Kamis, 15 Mei 2008

Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Palembang Bersatu


Rakyat masih ingat dengan janji Presiden SBY pada November 2007 lalu yang tidak akan menaikkan harga BBM. Namun layaknya janji-janji politisi, tidak ada yang ditepati.Senin (5/5) lalu, melalui rapat kabinet terbatas bidang ekonomi, Presiden SBY melanggar janji dengan mengumumkan akan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Naik nya harga Bahan bakar minyak di dunia internasional yang telah mencapai $ 120 / Barrel telah di jadikan alasan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan SBY - JK untuk menaikan harga minyak subsidi yang mencapai 30 % perliter yang akan berlaku pada tanggal 1 Juni 2008, menurut SBY – JK ketika harga minyak subsidi tidak di naikan maka APBN akan mengalami Defisit yang akan menyebabkan Negara mengalami keterpurukan karena tidak mampu memenuhi anggaran untuk menjalankan Roda pemerintahan dan tidak mampu mensejahterakan Rakyat Indonesia .

Namun kami melihat ini adalah suatu kebohongan yang dilakukan oleh Rezim SBY - JK karena sesungguhnya kenaikan harga BBM di dunia Internasional tidaklah akan terlalu berpengaruh terhadap APBN 2008 hal ini dapat kita lihat dan kita bandingkan antara anggaran APBN 2008 dengan APBN P 2008. Dalam APBN 2008, harga minyak mentah dipatok sebesar 60 dollar Amerika perbarrel, beban subsidi BBM berjumlah Rp 45,8 triliun, sedangkan Penerimaan Minyak Bumi (PMB) berjumlah Rp 84,3 triliun.Selanjutnya, dalam APBN-P 2008, harga minyak mentah dipatok sebesar 95 dolar/barrel.
Dengan asumsi ini, beban subsidi BBM meningkat menjadi Rp126,8 triliun, sedangkan PMB meningkat menjadi Rp149,1 triliun. Dari angka-angka tersebut dapat dilihat kenaikan harga minyak dunia tidak hanya berimbas pada bertambahnya subsidi namun juga bertambahnya pendapatan pemerintah.Disisi lain, beban pembayaran utang yang setiap tahun menyedot anggaran sekitar Rp.150 trilyun yang sesungguhnya berkontribusi menekan APBN. Beban pembayaran utang selalu lebih besar dari subsidi BBM. Dalam APBN-P 2008, jumlah subsidi BBM hanya Rp. 126,8 trilyun.
Pengurangan subsidi untuk bayar utang juga dinyatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, sekitar Rp. 15 trilyun dari penghematan subsidi digunakan untuk membayar utang luar negeri.

Kenaikan harga BBM saat ini bukan lah hal yang pertama yang dilakukan oleh rezim SBY – JK karena sebelum nya pada tahun 2005 SBY-JK telah menaikan harga BBM subsidi yang mencapai 100% untuk 1 liter nya,ini berdampak pada bertambahnya jumlah rakyat miskin yang ada di indonesia yang sebelumnya 15,97% pada Februari 2005 menjadi 17,75% pada Maret 2006,ini terjadi karena dengan kenaikan harga BBM akan diikuti juga kenaikan harga bahan-bahan pokok dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya,sedangkan penghasilan yang di dapat rakyat sehari-hari tidaklah bertambah jumlah nya walaupun telah di tambah Rp 100.000 / Bulannya melalui pencairan dana BLT ( Bantuan langsung Tunai ) yang dikatakan oleh pemerintah bahwa dengan BLT kenaikan harga BBM tidak akan berdampak bagi kehidupan rakyat miskin namun hal ini tidak lah terjadi karena pada kenyataan nya BLT hanyalah sebagai Peredam kemarahan masyarakat miskin terhadap kenaikan harga BBM,dan sebagai suatu cara yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan rakyat indonesia semakin Bodoh.

propaganda yang di bangun oleh pemerintah bahwa dengan di tarik nya subsidi harga minyak bagi rakyat adalah jalan satu-satunya cara untuk menyelamatkan ambrok nya APBN karena beban subsidi yang di berikan Negara terlalu besar terhadap subsidi minyak, sebenarnya tidak lah benar karena menurut hemat kami Setidaknya terdapat 30 persen beban anggaran APBN yang harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang dan bunga utang luar negeri. Selain itu, pemerintah juga masih bisa melipat gandakan pendapatan bila mau menghapus tax holiday(pembebasan pajak investasi) dan memperpendek masa assetrecovery bagi korporasi-korporasi asing.

Pilihan lain yang juga tersedia adalah restrukturisasi kontrak bagi hasil pertambangan, khususnya minyak dan gas,antara pemerintah dengan perusahaan-perusahaan raksasa yang bergerak dalam sektor perminyakan. Perusahaan-perusahaan seperti Caltex, Chevron, British Petroleum, dan Exxon Mobile Oil adalah imperialis-imperialis raksasa di sektor perminyakan yang tentu saja mendulang keuntungan yang sangat besar akibat kenaikan harga minyak dunia.
Keengganan pemerintah untuk merombak struktur bagi hasil pertambangan dan melulu hanya memilih kenaikan harga menunjukkan karakter pemerintah SBY-JK sebagai pemerintahan boneka yang bekerja untuk imperialisme.
Melihat dari hal ini maka kami dari Aliansi Mahasiswa Muhammdiyah Palembang Bersatu menyatakan sikap Bahwa :

1. Tolak kenaikan Harga BBM
2. Tolak Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) yang hanya di gunakan sebagai cara untuk membungkam gejolak di masyarakat atas kenaikan harga BBM dan Konflik antar sesama Rakyat ( Baca Horizontal )
3. Segera Nasionalisasikan Perusahaan perusahaan Pertambangan minyak dan gas yang ada di indonesia
4. Hapuskan anggaran Pembayaran Hutang Luar Negeri dari APBN
5. Turunkan SBY – JK dari kekuasaan sekarang juga karena tidak mampu untuk mensejahterakan Rakyat Indonesia.

