan itu diperhitungkan dengan sumber daya alam yang akan dikeruk oleh mereka, yakni yang sudah berlangsung Freeport, dan kalau berhasil memenangkan SBY nanti, natuna dll semakin banyak yang dikeruk mereka.
  4. Kalau anda tidak all-out, khan tidak terlalu banyak dana dan kekuatan dari Loby Yahudi melalui AS yang diberikan untuk pemenangan pak SBY. Otomatis jika tidak banyak, tentunya tidak banyak pula kompensasi yg diberikan untuk kaum yahudi.

F. Untuk itu agar hemat kekayaan negara, uang rakyat dll,

  1. Pilpres cukup satu putaran aja deh...
  2. kalau perlu daripada habis uang banyak, tidak usah ada pilpres, dan segera saja Mega-Pro, JK-Win, mengundurkan diri dari persaingan Pilpres dan meminta Presiden SBY sebagai kepala negara mengesahkan SBY-Boediono sebagai kepala pemerintahan.

G. kalau perlu nantinya menjelang tahun 2014

  1. jika Putra2 SBY (yang karirnya melesat dan sudah semakin dipersiapkan dengan berbagai fasilitas) belum siap sebagai Calon presiden, kita semua rakyat Indonesia akan meminta Presiden SBY mengeluarkan Dekrit Presiden, kembali ke UUD 1945, sehingga bisa diangkat menjadi presiden lagi, sampai putra2 beliau siap menjadi Calon Pengganti.
  2. Tapi bisa dengan proses pemilu wajar jika putra2 SBY siap jadi Presiden, dengan sudah melesatnya karir Putra SBY yang di militer, mungkin 5 tahun lagi sudah jadi jenderal dan memegang posisi
  3. strategis di militer, juga putra yang sipil sudah jadi politisi dengan posisi kunci dan kekayaan hasil berbisnis, sebagaimana diungkap oleh sebuah tabloid ibu kota (baca www.indonesia-monitor.com yang mengungkap bisnis anak2 SBY dan keluarga SBY serta keluarga Ibu Ani SBY di berbagai perusahaan swasta maupun BUMN serta perusahaan negara) yang begitu mau beredar sudah diborong habis puluhan ribu eksemplar oleh orang2 misterius, sehingga tidak sempat beredar di masyarakat.

Setuju Bukan??? tidak usah ada pilpres... untuk penghematan uang rakyat jika perlu ada pilpres untuk sekedar formalitas bahwa seolah2 sudah ada demokrasi, ya cukup 1 putaran aja.. biar tidak ada pemborosan uang rakyat.


Daripada ada pilpres, tapi ibarat seperti Liga Indonesia.

  • Penonton yang boleh masuk sudah diatur hanya untuk mendukung kesebelasan tuan rumah.
  • wasit, hakim garis, tukang pasang skor, bahkan petugas keamanan sampai wartawan peliput berita petandingan sudah merupakan pegawai dari klub tuan rumah
  • sudah begitu 2 hari sebelum petandingan, tim tamu tidak dikasi makan dan minum, tapi digiring dan dipaksa bertanding
  • maka lihat saja betapa Liga Indonesia begitu sering jadi ajang mafia judi dan ajang tawuran massal,
  • karena kecurangan begitu, rapi terorganisir, maka sportifitas tidak ada, mutu sepakbola hancur

Coba pilpres seperti Liga Inggris/ Liga Italia

  • meski dimungkinkan ada kecurangan, tapi kecurangan tidaklah sistematis, terorganisir. mungkin ada ketidak puasan karena kurang jeli wasit, atau ada kecurangan pemain yang tidak tampak wasit
  • Maka didalam stadion begitu hingar bingar saling ejek antar suporter atau mungkin antar pemain... tapi selesai pertandingan... kalah menang tetap happy, meskipun mungkin ada rasa kecewa, sedih karena timnya kalah... tapi hanya sesaat. karena yang penting telah disuguhkan sebuah tontonan pertandingan yang menarik..
  • Hmmm kompetisi sepakbola akhirnya menjadi dunia hiburan bagi masyarakat... maka mutu sepakbola terus meningkat. Kalau kecurangan secara sistematik dan terorganisir dalam dunia sepakbola.... yang hancur adalah mutu sepakbola.. Tapi kalau kecurangan secara sistematik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara. Yang hancur adalah masa depan rakyat Indonesia beserta anak cucunya...

