Selasa, 25 Maret 2008

TANJUNG API-API, NASIB HUTAN MANGROVE DAN NASIB RAKYAT SUMATERA SELATAN


Oleh : Hadi jatmiko Aktivis Lingkungan,Wakil Sekretaris DPW Sarekat Hijau Indonesia ( SHI ) Propinsi Sumsel


Ar-Ruum (31): 41
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Firman ALLAH diatas sangatlah baik untuk kita jadikan sebagai bahan mengevaluasi dan merefleksikan diri, atas semua kejadian alam yang terjadi saat ini. Banjir, Tanah Lonsor dan Gempa Bumi yang terjadi, bukanlah sebuah kejadian alam yang murni seperti yang dikatakan oleh Pejabat ( Birokrat ) “Bencana alam adalah takdir yang maha kuasa“. Pernyataan ini menurut penulis, adalah cara yang digunakan oleh pejabat ( Birokrat ) untuk mengarahkan pemikiran rakyat sebagai korban dari Bencana alam agar berpikir bencana yang menerpa mereka adalah sebuah takdir yang di berikan oleh ALLAH kepada Umatnya , sehingga para pembuat Undang - undang dapat terus memproduksi Undang- Undang yang mengeksploitasi sumber-sumber kekayaan Alam. Salah satu contohnya yaitu dikeluarkannya PP No 2 Tahun 2008 tentang ”jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang berlaku pada departemen kehutanan” yang saat ini terus menjadi polemik di masyarakat.

Saat ini Pemerintah Propinsi Sumatera selatan sedang gencar –gencar nya mempromosikan Pembangunan Pelabuhan Tanjung api-api yang Lokasinya berada di Kabupaten Banyuasin, 70 KM dari kota Palembang dan di perkirakan akan menghabiskan dana ± Rp 7 Triliun. Harapan pemerintah dpelabuhan ini, akan menjadi salah satu Pelabuhan Internasional yang ada di Indonesia.

Adapun Ide untuk membangun Pelabuhan Tanjung api-api telah di gulirkan sejak masa kepemimpinan Gubernur H Asnawi Mangku Alam, dan H Sainan Sagiman. Serta Dua mantan gubernur Sumsel belakangan, yaitu H Ramli Hasan Basri yang memerintah selama dua periode, H Rosihan Arsyad, namun semua mimpi – mimpi serta harapan dari para pemimpin tersebut tidak bisa menjadi kenyataan saat kekuasaan masih berada di tangan Mereka.

Proyek Pelabuhan Tanjung api-api akan dibagi dalam 3 bagian yaitu kawasan pelabuhan seluas 13.000 Ha, kawasan utilitas seluas 9.324,35 Ha dan 4.000 Ha akan digunakan sebagai kawasan penunjang, sehingga jika di jumlahkan dari 3 kawasan tersebut menjadi 26324,35 Ha. dari Luas kawasan tersebut terdapat kawasan Hutan Mangrove yang panjang ± 30 KM termasuk sebagai Kawasan Hutan Mangrove terpanjang di Asia, serta jarak dari Lokasi yang akan dilakukannya pembangunan Mega proyek ini sangatlah berdekatan ± 5 Km.dengan Taman Nasional Sembilang ( TNS ) yang dilindungi oleh Undang-Undang ( KepMen No.95/kptsII/2003 )

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob. Hutan mangrove juga merupakan habitat bagi beberapa satwa liar yang terancam punah, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatranensis), bekantan (Nasalis larvatus), wilwo (Mycteria cinerea), bubut hitam (Centropus nigrorufus), dan bangau tongtong (Leptoptilus javanicus), dan tempat persinggahan burung-burung migrant. dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh International Union of Coservation Nature and Natural Resource-Crocodile Specialist Group (IUCN CSG) dan Wetlands International di Lokasi yang akan di bangun Mega proyek ini terdapat spesies dari buaya Sinyulong (Tomistoma schlegeli). yang berdasarkan Kepmen no 32 tahun 1990 spesies ini diketegorikan mendapat perlindungan No 1 di Indonesia karena sedang mengalami kepunahan.
Hutan Mangrove adalah pelindung alami yang paling kuat dan praktis untuk menahan erosi pantai, menyediakan berbagai hasil kehutanan seperti kayu bakar, alkohol, gula, bahan penyamak kulit, bahan atap, bahan perahu, sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan, udang, burung, monyet, buaya dan satwa liar lainnya yang diantaranya endemic.