Salam Pembebasan...!!!
Hadi jatmiko
Korlap

Senin, 12 Mei 2008

Tolak Kenaikan harga BBM

“Kenaikan BBM Keputusan Politik Pemiskinan Rakyat”

Rencana kenaikan BBM menunjukkan bahwa rezim SBY – JK telah tunduk dan menyerah pada tekanan lembaga keuangan internasional, Negara-negara pemberi utang, dan kaum pemodal untuk mencabut subsidi BBM yang dianggap sebagai penghambat iklim investasi dan sumber defisit APBN. Tekanan lembaga keuangan internasional dan negara-negara pemberi utang Indonesia agar mencabut subsidi adalah untuk memastikan aliran dana yang lancar dari pembayaran utang luar negeri beserta bunganya dari APBN. Dalam kwartal pertama tahun 2008 ini, pembiayaan sektor publik (melalui APBN 2008) telah dipotong sekurang-kurangnya 15 % atas nama penghematan APBN. Tak hanya itu, Pemerintah RI juga kembali mengemis utang ke Bank Dunia dan Asian Development Bank untuk menopang APBN yang limbung akibat krisis ekonomi yang kembali muncul. Akibatnya utang luar negeri Indonesia pada tahun 2008 kembali melonjak hingga mencapai 155,29 miliar USD (data Dirjen Pengelolaan Keuangan Depkeu RI, 2008). Sehingga jelas kenaikan BBM sesungguhnya bukan dalam rangka untuk menyelamatkan rakyat Indonesia, melainkan untuk mengikuti selera lembaga keuangan internasional dan negara pemberi utang.

Pemerintah terkesan tutup mata atas dampak kemiskinan yang meningkat akibat kenaikan BBM pada bulan Maret dan Oktober 2005 lalu. Berdasarkan data BPS tahun 2006, telah terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan dari 15,97 % pada Februari 2005 menjadi 17,75 % pada Maret 2006. Hal serupa tentu akan dialami oleh rakyat terutama golongan menengah ke bawah ketika menghadapi kenaikan BBM periode ke-3 ini. Karena rakyat bukan hanya akan membayar harga BBM lebih tinggi, tetapi juga pada efek kenaikan harga bahan pokok dan layanan jasa lainnya. Keputusan ini juga memperlihatkan kegagalan pemerintah Indonesia dalam pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya rakyat Indonesia sebagaimana yang telah dimandatkan dalam UU No. 11/2005 tentang Ratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Dengan demikian keputusan menaikkan harga BBM adalah bentuk pelanggaran HAM oleh negara.

Atas dasar itu, ALIANSI RAKYAT TOLAK KENAIKAN BBM, secara tegas menyatakan :
1. Menolak kebijakan kenaikan BBM yang akan berdampak pada peningkatan angka
kemiskinan rakyat Indonesia;
2. Mendesak Pemerintah Indonesia menempuh alternatif ekonomi politik yang tidak
menyengsarakan rakyat antara lain dalam bentuk politik pengurangan/penghapusan utang luar negeri dan pengelolaan langsung (nasionalisasi) sektor pertambangan oleh Negara;
3. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk memulai pembahasan di tingkat internasional terhadap ketidakadilan mekanisme perdagangan global di sektor Migas;
4. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk tetap menjalankan tanggungjawabnya dalam pemenuhan hak dasar rakyat di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, pangan, rasa aman, pekerjaan, dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan;
5. Bahwa aliansi rakyat tolak kenaikan BBM akan terus melakukan perluasan dukungan hingga mencapai target 10.000 massa rakyat dari semua lapisan yang akan turun pada aksi selanjutnya.

Palembang, 12 Mei 2008

Aliansi Rakyat Tolak Kenaikan BBM : Walhi Sumsel, LBH Palembang, UPLINK, Serikat Petani Indonesia, Sarekat Hijau Indonesia, Solidaritas Perempuan, Puspa, FNB, YKM, KIPDA, AMAN Sumsel, LP3HAM, KKDB, SDB, KPI, IBB, FMN, BEM PGRI, BEM IBA, ISMAHI, BEM FH UMP, Sahabat Walhi Sumsel, FWK,SBMP

Rabu, 07 Mei 2008

Surat Fatimah Gemparkan Kota Bagdad

Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal
di daerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal
kebaikan dan ketaqwaannya.

Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap
saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS
menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri.
Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diselundupkan
keluar dari penjara Abu Gharib, surat ini menggambarkan penderitaan
para tawanan wanita akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini
tersebar dan menghebohkan kota Baghdad , mengirimkan gelombang yang
akan terus berlanjut ke seluruh Iraq .

Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat tersebut.
Bismillahirrahmanir rahiim. *Say He is God the One; God the Source [of
everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is
anything comparable to Him.* [Qur*an, Surat 112 *al-Ikhlas*]
Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam
bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.
Saudaraku mujahidin di jalan Allah* Apa yang dapat kukatakan padamu?
Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat
perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu. Mereka telah
menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran
untuk digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar. Tidakkah kau
mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu
ini terjadi pada kami? Kami saudaramu, dan Allah akan meminta
tanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak.

Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini kecuali
mereka mendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu
setannya. Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut
kepada Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka!
Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini agar mereka
bisa bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah
perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan
kami. Biarkan (jangan serang) tank dan pesawat mereka. Datanglah pada
kami di penjara Abu Ghurayb. Saya saudaramu karena Allah. Mereka
memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau
bayangkan? Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada
13 gadis, semuanya belum menikah. Semuanya telah diperkosa didepan
mata kami semua. Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil
pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang. Saat surat ini saya
tulis, seorang diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa
beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan paha setelah
memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri dengan
memukulkan kepalanya ke tembok penjara, karena dia sudah tidak sanggup
menerima ini. Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya memaklumi
perbuatannya* Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya,
sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Saudaraku, saya katakan padamu lagi,
takutlah pada Allah. Hancurkan kami bersama para tentara itu, agar
kami bisa beristirahat dalam damai.
Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami*
Waa Mu*tasimah!.

Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para
muslimah belum berakhir. Hatta mataa haadza s-sukuut !! Ini yang sudah
kesekian kalinya terjadi..
Entah berapa lagi akan segera menyusul Kemaren, hari ini dan besok
Begitu seterusnya..
Ya Rabb nasyku ilaika da'fa quwwatina Wa qillata hiilatina Allahumma
n-shurna nashran adziima Allahuma `alaika bil haaula l-kuffar Allahuma
`alaika biman adzaa l-muslimin.
catatan: sebarkan agar semuanya bisa mengetahui keadaan ini.
Wajazaakallahu khairan.

Minggu, 04 Mei 2008

Coca-Cola, Ayat-ayat Cinta, dan Jouissance

Robertus Robet
- Kandidat Doktor Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Struktur kekuasaan Indonesia kontemporer didominasi oleh persilangan dua logika dasar: pertama, ekonomi kapitalis yang makin telanjang di satu sisi, dan kedua, gaya hidup beragama yang makin marak di sisi yang lain. Hasil dari persilangan ini adalah suatu bangunan imperatif yang akan berbunyi: "Nikmati kapitalisme sepuas-puasnya, tapi beragamalah sedalam-dalamnya."
Secara behavioralis, kombinasi ini ditunjukkan dalam postur pemerintahan sekarang, yang didominasi para saudagar, ekonom anjuran IMF di satu sisi berdampingan dengan para politisi dari partai agama dengan ide anti-Barat yang relatif kencang di sisi yang lain. Di wilayah lain, secara kultural, kenyataan ini dikonfirmasikan melalui pujian Presiden terhadap film Ayat-ayat Cinta yang laris itu. Film yang menggambarkan secara persis kombinasi logika kapitalisme (nikmati dunia/cinta romantik sebesar-besarnya) di satu sisi dan gaya beragama di sisi lain. Bagaimana perselingkuhan logika kapitalisme dan agama ini dijelaskan?
Perselingkuhan kapitalisme dan agama sudah berlangsung sejak lama dan menjadi perhatian dari berbagai pemikir. Menurut Weber, Protestanisme mengajarkan "Bekerjalah sekuat tenaga,