Coba saja tengok sebuah fakta yang mengerikan yang jelas terlihat didepan mata, yakni propinsi Papua ,dengan penduduk hanya 2juta jiwa, termasuk pendatang... Ratusan trilyun dikeruk oleh AS sebagai kompensasi karena berjasa menumbangkan Soekarno dan mengesahkan Presiden penggantinya..
Orang papua yang hidup dipinggir kompleks benteng asing (freeport), beli baju saja susah, hidup miskin, penyakitan. mau makan daging saja, harus menunggu sisa dari makanan penghuni benteng komplek freeport yang makanannya berstandard internasional.. padahal APBD propinsi saja berapa trilyun? belum APBD masing2 kabupaten di 2 propinsi papua... Belum lagi dana Comunity Develepment (Comdef) dari adanya penambangan yang jumlahnya ratusan milyar,

Tapi hasil yang dirasakan rakyat adalah...
Dulu ada yang namanya gunung yang sangat tinggi...
sekarang berubah menjadi jurang yang sangat dalam
Rakyatnya dapat bagian racun logam berat





Kamis, 02 Juli 2009

Tips Mengidentifikasi Penyadapan pada Ponsel

Kita mungkin tidak akan pernah mengetahui nasib kita di kemudian hari apakah akan menjadi pilot, Jenderal berbintang enam ( melebihi Soeharto ) bahkan mungkin menjadi presiden Indonesia ke 60. namun ada juga orang yang dengan PeDe nya mengatakan dia mengetahui tentang masa depan dan nasibnya akan menjadi seperti apa misalnya menjadi pilot, menjadi itu, sini sana dll, mereka mengetahui akan nasib nya ini berdasarkan info yang aku dapatkan dari Mak erot adalah dari Konsultasi yang dilakukannya mereka pada dukun A, B, C Paranormal, para gak normal atau apalah sebutan nya. STOP..........(baca sambil Teriak) jangan diteruskan karena kita gak bakal bahas soal itu, aku cuma mau kasih sebuah informasi atau Tips tentang Bagaimana mengidentifikasi Handphone yang kena Sadap, adapun maksud dan tujuan ku memposting ini berangkat dari banyak nya kasus yang saat ini sedang berkembang tentang banyak pejabat pejabat negara baik DPR,DPRD, Kepala daerah dll masuk NERAKA ,maaf maksud nya masuk penjara gara gara HP nya disadap pihak kepolisian sehingga pembicaraan tentang kejahatan yang akan dan telah pejabat tersebut lakukan bocor/diketahui oleh Polisi sehingga dengan bukti ini dengan mudah pihak kepolisian dapat memenjarakan mereka. Nah berangkat dari ini agar peristiwa tersebut tidak terjadi kepada kita, yang sapa tahu beberapa tahun kedepan akan menjadi pejabat maka silakan maknai dan hayati Info ini :

Tip Mengidentifikasi Penyadapan pada Ponsel

Maraknya penyadapan telepon yang dialami oleh beberapa pejabat, tentu bisa juga terjadi pada setiap orang.


Sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk mengidentifikasi apakah ponsel kita sedang disadap orang. Berikut ini beberapa cara simpel untuk mengenali gejala-gejalanya.