Dari hal diatas Fungsi Hutan Mangrove tersebut dapat di spesifikan menjadi 3 Fungsi yaitu Fungsi fisik: Secara fisik hutan atau ekositem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindingi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah. Fungsi Biologi: Secara biologi hutan atau ekosistem mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah asuhan pasca larva dan yuwana jenis-jenis tertentu dari ikan, udang dan bangsa krustasea lainnya serta menjadi tempat kehidupan jenis-jenis kerang dan kepiting, tempat bersarang burung-burung dan menjadi habitat alami bagi berbagai jenis biota. Fungsi ekonomi atau fungsi produksi. Selain mempunyai fungsi dan manfaat seperti tersebut di atas, ekosistem dan hutan mangrove juga sejak lama telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Anggaran untuk pembanguan Mega proyek ini seperti yang telah ditulis diatas sangat lah besar yaitu ± 7 triliun sedangkan APBD propinsi sumatera Selatan untuk Tahun 2007 hanya 2,3 Triliun tidak sampai 50 % dari anggaran Proyek sehingga strategi yang dipakai Pemerintah untuk membiayai proyek ini dengan cara Pembiayaan APBD Jamak yang artinya setiap Tahun di dalam Anggaran APBD propinsi Sumatera Selatan terdapat Sub anggaran untuk Proyek ini.sedangkan untuk investor yang berminat menginvestasikan uangnya sampai saat ini belum ada kejelasan

Dari banyaknya Faktor diatas inilah yang mungkin dijadikan pertimbangan oleh para Pemimpin Sum-sel terlebih dahulu untuk tidak melaksanakan Proyek ini. Tetapi hal ini berbeda dengan Pemerintahan atau Pemimpin sum-sel saat ini walaupun banyak dampak dan protes yang dilakukan oleh Organisasi Lingkungan dan Masyarakat, Pemerintah masih tetap keras kepala untuk terus melanjutkan Mega Proyek ini, hal ini memunculkan Pertanyaan bagi masyarakat ada apa dengan Proyek ini?. Kalo seandainya Pemerintah beralasan bahwa dengan adanya Pelabuhan Internasional dan Nomor 1 di Asia ini akan berdampak dengan kenaikan Pendapatan Asli Daerah dan mensejahterakan Rakyat maka penulis merasa pesimis karena Singapura yang memiliki Pelabuhan terbesar di Asia pasti tidak akan merelakannya dan mungkin akan melakukan Upaya apapun untuk Mempertahan pendapatan terbesar Negara nya. sehingga apabila kondisi ini terjadi apakah pemerintah Sumatera Selatan akan mampu bersaing?. Telah banyak proyek-proyek besar dan mega proyek - mega proyek besar yang direalisasikan oleh pemerintah Sumatera Selatan salah satu contohnya program ” Visit Musi 2008 ” yang telah menghabiskan uang bermilyaran Rupiah namun setelah program ini di lounching kan pada awal Januari kemarin, tidak ada dampak signifikan terhadap meningkatnya perekonomian rakyat dan ini memunculkan pemikiran masyarakat bahwa Proyek atau program yang ada di sumatera selatan hanyalah sebuah mesin ATM bagi para pejabat untuk mengambil Uang negara dan menjadikan nya sebagai panggung untuk dikenal (pencitraan).bagaimana dengan Mega proyek Pelabuhan Tanjung api-api apakah Proyek ini pun masuk dalam Kategori ini?.

Selasa, 11 Maret 2008

Renungan Seorang Penyair Dalam Menanggapi Kalabendu
“Megatruh Kambuh”



Renungan Seorang Penyair Dalam Menanggapi Kalabendu
Penyair besar Ronggowarsito, di pertengahan abad 19,
menggambarkan zaman pancaroba sebagai “Kalatida” dan
“Kalabendu”.

Zaman “Kalatida” adalah zaman ketika akal sehat
diremehkan. Perbedaan antara benar dan salah, baik dan

buruk, adil dan tak adil, tidak digubris. Krisis moral
adalah buah dari krisis akal sehat. Kekuasaan korupsi
merata dan merajalela karena erosi tata nilai terjadi
di lapisan atas dan bawah.