tapi nikmati hasilnya sesedikit mungkin." Summum Bonum dari etika ini dijabarkan Weber dengan "the earning of more and more money, combined with the strict avoidance of all spontaneous enjoyment of life" (Weber, 1968 dalam Lemert, hlm. 100). Ini yang disebutnya dengan Asketisisme Protestan yang merupakan inti logika kapitalisme. Di sini kerja, penikmatan dunia, dan agama berkorelasi. Walau demikian, di dalam Weber, korelasi itu berjalan secara terbalik: maksimalitas kapitalisme hanya mungkin direguk apabila diikuti dengan represi atas penikmatannya. Di sini represi atas kenikmatan bukan hanya memberikan efek akumulasi bagi kapital, tapi sekaligus juga memberikan aura transendental terhadap kapitalisme.
Sebelumnya, di dalam Marx, kombinasi kerja dan kenikmatan ini dipisahkan dalam jurang antagonisme kelas. Kerja identik dengan kelas buruh yang terdegradasi hidupnya, sementara kenikmatan (yang merupakan implikasi dari kerja buruh) direguk sebagai pampasan dan dinikmati secara monopolistik oleh kelas kapitalis. Akibatnya, logika yang berlaku di sini adalah "buruh bekerja sekuat-kuatnya, pemilik modal menikmati sepuas-puasnya". Sebagai kompensasi dari proses perampasan ini sekaligus sebagai jembatan dari jurang antagonisme itu diproduksi ideologi entah dalam bentuk agama-agama, atau bisa juga dalam bentuk seni-budaya. Dengan demikian, apabila di dalam Weber agama didefinisikan dalam hubungan yang transendental terhadap kapitalisme, di dalam Marx agama didefinisikan bersifat instrumental terhadap kapitalisme.
Walaupun demikian, meski berbeda dalam hal sudut pandang, di sini penalaran Weber dan Marx secara menarik bisa bertemu dalam suatu hubungan pendek: keduanya sama-sama melihat bahwa agama memiliki hubungan fungsional terhadap kerja kapitalisme. Bedanya, pada Weber hubungan itu didefinisikan dan dirayakan secara positif, sementara pada Marx dikritik dan didefinisikan sebagai negatif.
Lepas dari daya tarik dan akurasi analisis dari kedua pemikir di atas, logika ideologi kapitalisme kontemporer beroperasi secara sangat berbeda dan lebih kompleks jika dibandingkan dengan kapitalisme industri awal. Apabila pada Weber, kerja atau penderitaan didahulukan sebagai prasyarat bagi kenikmatan, maka kapitalisme sekarang justru bekerja dengan terlebih dulu menganjurkan kenikmatan, baru kemudian menandaskan kewajiban kerja. Ini yang di dalam filosofi Lacanian diringkas dalam satu kata: ENJOY! yang kebetulan merupakan petikan dari salah satu ujung tombak simbol komoditas global kapitalis paling dahsyat zaman kita, Coca-Cola. Nikmati, tapi nikmati dalam perintah.
Di dalam Lacan, mekanisme ini dijelaskan melalui konsep jouissance. Jouissance sering kali diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai enjoyment, akibatnya sering kali salah dimengerti karena diartikan semata-mata sebagai kenikmatan. Padahal, menurut Lacan, jouissance pertama-tama harus dilihat sebagai ekses dan kehilangan akibat tercerainya persatuan ibu-anak setelah anak mulai membentuk atau menemukan egonya. Jouissance adalah kenikmatan yang dicari sekaligus digerakkan sebagai kompensasi dari kehilangan permanen kenikmatan asali anak dalam kandungan ibu. Dengan demikian, jouissance adalah kenikmatan, tapi kenikmatan akibat kehilangan. Karenanya, di dalamnya sekaligus ada rasa sakit.
Dengan demikian, di sini kenikmatan itu dicari, ditemukan, tapi dengan segera hilang. Manusia hidup, tumbuh, dan dewasa dalam siklus hasrat-kehilangan ini. Kenyataan ini menghasilkan suatu kesimpulan yang fundamental, yakni bahwa dengan itu manusia tidak lebih adalah sebuah bidang kosong. Ia mencari, menemukan, sejenak merasa puas untuk kemudian kecewa lalu mencari-cari lagi. Persis ketika orang minum Coca-Cola, diminum, segar sejenak, untuk kemudian semakin merasa haus menjadi-jadi.
Logika jouissance ini secara tepat menjelaskan korelasi atau hubungan pendek antara logika kapital dan logika cara beragama kontemporer. Sementara pada kapitalisme yang bekerja adalah logika "semakin untung digandakan, bukan semakin cukup si kapitalis, justru semakin kurang dan semakin serakah mereka". Logika yang sama terjadi di dalam cara beragama modern: "semakin perintah dan larangan dipatuhi, orang bukan makin lega, malah justru makin membuncah gelisah dalam rasa dosa dan bersalah". Di sini baik kapitalisme maupun agama sama-sama bekerja dengan ambisi memimpin dan mengisi ruang kosong permanen subyek itu.
Akibatnya, pergeseran dalam sistem komando mental (super ego) menjadi tidak terhindarkan: yang semula ditafsirkan dan bersifat menjaga dan menghalangi hasrat berubah justru menjadi pendorong hasrat. Pada mulanya ia memerintah dengan "melarang", berubah menjadi memerintah dengan membujuk, menganjurkan dan merayu. Contoh yang paling unik dan halus dari mekanisme ini bisa ditemukan dalam beragam komoditas baru yang menawarkan kenikmatan sekaligus pengamannya: Coca-Cola tanpa coke, kopi tanpa kafein, bir tanpa alkohol, perang tanpa perang, poligami tanpa poligami. Semuanya searah dengan mekanisme politik kepura-puraan baru seperti perang tanpa perang, neoliberalisme berbarengan dengan paket kesalehan. Di titik ini, hasil akhirnya adalah surplus modal berubah menjadi surplus kenikmatan. Reproduksi surplus ini yang terus dipertahankan, karena dari sinilah kekosongan baru ditangguk supaya bujukan komoditifikasi bisa terus disuguhkan.
Persilangan mental semacam inilah yang kiranya menjadi modus operandi perilaku politik dan sosial. Ini bisa dilihat secara makin jelas dalam berbagai fenomena kepolitikan belakangan ini, seperti berkolaborasinya politik agama dengan unsur infotainment dalam pemilihan-pemilihan kepala daerah, bahkan pada propaganda politik di tingkat nasional. Ini pula yang kiranya dibaca dan dijadikan rujukan bagi orang-orang di seputar kepemimpinan politik imagologis Yudhoyono yang mendorongnya untuk setelah menonton film Ayat-ayat Cinta merasa perlu menonton lagi film Kun Fayakuun. Di sini bioskop yang sebelumnya bagi kalangan tertentu sering kali diharamkan--karena identik dengan tempat hiburan--justru jadi tempat "pensucian" yang diharapkan dapat mendatangkan simpati politik dan dukungan.
• Koran Tempo