  1. Bila baterai ponsel Anda menjadi lebih cepat terkuras padahal jarang digunakan, Anda harus curiga. Sebab, sebuah software mata-mata (spyware) yang sudah tertanam di ponsel, biasanya akan mengirimkan informasi-informasi kepada si penyadap. Hal ini menyebabkan baterai ponsel akan lebih cepat terkuras.
  2. Walaupun Anda tak menggunakan ponsel tersebut, bila disentuh, ponsel ini terasa hangat karena walaupun terlihat tak digunakan, ponsel ini sebenarnya bekerja, kemungkinan karena proses penyadapan itu sendiri.
  3. Saat digunakan untuk menelepon orang lain, Anda mendengar berbagai macam bunyi-bunyian, misalnya bunyi klik, derau, atau bunyi lainnya. Bahkan, kemungkinan volume ponsel juga bisa bisa berubah-rubah sendiri
  4. Bila terdengar bunyi yang tak wajar dari ponsel saat sedang tak digunakan, kemungkinan ponsel Anda sedang bekerja, berfungsi sebagai receiver atau transmitter yang sedang menerima percakapan telepon di area sekitarnya.
  5. Beritahu kepada orang yang Anda percaya bisa memegang rahasia, tentang informasi tertentu. Bila kemudian orang lain mengetahui informasi Anda itu, tandanya, ponsel Anda sudah disadap orang





Jumat, 12 Juni 2009

SBY, JIL, & PKS

Oleh: Saripudin H.A.

Pemilihan Presiden 2009 diwarnai banyak fenomena menarik, lucu, dan kontradiktif. Tiga hari setelah deklarasi di Sabuaga, Bandung pada 15 Mei 2009, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono mengubah tag line-nya dari "SBY Berboedi" menjadi SBY-Boediono. Perubahan ini dilakukan Tim Sukses setelah mendapat informasi bahwa di Sumatera Selatan kata "Budi" berarti bohong. Disesalkan tentunya karena deklarasi yang menghabiskan dana Rp 10 milyar itu dikonsep secara amatiran. Aku sendiri sejak awal menyindir tag line tersebut di status facebook-ku dengan "SBY-Booo".

Pasangan SBY-Booo juga menarik karena menyatukan dua orang yang bergerak lambat. Kesamaan ini bisa berefek negatif pada sinergi kepemimpinan. Ketika Umar bin Khatthab, sahabat Nabi Muhammad SAW, naik ke kursi khalifah, hal pertama yang dilakukannya adalah memberhentikan sahabat Khalid bin Walid dari jabatan panglima perang. Menurut penulis biografi terkemuka asal Mesir, Abbas M. Aqqad, kebijakan Umar tersebut didasari perspektif kepemimpinan, bahwa tidaklah baik menyatukan dua orang yang berkarakter keras dalam pucuk pimpinan negara. Jadi, simpul Aqqad, kesamaan karakter pucuk pimpinan negara merupakan bahaya laten bagi keselamatan dan kemajuan bangsa.

Fenomena menarik dan lucu lainnya dalam Pilpres 2009 adalah bersatunya dua komunitas bermusuhan dalam satu selimut SBY. Ataukah SBY punya banyak selimut untuk melakukan poligami koalisi?

Dua komunitas bermusuhan tersebut adalah Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Secara resmi, tentu saja yang berkoalisi dengan SBY hanya PKS. Sedangkan JIL sebagai kelompok kepentingan (interest group) bersikap manja, menggelayut mesra pada SBY.

Sejoli Ical-Andi

Setidaknya ada dua "pengawal" yang menjaga keintiman JIL-SBY. Pertama, "sejoli" Abu Rizal Bakrie-Andi Mallarangeng. Sampai awal tahun lalu, kedua orang dekat SBY itu tampak berjauhan. Abu Rizal Bakrie (Ical) masih terkesan lebih dekat dengan Jusuf Kalla ketimbang SBY. Namun, memasuki masa kampanye di tahun 2008, kedekatan keduanya mulai terbangun. Jangan harap pembangunan hubungan itu terjadi secara kelembagaan, tetapi lebih bersifat personal, sebagaimana umum ciri perilaku elite politik Indonesia—meminjam analisis Prof. Deliar Noer.