Zaman “Kalabendu” adalah zaman yang mantap
stabilitasnya, tetapi alat stabilitas itu adalah
penindasan. Ketidakadilan malah didewakan. Ulama-ulama
menghianati kitab suci. Penguasa lalim tak bisa
ditegur. Korupsi dilindungi. Kemewahan dipamerkan di
samping jeritan kaum miskin dan tertindas. Penjahat
dipahlawankan, orang jujur ditertawakan dan
disingkirkan.

Gambaran sifat dan tanda-tanda dari “Kalatida” dan
“Kalabendu” tersebut di atas adalah saduran bebas dari
isi tembang aslinya. Namun secara ringkas bisa
dikatakan bahwa “Kalatida” adalah zaman edan, karena
akal sehat diremehkan, dan “Kalabendu” adalah zaman
hancur dan rusaknya kehidupan karena tata nilai dan
tata kebenaran dijungkir-balikkan secara merata.

Lalu, menurut Ronggowarsito, dengan sendirinya,
setelah “Kalatida” dan “Kalabendu” pasti akan muncul
zaman “Kalasuba”, yaitu zaman stabilitas dan
kemakmuran.
Apa yang dianjurkan oleh Ronggowarsito agar orang bisa
selamat di masa “Kalatida” adalah selalu sadar dan
waspada, tidak ikut dalam permainan gila. Sedangkan di
masa “Kalabendu” harus berani prihatin, sabar, tawakal
dan selalu berada di jalan Allah sebagaimana tercantum
di dalam kitab suciNya. Maka nanti akan datang secara
tiba-tiba masa “Kalasuba” yang ditegakkan oleh Ratu
Adil.

Ternyata urutan zaman “Kalatida”, “Kalabendu”, dan
“Kalasuba” tidak hanya terjadi di kerajaan Surakarta
di abad ke 19, tetapi juga terjadi di mana-mana di
dunia pada abad mana saja. Di Yunani purba, di
Romawi,, di Reich pertama Germania, di Perancis, di
Spanyol, Portugal, Italia, Iran, Irak, India, Russia,
Korea, Cina, yah di manapun, kapanpun. Begitulah
rupanya irama “wolak waliking zaman” atau “timbul
tenggelamnya zaman”, atau “pergolakan zaman”. Alangkah
tajamnya penglihatan mata batin penyair Ronggowarsito
ini!
Republik Indonesia juga tidak luput dari “pergolakan
zaman” serupa itu. Dan ini yang akan menjadi pusat
renungan saya pagi ini.

Namun sebelum itu perkenankan saya mengingatkan bahwa
menurut teori chaos dari dunia ilmu fisika modern
diterangkan bahwa di dalam chaos terdapat kemampuan
untuk muncul order, dan kemampuan itu tidak tergantung
dari unsure luar. Hal ini sejajar dengan pandangan
penyair Ronggowarsito mengenai “Kalasubo”. Kata Ratu
Adil bukan lahir dari rekayasa manusia, tetapi seperti
ditakdirkan ada begitu saja. Kesejajaran teori chaos
dengan teori pergolakan zamannya Ronggowarsito
menunjukkan sekali lagi ketazaman dan kepekaan mata
batinnya.

Melewati pidato ini saya persembahkan sembah sungkan
saya yang khidmat kepada penyair besar ronggowarsito.
Kembali pada renungan mengenai gelombang “Kalatida”,
“Kalabendu” dan “Kalasuba” yang terjadi di Republik
Indonesia.

Usaha setiap manusia yang hidup di dalam masyarakat,
kapanpun dan di manapun, pada akhirnya akan tertumbuk
pada “Mesin Budaya”. Adapun “Mesin Budaya” itu adalah
aturan-aturan yang mengikat dan dan menimbulkan
akibat. Etika umum, aturan politik, aturan ekonomi.
Dan aturan hukum, itu semua adalah aturan-aturan yang
tak bisa dilanggar begitu saja tanpa ada akibat. Semua
usaha manusia dalam mengelola keinginan dan
keperluannya akan berurusan dengan aturan-aturan itu,
atau “Mesin Budaya” itu.