Senin, 31 Maret 2008

ayat-ayat cinta dan perpolitikan di indonesia

saat lagi pusing Buat laporan Penelitian CSR ku, aku buka - buka surat masuk di email ku kebanyakan membahas soal kejadian bentrok antara PKL, mahasiswa,petani, nelayan,buruh dan miskin kota dengan aparat kepolisian beserta preman yang terindikasi bayaran walikota kendari pada tanggal 26-29 maret 2008,eh aku lihat ada postingan yang judul sangat menarik untuk aku baca dengan cermat yaitu tentang film yang sedang menjadi perbincangan di semua kalangan baik itu anak-anak,ABG maupun pejabat - pejabat negara, film Ayat -ayat cinta yang menurut teman ku saat dia lagi iseng-iseng browsing dia coba membandingkan berita tentang kasus kekerasan atau kejadian Kendari versi berita tentang ayat ayat cinta ternyata berita film ayat-ayat cinta jumlahnya mencapai 1,87 juta di yahoo dan 1,5 juta di google, semantara berita tentang penggusuran dan kekerasan terhadap PKL hanya mencapai 24.800 di google dan 22.700 di yahoo.ternyata benar apa yang pernah aku dengar dari teman-teman bahwa rakyat Indonesia itu hampir rata rata bodoh dan dibodohi.
ini aku coba posting tulisan yang kutemukan email ku yang mencoba mengkritisi dinamika perfilman indonesia dan di include kan dengan dinamika islam, dan politik.
Sisi Lain Film Ayat-Ayat Cinta, dan Kontekstualnya dengan Indonesia


Ayat-ayat cinta memberikan bukti bahwa audiovisual sangat bermanfaat
jika digunakan untuk kebaikan dan sebaliknya akan sangat berbahaya
jika digunakan untuk sebuah kejahatan dan merusak.

1. Walaupun ada rasa syukur lihatlah lebih dalam dibalik ini
Saya berterima kasih kepada yang buat film itu dikaitkan dengan
Indonesia, pertama film ini berhasil menghimpun orang Indonesia untuk
punya perhatian kembali karena mulai disebutkan telah ditonton lebih
dari 3 juta orang dalam waktu singkat sampai Presiden dan Wapres serta
beberapa anggota cabinet juga telah menonton film ini. Artinya ada
media yang dapat memfokuskan orang Indonesia termasuk petinggi
negaranya yaitu Dongeng. Yang Kedua pada film itu jika seseorang
beriman maka setelah taaruf lebih baik menikah dan tidak usah pakai
peluk pelukan dan cumbu cumbuan hal ini sejalan dengan kesetujuan saya
agar situs porno diblokir saja sampai zaman berubah terutama di
Indonesia. Ketiga, saya biasanya kalau menonton film maka biasanya
setelah film selesai biasanya penonton punya lagak sendiri hanya
diakhir film ini ternyata benar banyak penonton yang menangis,
pertanyaannya apakah kagum sama aisyah, sedih melihat nasib maria
karena berbagai alasan apakah karena kematiannya akibat penyakit atau
karena gontah-ganti keyakinan sebelum kematiannya?.


Diwarungplus.com ada komentar Pertama Agak telat gw baca novelnya. setelah itu, liat pilemnya dari
download di situs kebanggaan anak indonesia ini. Eh ternyata filmnya ......... ANJING!!!!
ini film kok jadi gk kena sama novelnya?!!! gw bukan pengen di samain sama novelnya,tapi kok bener2 bukan ayat-ayat cinta-nya kang abik deh?!!!
jadinyaayat-ayatindia!!Najis abis dah filmnya!

Film ini lebih menandakan kebangkitan India, maksudnya bangsa India
memang hebat dan kita harus bangga karena Punjabi merasa Indonesia dan
bagi bangsa Indonesia kita bangga bisa membuat bangsa yang dulunya
berasal darimanapun bisa hebat berkarya di Indonesia. Kita tahu juga
Punjabi banyak jasanya kepada Indonesia dan ternyata berusaha
membangkitkan Indonesia serta budaya Islam sehingga ketajaman visi
Punjabi sebagai orang film perlu diberikan penghargaan yang selayaknya
apalagi telah berhasil menarik bukan hanya lebih dari 10 juta penonton
mungkin pada akhirnya tetapi juga Presiden dan wakil Presiden serta
anggota cabinet yang seharusnya lebih terharu melihat kisah nyata di
negeri yang dipimpinnya dimana, seorang Ibu kandung membunuh anaknya,
sistim rentenir yang menjerat petani dan nelayan serta nasib pekerja
yang terombang ambing, para sarjana nganggur akibat perekonomian
Indonesia belum pulih juga. Terlepas dari semuanya terima kasih Raam
Punjabi dan semoga Deddy Mizwar dan Kang Didi Petet serta Butet
kertarajasa segera tersentak dan bersama Mas Eros Djarot membuat Film
yang dahsyat karena ternyata FILM masih bisa jadi alat komunikasi
dahsyat. Khusus kepada Mas Eros Djarot, saya memang mengaguminya bukan
hanya karena Badai Pasti berlalu dan Cut Nyak Diennya saja tetapi
dalam pandangan saya Mas Erot punya energy yang kuat untuk dalam
menciptakan karya fenomenal dan mampu merubah dari pola sebelumnya.
Tidak akan ada musik kaya band-band Indonesia yang ada sekarang tanpa
ada Badai Pasti Berlalu begitu juga Film Cut Nyak Dien, dan Yang
paling penting dibalik itu semua Mas Eros Djarot sangat kuat semangat
dan kerja kerasnya.

2. Keprihatinan ketika melihat Film itu dan implikasinya
Sungguh konyol jika seorang anak tukang tape sekolah jauh jauh ke
Mesir jika yang disorotinya lebih kepada bagaimana caranya ia
mendapatkan 2 orang Istri. Bagaimana mungkin merasa bangga jika
seorang yang sekolah untuk kemaslahatan dan agama jika pengalamannya
disederhanakan Cuma pacaran dan bolak balik ke rumah sakit, penjara
dan ngurusi perkawinannya…..,kapan ia ngurus agama dan kesempatan
membangun gerakan untuk mendialektikakan keyakinanannya sehingga
terimplementasi menjadi sebuah kehidupan yang sesuai dengan ajaran dan
keyakinannya.