Sebagai pengusaha bermasalah, Ical bersikap pragmatis. Ia tentu saja memerlukan backing politik dan itu dilihatnya ada pada figur SBY, yang menurut survei bakal muncul sebagai pemenang Pilpres 2009. Di sini Rizal Mallarangeng, adik Andi dan Direktur Eksekutif Freedom Institute yang didanai Ical, berperan penting sebagai jembatan kongsi politik baru tersebut. Mallarangeng Bersaudara (ditambah si bungsu Zulkarnaen Mallarangeng) adalah pendiri Fox Indonesia, yang menjadi konsultan PR Tim Sukses SBY-Boediono.

Di Freedom Institute, Rizal Mallarangeng dibantu oleh barisan tokoh JIL, seperti ustadz Luthfi Assyaukanie (deputi direktur), Saiful Mujani (direktur riset), ustadz Hamid Basyaib (direktur program), Ahmad Sahal (Associates) , dan ustadz Ulil Abshar Abdalla (Associates) . Associates Freedom lainnya adalah Andi Mallarangeng, M. Chatib Basri, Mohamad Iksan, dan Nirwan Dewanto. Dari fungsionaris Freedom itu, hanya ustadz JIL Hamid Basyaib yang maju sebagai calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan. Meski begitu, Hamid tidak melakukan kritik signifikan pada pencapresan SBY.

Di Fox Indonesia, Zulkarnaen Mallarangeng (Coel) duduk sebagai direktur eksekutif. Selain Andi Mallarangeng, R. William Liddle dan Takeshi Kohno tercatat sebagai konsultan politik. Liddle adalah guru besar dari sejumlah tokoh JIL dan direktur lembaga survei/riset, seperti Saiful Mujani (LSI Lembaga), Denny JA (LSI Lingkaran), dan Rizal Mallarangeng (Freedom Institute). Anda tentu masih ingat, bahwa Fox Indonesia "merusak" kontraknya dengan Sutrisno Bachir melalui aksi sentimental Rizal Mallarangeng memajukan diri sebagai capres 2009.

Selain melalui Freedom Instutute, Fox Indonesia dan LSI Lembaga, Andi Mallarangeng juga memasok data untuk SBY melalui Indonesian Research and Development Institute (IRDI), yang ia dirikan bersama Notrida G.B. Mandica. Meski di lembaga yang akhir ini tak semuanya digerakkan oleh penganut teguh (true believer) Islam liberal.

Jika Ical berkepentingan mencari backing politik, Andi Mallarangeng tentu berkepentingan agar bisnis public relation Fox Indonesia berjalan. Lalu, apakah kepentingan tokoh-tokoh JIL mendukung all out SBY?

Liberalisme Boediono

Jawabannya adalah faktor ideologis pada "pengawal" kedua, yaitu Boediono. Tokoh pertama yang mendukung pencalonan Boediono sebagai (ca)wapres SBY adalah Goenawan Mohamad. Penerima Anugerh Bakrie Award dari Freedom Institute adalah jurnalis dan sastrawan sosialis-liberal yang menyediakan "rumah" bagi JIL di Komunitas Utan Kayu. Di sini Boediono didukung karena liberalisme anggota Mafia Barkeley ini.

Ketika memberikan dukungan untuk program BLT dari Presiden SBY melalui iklan besar-besaran di media massa (yang menunjukkan support Ical pada SBY), Freedom Institute mendasari dukungan itu pada liberalisme ekonomi yang menghendaki dikuranginya, jika tidak dihapusnya, subsidi pada bahan bakar. Kampanye ini berbeda dengan alasan kebijakan yang sama di masa Megawati Soekarnoputri yang bersifat lebih taktis anggaran, dan cikal-bakalnya berupa Jaring Pengaman Sosial (JPS) di masa B.J. Habibie.

Selain liberalisme, dukungan JIL pada SBY-Boedino juga disebabkan faktor lainnya, yang tak dibuka ke publik. Faktor ini adalah terhentinya support dana luar negeri untuk JIL. "JIL sudah mati, Mas. Sudah tak ada program. Kontraknya sudah habis. Tinggal kasak kusuk dan sisanya saja," bisik seorang teman yang dekat dengan tokoh-tokoh JIL.

Berharap pada PKS?

PKS adalah partai politik yang didirikan oleh gerakan (harakah) yang biasa disebut "Tarbiyah". Yaitu, gerakan bawah tanah, yang merupakan "cabang" dari al-Ikhwan al-Muslimun, yang berpusat di Mesir.

Harakah Tarbiyah masuk ke kampus-kampus di Indonesia pada masa NKK-BKK, antara lain melalui dukungan Soeripto (kini politisi PKS), intel yang menjadi pejabat tinggi di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1980-an. Kehadiran Rohani Islam di sejumlah kampus besar ini menjadi "rumah" bagi mahasiswa yang tak lagi punya saluran politik di internal kampus. Tahun 1980-an dikenal dengan maraknya kelompok-kelompok diskusi mahasiswa, yang salah satunya adalah jaringan halaqah, kelompok diskusi dari gerakan bawah tanah Tarbiyah.

Tokoh penting gerakan Tarbiyah yang muncul ke permukaan di awa adalah Abu Ridha, lalu KH Rahmat Abdullah. Rahmat bahkan dipercaya menjadi Ketua Majelis Syura sejak transformasi Tarbiyah sebagai gerakan menjadi partai politik bernama Partai Keadilan (kini PKS). Ketua Majelis Syura adalah tokoh nomor satu dalam struktur partai politik Islam ini. Sejatinya, KH Rahmat Abdullah yang diberi gelar Syeikh al-Tarbiyah, semacam Godfather Tarbiyah, bukanlah tokoh nomor satu di harakah ini. Godfather Tarbiyah sejati baru muncul setelah KH Rahmat wafat dan menggantikan kedudukannya di kursi Ketua Majelis Syura PKS. Dialah Hilmi Aminuddin, tokoh misterius yang profilnya belum banyak diungkap.

Ustadz Hilmi Aminuddin lahir dari ayah bernama Danu Muhammad Hasan, tokoh penting NII (DI/TII) dari Cirebon, antara lain pernah menjadi panglima perang. Hilmi sendiri, menurut sebuah posting, pernah menjadi Menteri Luar Negeri NII komando Adah Djaelani. Ia pernah ditangkap oleh Kopkamtib pada 1980, ditahan selama kurang lebih 3 tahun namun kemudian dilepaskan dari Rumah Tahanan Militer Cimanggis tanpa melalui persidangan pada 1984. Sejak itu Hilmi menjadi binaan Intel dan berhubungan akrab dengan L.B. Moerdani dan Soeripto. Ialah yang membawa gerakan ini ke Indonesia, selain mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Mesir dan Arab Saudi (yang berhubungan dengan dosen-dosen asal Mesir).

Karena itulah, Wakil Kepala BIN M. As'ad menilai kemunculan Hilmi Aminuddin setelah kematian KH Rahmat Abdullah (2005) terlalu dini. Penilaian As'ad itu penulis dengar saat penulis mendampingi pimpinan MPR dalam suatu pertemuan menjelang musyawarah Majelis Tarjih Muhammadiyah (2006). Tampaknya khawatir bahwa Hilmi akan menjadi sasaran tembak bagi orang atau kelompok yang berniat menjatuhkan PKS, tidak terbukti sejauh ini, antara lain berkat strategi komunikasi PKS yang sukses "menyembunyikan" supremasi Ketua Majelis Syura PKS dari perhatian pers.

Dalam suatu brosur yang diterbitkan oleh PKS DPW DKI Jakarta di Pemilu Legislatif 2009 kemarin, disebutkan bahwa PK (berdiri pada 9 Agustus 1998) adalah partai Islam pertama yang berasas Islam. Klaim ini ahistoris, jika tidak menyebutnya dusta.