Dari sudut ini saya melihat bahwa film ini juga berpotensi seperti
"sinetron penampakan yang telah berhasil mematikan akal sehat
diberbagai kalangan di Indonesia sehingga menjadi tidak peka dan
kehilangan rasa kemanusiaannya. Bagaimana urgensinya menjawab ketika
para santri menanya apakah kiai, dulu ketika di Mesir kerjanya tidak
lebih seperti "Tokoh Fachry didalam ayat ayat cinta yang begitu
teganya berteriak memerintahkan istrinya aisyah yang sedang hamil
untuk mencarikan suster , akibat istrinya yang satunya mengalami
sesuatu yang dianggapnya fatal?. Kenapa bukannya ia yang lari mencari
Dokter karena ia tahu bahwa istrinya sedang hamil sehingga jika
istrinya mengalami kecelakaan akan berakibat fatal bagi bayinya dan
istrinya?. Apakah tindakan seperti ini bisa dikatakan Islami?. Saya
kira kita harus malu kepada istri kita jika dalam pikiran kita
menganggap tindakan Fachry , benar.

Saya juga merasa malu, ketika melihat ada Ustadz yang meminta fachry
menikahi Nurul. Padahal pada kenyataannya seperti yang dilihat diFilm
bahwa ternyata Nurul tidak benar. Bukankah dengan contoh seperti tadi
juga bisa memunculkan semakin banyaknya keraguan bahwa ternyata juga
Ustadz bisa salah. Jika bisa salah masih bisa dikatakan manusiawi
bagaiman jika yang berkembang kepada masyarakat yang Non Muslim
dijadikan fitnah seperti dalam film itu juga dimana ternyata Ustadz
bisa dibayar, apakah ini justru tidak merugikan umat Islam?.

Saya juga tidak mengerti kenapa Pak Din Syamsudin harus sampai
mendorong orang melihat film ini?. Apakah masih perlu membuktikan
bahwa beliau memang didengar atau ini cerita bisnis?. Jika ini dalam
kerangka syiar agama saya merasa kalaupun ada soal yang bisa dikatakan
islami seperti tidak menyentuh wanita yang bukan muhrim, jujur dan
bisa dipercaya, tidak pamrih menolong dan pesan agar taat terhadap
ajaran agama hanya jika Film ini dikatakan sebagai syiar, saya lebih
suka mengatakan bahwa Film ini katakanlah berniat untuk syiar tetapi
pada kenyataanya hanyalah sebuah hiburan yang lumayan dalam memberikan
beberapa pelajaran. Kesimpulannya terlalu berisiko jika tokoh agama
sebuah organisasi besar memasang kredibilitasnya sebagai advertising
apalagi sampai Presiden dan wapres diliput media masa setelah menonton
film ini secara terbuka.

Khusus soal Presiden, saya kembali khawatir jika setelah menonton film
ini apalagi pakai nangis, maka kejadian di Gunung merapi kejadian lagi
dimana Presiden dikritik akibat bermain gitar dikaki gunung merapi
setelah melakukan kunjungan kesana. Begitu juga ketika Presiden
meluncurkan albumnya, yang bahaya jika rakyat menganggap bahwa
kerjanya para pemimpin Negara hanyalah bersenang senang, padahal yang
saya dengar pemerintah sedang berusaha dengan susah payah mencarikan
jalan keluar bagi bangsa Indonesia hanya beberapa anggota cabinet
sulit dikendalikan karena lebih terinspirasi "Ghanimah untuk partai
dan golongannya", saya jadi bingung mana yang benar?.

Saya tidak peduli dalam soal citra para pemimpin Indonesia hanya yang
ingin saya sampaikan, apakah tidak merusak iklim secara keseluruhan
lagi jika para tokoh pemerintahan jika diseret seret pake nonon film
ayat ayat cinta ini?. Katakanlah film ini membuktikan bahwa bangsa
Indonesia membutuhkan cinta, kasih sayang dan perlindungan dalam
kehidupannya?. Bukankan pemerintah lebih baik mendelivernya segera
bukan malahan para pejabat pemerintahan Indonesia ramai ramai nonton
film ini. Bagai mana jika mulai Gubernur sampai camat dan lurah, RW/RT
nonton Film ini. Begitu juga dari panglima dan kapolri sampai Korem
dan Kapolsek juga nonton film ini?. Begitu juga menteri dan para ketua
partai juga nonton film ini.

Hasilnya silakan saja diprediksi?.

3. Film Ayat ayat Cinta cukup membuktikan bahwa audiovisual dahsyat
pengaruhnya.
Saya saat ini sangat bersyukur kepada yang pernah memberikan pekerjaan
kepada saya dan Allah SWT sehingga beberapa saat lamanya saya berada
di Melbourne. Saat ini saya sudah terbebaskan dari kecanduan menonton
TV. Sekarang jika saya menonton TV pusing akibat melihat berita
beritanya hanya menampilkan keburukan dan tidak memotivasi untuk
melakukan kebaikan atau dapat dijadikan contoh bagi saya dalam
menjalankan kehidupan maupun berwiraswasta.