PK, juga PBB, adalah partai Islam yang didirikan dengan asas Pancasila. Alasannya normatif, hukum positif memerintahkan itu. Partai Islam yang memakai Islam sebagai asas sejak awal berdiri di awal reformasi adalah Partai Ummat Islam (PUI, berdiri pada 26 Juni 1998, dipimpin Prof. Deliar Noer). Baru, setelah ada kesepakatan DPR-Pemerintah mengenai bolehnya partai politik era reformasi berasas agama (yang diikuti dengan lahirnya UU Partai Politik 1998), PK dan PBB mengganti asasnya dengan Islam.

Ideologi al-Ikhwan al-Muslimun yang diadopsi PKS jelas bertentangan dengan ideologi liberalisme JIL. Lalu apakah yang diharapkan dari dukungan PKS pada SBY? Menurut Anis Matta, koalisi PKS dengan Partai Demokrat dan SBY dimaksudkan untuk semata-mata menciptakan konstalasi politik yang memungkinkan PKS tumbuh. Hal ini dicapai antara lain dengan menempatkan tokoh-tokoh partai pada jabatan publik.

Selama 2004-2009 PKS mendapat kursi Menteri Pertanian, Menteri Perumahan Rakyat, dan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam kabinet SBY. Ini berbanding lurus dengan 45 kursi legislatif PKS di Senayan. Padahal sebelumnya, PKS hanya menempati pos Menteri Kehutanan. Kini, dengan kursi 57 buah, harapan penambahan kursi atau signifikansi kursi tentu diminta pimpinan PKS.

Dalam rangka koalisi PKS dengan Partai Demokrat untuk mengusung pasangan SBY-Boediono, beredar isu PKS menginginkan kursi Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama, dua kursi yang biasanya diberikan kepada tokoh-tokoh Muhammadiyah dan NU. Isu ini diramaikan oleh terbitnya buku ILUSI NEGARA ISLAM, yang menyerang PKS. Buku ini diantar ke publik oleh tokoh NU (KH A. Mustofa Bisri) dan Muhammadiyah (yang liberal, seperti Prof. A. Syafii Maarif).

Rasanya, jika pasangan SBY-Boediono menang nanti, sulit bagi SBY memberi jatah kursi Menteri Agama kepada PKS, disebabkan antara lain jaringan anak muda NU yang kuat di dalam JIL. Namun, mungkin mengalihkan kursi Menteri Pendidikan Nasional kepada PKS. Hal ini disebabkan ketidakjelasan sikap tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam memberikan dukungan kepada SBY-Boediono.

Di luar ideologi, dan jatah menterinya nanti, yang jelas politisi-politisi PKS di lembaga perwakilan berhasil membangun citra bersih. Ketika suatu kasus korupsi terungkap, misalnya, politisi-politisi PKS segera memulangkan uang korupsi yang diterima. Meski ini, secara normatif, tidak menghilangkan pidana korupsi yang telah dilakukan.

Dalam masalah program pro-rakyat, umumnya politisi-politisi PKS di Senayan sering bersikap kritis hangat-hangat tahi ayam. Mereka kritis pada rencana kebijakan pemerintah, seperti soal Blok Cepu dan pengurangan subsidi BBM. Namun, setelah pucuk pimpinan mereka bertemu, misalnya dengan Presiden SBY pada kasus Blok Cepu, sikap politik PKS pun berubah. "Menurut Aria Bima, setiap PKS bermanuver, maka PKS ditekan dan dikaitkan dengan masalah terorisme," tulis investorindonesia. com, Wednesday, 29 March 2006. "(T)ekanan terhadap fraksi… itu berasal dari pemerintah maupun Amerika Serikat (AS)."

Tentu, tak semua politisi PKS mau ditekan. Misalnya, Marwan Batubara tetap teguh memperjuangkan kemandirian sumber daya alam nasional. Sayangnya, tokoh seperti ini tergusur dari partai. Tahun ini ia tak maju lagi jadi calon anggota DPD. Isu bahwa ia akan maju sebagai calon anggota DPR, juga tidak terbukti.

Jika pola tekan terorisme terhadap PKS terus dipertahankan, rasanya harapan bahwa partai ini akan bersikap kritis terhadap kebijakan liberal pro-pasar dan Barat dari SBY-Boediono nantinya akan tinggal harapan. Apakah ke depan PKS akan lebih berani? Pertanyaan ini perlu diajukan, mengingat 2014 adalah tahun Grand Design Indonesia ala PKS, sebagaimana pernah dinyatakan oleh sang Presiden Tifatul Sembiring.

Di Psoting dari Blog Tetangga : http://saripudinha. blogspot. com/2009/ 06/sby-jil- dan-pks.html



Rabu, 10 Juni 2009

Cerita Hari ini di lokasi kebakaran 5 ulu (10 juni 2009)

Sampai saat ini Posko yang kami buat di Lokasi Kebakaran Kelurahan 5 Ulu masih tetap Berdiri walaupun semalam kami telah mendapatkan ancaman dari Pihak Pemerintah Baik Kecamatan, Kelurahan, Kepolisian yang mengingginkan Posko yang kami dirikan dengan tenda seadanya guna mendistribusikan beberapa bantuan baik pakaian maupun uang yang kami dapatkan dari masyarakat melalui penggalangan dana di beberapa tempat strategis yang ada dikota Palembang agar segera di tutup, alasannya tenda (posko) yang kami dirikan tidak memiliki izin dari pemerintah untuk menyalurkan dana kepada para Korban Kebakaran.

Ada beberapa kegiatan yang hari ini dilakukan selain kegiatan Rutin masak memasak yang dilakukan oleh Ibu ibu di sekitar Lokasi kebakaran yang tidak menjadi korban dan dari Ibu2 korban Kebakaran itu sendiri juga kami melakukan pembagian Pakaian layak pakai kepada para korban dengan cara memanggil para korban untuk berkumpul dan mempersilakan kepada mereka untuk memilih pakain yang menurut mereka baik untuk mereka pakai. Selanjutnya hari kami menerima kedatangan dari kawan kawan Sriwijaya Rescue Team yang memberikan bantuan uang hasil dari penggalangan dana yang mereka lakukan di beberapa Fakultas di Universitas Sriwijaya Indralaya, selanjutnya kami juga menerima uang dari kawan kawan MAPALA WARIS FKIP Unsri serta dari kawan kawan SISPALA WANALA AGUNG SMA 1 yang sampai hari ini tetap Rutin mengalang bantuan di sekolah nya.

Selain hal itu untuk menghibur masyarakat Korban pada malam hari nya kami tetap melakukan pemutaran Film di Lokasi posko dan alhamdulilah masyarakat korban beserta anak anak nya masih tetap meramaikan acara pemutaran Film yang kami lakukan.namun sebelum pemutaran Film tadi ada beberapa hal yang kami lakukan yaitu mengajak anak anak korban untuk berdiskusi atau belajar sambil bermain yang materinya pada hari ini membahas Film yang mereka tonton pada malam sebelumnya yaitu Film Laskar Pelangi, atas hal tersebut banyak hikmah yang mereka dapat yang salaha satunya walaupun keluarga mereka Hidup dalam kemiskinan mereka harus tetap sekolah, ini terungkap dari beberapa komentar mereka saat diskusi atau belajar berlangsung. Selanjutnya atas kesepakatan mereka (anak2 ) bahwa kegiatan belajar dn diskusi tersebut akan di teruskan setiap hari pukul 13.30 Wib yang tempatnya sesuai dengn keinginan mereka hal ini dilator belakangi oleh mereka yang saat ini sedang menghadapi ujian atau ulangan disekolah nya.