Saya pusing juga melihat acara sinetron yang saya khawatirkan diikuti
oleh generasi penerus kita semua sehingga budayanya seperti yang
ditayangkan di sinetron. Apakah semua acara TV memuakan, tentu saja
tidak national geographic yang diambil dari televisi asing juga bagus
begitu juga Tukul dengan 4 matanya, kadang kadang extravagansanya
Aming juga menarik selebihnya acara musik dan pembinaan moral juga
lumayan menarik. Barangkali jika dari acara TV ikutan menyemangati
warga supaya lebih creative, mandiri dan mendapatkan pelajaran
pengalaman dari yang telah berhasil sehingga bisa menjadi berhasil
maka alangkah bermaslahatnya TV itu. Acara berbagai kompetisi yang
diputuskan oleh banyaknya sms tetapi beberapa kalangan menyebutkan
metode ini juga sudah tidak murni, saya Cuma bingung sampai saat ini
mana yang benar?. Mungkin ada baiknya TV TV local lebih mengedepankan
potensi lokalnya. Daerah tertentu mungkin potensinya olah raga karena
dengan olah raga kehidupan dan kesejahteraannya . misalnya saja papua
sepakbola, athletic, bola voly, basket dan tinju sangat mungkin
merubah kehidupan disana. Hanya jika bali dan manado barangkali yang
paling menarik jika hal hal yang berkaitan dengan Pariwisata yang
didialektikakan dan disosialisasikan serta ditumbuh kembangkan. Batam
barangkali lebih kepada bagaimana menjadi singapura atau buffernya
singapura. Riau, Kalimantan barat, selatan dan Timur dan Nusa
tenggara sama dalam hal pertambangan sehingga pengalaman buruk dan
sukses story pertambangan harus menjadi cerita rakyat sehingga rakyat
pada daerah tersebut dapat waspada dan tepat dalam mengambil keputusan.

Dari semua ini ayat ayat cinta memberikan bukti bahwa audiovisual
sangat bermanfaat jika digunakan untuk kebaikan dan sebaliknya akan
sangat berbahaya jika digunakan untuk sebuah kejahatan dan merusak.

4. Nilai nilai yang tertanam suatu ketika akan sangat menentukan
kehidupan berbangsa.
Pada daerah daerah tertentu beberapa kawan telah mengingatkan saya
bahwa cerita yang didesain menjadi sebuah legenda sudah dikembangkan.
Kapan mulainya dan bagaimana mereka melaksanakannya kita semua perlu
mengetahuinya jika kita masih mencintai republic Indonesia.

Kenapa sedemikian berbahayanya karena apakah tahun depan, 5 tahun lagi
atau sepuluh tahun lagi dan seterusnya jika cerita yang berkembang
sekarang ini apalagi disertai dengan cerita pembusukan para pemimpin
bangsa Indonesia, krisis ekonomi dan juga berhasilnya mematikan akal
sehat bangsa Indonesia maka hasilnya hampir pasti bangsa Indonesia
akan masuk kedalam situasi yang dulu pernah terjadi terhadap bangsa
ini. Saya secara pribadi dan beserta kawan kawan yang selama ini
bersama sangat prihatin dan tidak akan pernah behenti melakukan
penyadaran akibat bahayanya.

Hilangnya ilmu bumi pada sekolah dasar, semua kegiatan budaya dan oleh
raga menjadi kegiatan hapalan juga perlu dicurigai bagian dari usaha
mematikan akal sehat bangsa Indonesia. Pada kalangan yang lebih mampu
kata kata bahwa kita untuk apa ngurusi Negara, Negara juga tidak
pernah ngurus kita dan untuk apa berbentuk Indonesia tetapi miskin dan
sengsara disbanding seratus Negara berdiri di nusantara ini tetapi
mampu mewujudkan keadilan an kesejahteraan. Pertanyaannya apakah jika
Indonesia jadi 100 bukan malahan lebih mudah lagi diadu dombanya
sehingga bukan sejahtera malahan nistalah yang didapat karena jika adu
domba berhasil kita akan saling membunuh saudara sendiri, auzubillah
bin zalik. Pertanyaannya apakah kesejahteraan dan keadilan akan ada
jika jika kedaulatan Negara sudah tidak ada?.

Kembali lagi apa yang hidup sebagai sebuah keyakinan akan sangat
menentukan akal sehat dan semangat sebuah bangsa dalam mewujudkan cita
cita bangsanya. Cita cita bangsanya akan sangat ditentukan nilai nilai
yang diyakininya serta bagaimana bangsa itu mengimplementasikannya.

Oleh karenanya, kembali kepada bangsa Indonesia sendiri apakah kita
hanya akan puas menangis dan terharu atau merasa mendapatkan sesuatu
setelah menonton ayat ayat cinta atau mulai hari ini kita melakukan
sebuah perubahan dengan menggunakan media audiovisual sebagai sarana
perubahan berbagai hal dalam rangka mendapatkan kemaslahan bagi
Indonesia tentunya bangsanya. Dengan fenomena ini Kenapa pemerintah
Indonesia tidak memanfaatkan momentum itu dalam rangka melakukan
berbagai hal dengan menggunakan metode yang telah gamblang kita
saksikan. Bekerja diluar negeri, pentingnya mempertahankan kedaulatan
Negara. Rakyat sengsara akan dekat dengan dosa, korupsi terbukti
membawa bencana. Kebebasan tanpa tanggung jawab akan menghasilkan
bencana dan FILM Menjadi presiden artinya siap berdosa dan tidak enak
walau sangat mungkin memberikan kemaslahan kepada bangsa Indonesia
tetapi jika untuk kesenangan dan kenikmatan ini pastilah bencana besar
bagi diri dan keluarga.serta bangsa Indonesia. Atau film sejarah tidak
ada yang ngotot akhirnya menjadi pemimpin di Indonesia…sehingga yang
kepilih atau menjadi presiden / pemimpin di negeri ini biasanya karena
ditindas, dipermalukan, dijebloskan karena dipersepsikan bermoral atau
berjasa. Dll.