Posko kami tergusur

Seperti yang telah kami ungkapan diatas tadi bahwa dari pihak pemerintah jtidak mengingginkan posko kami berdiri dan telah kami jelaskan juga alasan alasan mereka yang melarang kami mendirikn Posko tersebut. selanjutnya sore tadi tepatnya Pukul 17.30 Wib ada informasi dari masyarakat yang mengatakan bahwa didepan psoko yang kami dirikan tepatnya di Ponton ( Perahu besar yang berbentuk lapangan dan biasa digunakan masyarakat untuk acara Resepsi ) akan ada acara yang dibuat oleh pemerintah dan menghadirkan artis Ibukota yang disponsori oleh PT jamu sido muncul. dan tak lama berselang dari informasi yang di berikan warga tersebut kami melihat banyak alat alat tenda berdatangan ke lokasi didepan tenda kami berdiri yang setlah itu mereka para pekerja mulai merangkainya menjadi tenda terpal
Banyak Komentar warga atas acara tersebut salah satu komentar nya adalah menyesalkan apa yang dilakukan pemrintah tersebut karena menghadirkan atau membuat acara tersebut akan membutuhkan dana yang besar, untuk itu daripada uang nya di hambur hamburkan ada baik nya uang untuk acara ini dibagikan kepada para Korban yang saat ini membutuhkan uang untuk mengembalikan Rumah mereka yang terbakar. Selain komentar dari warga tadi kami pun sedikit mengomentari yaitu pemrintah seharusnya mempertimbangkan secara matang akan kegiatan ini apalgi mendatangkan artis Ibukota yang selain membutuhkan dana sangat besar, juga kondisi Tempat tersebut yang menurut kami tidak memungkinkan untuk dibuat acara, ini berdasrkan pengalaman bahwa halaman BKB yang cukup luas saja ketika ada acara yang mendatangkan artis Ibukota tidak dapat menampung luberan penonton yang berdatangan apalagi dgn lokasi yang super sempit dan padat pemukiman , yang kami yakinkan bahwa tidak hanya korban atau warga yang berada di dekat lokasi saja yang akan berdatangan tetapi juga akan berdatangan warga warga lain nya dari wilayah atau daerah lain yang tidak menjadi korban, hal ini berdasarakan pengamatan dan berita2 di Koran yang menyatakan bahwa warga Palembang adalah warga yang haus akan Hiburan.

Selanjutnya dampak dari hal tersebut yang kami rasakan adalah tergusurnya posko atau tenda yang kami dirikan ditempat acara itu akan dilakukan dan saat ini dijadikan korban untuk tempat menginap karena tenda yang dibuat oleh pemerintah untuk menampung para korban kebakaran tidak ada lagi ( ditutup). Atas kondisi ini dimana nantinya akan bertumpah ruah nya warga dilokasi acara yang juga lokasi posko tenda kami berdiri maka kami mengambil inisiatif untuk menutup(membongkar ) tenda psoko yang kami dirikan yang selama ini telah digunakan untuk korban berteduh dan beristirahat sampai batas waktu yang tidak ditentukan namun tetap dengan dibongkarnya tenda tersebut tidaklah menghentikan kegiatan atau aktifitas yang selama ini kami lakukan tetapi aktifitas ini kami konsentrasikan di satu titik yaitu rumah warga yang letaknya tidak terlalu jauh dari tenda yang kami dirikan.

Demikian cerita hari ini harapan kami semoga pemerintah sadar dan dapat mengevaluasi aktifitas dan kegiatan nya sehingga dapat mengetahui mana yang dibutuhkan korban mana yang hanya akan mendapatkan hasil yang sia sia.dan kepada para donatur yang telah menyumbangkan bantuan nya melalui kami atau semua pihak yang peduli terhadap nasib korban kebakaran yang mungkin membaca tulisan ini kami mohon maaf.

Laporan bantuan yang didapat hari ini
  1. Bantuan yang didapat dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Sriwijaya rescue team Rp 908.000
  2. Bantuan dari Keluarga Kiki anggota sispala Wanala Agung Rp 500.000
  3. Bantuan yang di dapat dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Mapala WARIS FKIP Unsri Rp 1.050.000
  4. Bantuan yang yang didapat dari penggalangan dana yang dilakukan oleh SISPALA WANALA AGUNG SMA 1 Rp 300.000