5.Bagaimana dengan 2009?
Kondisi Indonesia sekarang ini ada yang mengatakan sangat aneh jika
sampai 2009 tidak terjadi rusuh karena berbagai indikatornya sudah
menunjukan seharusnya segera terjadi kerusuhan. Mas bayu, mengatakan
kepada saya bahwa saat ini sebenarnya banyak anak anak muda yang tidak
paham politik dan sebenarnya mereka hanya lebih asyik dengan hidupnya
tetapi mereka melihat bahwa jika sekarang terjadi rusuh lagi maka
kondisinya akan sangat merugikan bangsa Indonesia. Kita akan mundur
beberapa tahun kebelakang. Dan budaya yang terbangun setelah kerusuhan
butuh waktu lama untuk bisa menjadi normal kembali.

Lalu apa hubungannya dengan ayat ayat cinta dan audiovisual?. Dengan
melihat kondisi seperti itu bukan kan kita akan sangat rawan jika
meneruskan pola kampanye model yang selama ini ada. Kenapa kita tidak
memulainya denga cara yang baru dengan belalar dari fenomena yang ada
sekarang ini.

Pesan kang Sofyan kepada saya bahwa kita harus benar benar
memanfaatkan kondisi kampanye dalam pilkada dan apalagi pilpres itu
harus sebagai sarana membahagiakan orang banyak atau warga setempat.
Bahasanya begini, cobala kita berempati sedikit kepada rakyat sehingga
nasi bungkus, kaos dan kegembiraan terasa kepada masyarakat yang
daerahnya sedang mengalami Pilkada atau nanti pada saat Pilpres dan
Pemilu 2009. rakyat semakin jarang memakan makanan bergizi seperti
daging sapi, ayam, rending dan telor serta ikan. Jika pada saat
kampanye cobalah lihat mereka begitu menikmatinya serta mereka juga
jalan-jalan ada yang mengongkosinya untuk beli bensin atau naik
kendaraan umum gratis setelah itu nonton musik dan ikut bergoyang. Hal
ini sungguh membahagiakan. Saya kira penilaiannya dari sisi ini
sungguh tajam.

Dengan mempertimbangkan ini barangkali proses kampanye sebaiknya
memang tetap ada hanya barangkali bagaimana jika mulai saat ini Partai
beberebut buat Film yang mensosialisasikan nilai nilai partainya dan
memunculkan berbagai bukti kedekatan dan keberhasilannya mendorong
rakyat menjadi mandiri atau menolong rakyat?. Dengan metode ini
Indonesia bebas fitnah diantara sesama partai dan partai lebih
didorong memotivasi rakyat. Setiap kota memutar filmnya dan para calon
pemilih diberikan tikect gratis atau bayar murah tetapi setelahnya
tokoh partai menyampaikan pesannya sekaligus rakyat dapat makan ,
hiburan dan motivasi untuk berbuat terbaik untuk dirinya, Indonesia
dan partainya.

Dalam hal Partai politik dimana saya menyepakatinya sebagai salah satu
sarana untuk mewujudkan Negara Demokatis dan berkedaulatan serta mampu
mewujudkan cita cita kemerdekaan Indonesia

Seorang sopir taksi pada hari sabtu 29 maret meningatkan saya bahwa
akibat urutan kepentingan lah maka partai politik menjadi rusak:
1. Kepentingan no satu adalah kalian seluruh anggota partai harus mati
matian dan mendorong serta mengusahakan agar partai menang pemilu dan
mendorong ketua partai menjadi Presiden.
2. Kepentingan no dua, adalah kalian seluruh anggota partai harus
menjaga dan memuliakan seluruh keluarga dan pengikut setiap ketua umum
partai agar selamat dan mendapatkan kemuliaan dimanapun berada.
3. Kepentingan no 3, segenap partai jangan ganggu dan harus ikut
mengamankan kalau ia koruptor selama ia menyumbang partai apalagi
bersedia menjadi bendahara partai sehingga partai tidak lagi kesulitan
dana.
4. Kepentingan no 4, seluruh anggota partai harus dekat dengan rakyat
agar bisa memanfaatkan rakyat supaya memilihnya sehingga hal itu akan
memperkuat partai.
5. Kepentingan no 5, seluruh anggota partai harus mampu meyakinkan
rakyat jelata bahwa jika rakyat memilih mereka sehingga pemimpin
partai menjadi presiden dan banyak anggota partai duduk diparlemen
maka paling tidak rakyat akan dijanjikan diperhatikan nasibnya.

Sopir taksi ini menambahkan , katanya jika kondisinya seperti ini maka
benar bahwa ada sinyalemen yang menyetakan Partai hanya punya
kepentingan 2 jika belum berkuasa bagaimana merebut kekuasaan dan jika
sudah berkuasa maka bagaimana mempertahankan kekuasaan?.

Apapun yang terjadi saat ini itulah gambaran yang ada, semoga fenomena
ayat ayat cinta dapat diambil hikmahnya dan bermanfaat bagi bangsa
Indonesia.


Agus Muldya Natakusumah
IndoSolution