Mesin Budaya” yang berdaulat rakyat, adil,
berperikemanusiaan, dan menghargai dinamika kehidupan,
adalah “Mesin budaya” yang mampu mendorong daya hidup
dan daya cipta anggota masyarakat dalam Negara. Tetapi
“Mesin budaya” yang berdaulat penguasa, yang menindas
dan menjajah, yang elitis dan tidak populis, sangat
berbahaya untuk daya hidup daya cipta bangsa.
Didalam masyarakat tradisional yang kuat hukum
adatnya, rakyat dan alam lingkungannya hidup dalam
harmoni yang baik, yang diatur oleh hukum adat.
Selanjutnya hukum adat itu dijaga oleh para tetua adat
atau dewan adat. Kemudian ketika hadir pemerintah,
maka pemerintah berfungsi sebagai pengemban adat yang
patuh kepada adat. Jadi hirarki tertinggi di dalam
ketatanegaraan masyarakat seperti itu adalah hukum
adat yang dijaga oleh dewan adat. Kedua tertinggi
adalah pemegang kekuasaan pemerintahan. Sedangkan
masyarakat dan alam lingkungannya terlindungi di dalam
lingkaran dalam dari struktur ketatanegaraan

Dengan begitu kepentingan kekuasaan asing, yang
politik ataupun yang dagang, tak bisa menjamah
masyarakat dan alam lingkungannya tanpa melewati
kontrol hukum adat, dewan adat dan penguasa
pemerintahan. Itulah sebabnya masyarakat serupa itu
sukar dijajah oleh kekuasaan asing.

Ditambah lagi kenyataan bahwa masyarakat dan alam
lingkungan yang bisa hidup dalam harmoni baik berkat
tatanan hukum yang adil, pada akhirnya akan melahirkan
masyarakat yang mandiri, kreatif dan dinamis karena
selalu punya ruang untuk berinisiatif. Begitulah
daulat hukum yang adil akan melahirkan daulat rakyat
dan daulat manusia. Syahdan, rakyat yang berdaulat
sukar dijajah oleh kekuasaan asing.

Memang pada kenyataannya suku-suku bangsa di Indonesia
yang kuat tatanan hukum adatnya, tak bisa dijajah oleh
V.O.C. Dan juga sukar dijajah oleh pemerintah Hindia
Belanda. Suku-suku itu baru bisa ditaklukkan oleh
penjajah pada abad 19, setelah orang Belanda punya
senapan yang bisa dikokang, senapan mesin dan dinamit.
Sedangkan Sulawesi Selatan baru bisa ditaklukkan pada
tahun 1905, Toraja 1910, Bali 1910 dan Ternate 1923
serta Ruteng 1928.

Sedangkan pada suku bangsa yang masyarakat dan alam
lingkungannya, tidak dilindungi oleh hukum adat,
rakyatnya lemah karena tidak berdaulat, yang berdaulat
cuma rajanya. Hukum yang berlaku adalah apa kata raja.
Kekuasaan asing dan para pedagang asing bisa langsung
menjamah masyarakat dan alam lingkungannya asal bisa
mengalahkan rajanya atau bisa bersekutu dengan
rajanya.
Kohesi rakyat dalam masyarakat adat kuat karena
bersifat organis. Itulah tambahan keterangan kenapa
mereka sukar dijajah. Sedangkan kohesi rakyat dalam
masyarakat yang didominasi kedaulatan raja semata
sangat lemah karena bersifat mekanis. Karenanya rentan
terhadap penjajahan. Begitulah keadaan kerajaan Deli,
Indragiri, Jambi, Palembang, Banten, Jayakarta,
Cirebon, Mataram Islam, Kutai, dan Madura. Gampang
ditaklukkan oleh V.O.C. Sejak abad 18 sudah terjajah.
Para penjajah bersekutu dengan raja, langsung bisa
mengatur kerja paksa dan tanam paksa. “Kalatida” dan
“Kalabendu” melanda negara.
Ketika Hindia Belanda pada akhirnya bisa menaklukkan
seluruh Nusantara, maka yang pertama mereka lakukan
ialah dengan meng-erosi-kan hukum adat-hukum adat yang
ada. Para penjaga adat diadu domba dengan para
bangsawan di perintahan sehingga dengan melemahnya
adat, melemah pulalah perlindungan daulat rakyat dan
alam lingkungannya. Selanjutnya penghisapan kekayaan
alam bisa lebih bebas dilakukan oleh para penjajah
itu.
Di zaman penjajahan itu hukum adat yang sukar
dilemahkan adalah yang ada di Bali karena hubungannya
dengan agama dan pura, dan yang ada di Sumatra Barat
karena hubungan dengan syariat dan kitab Allah.

Tata hukum dan tata negara sebagai “Mesin Budaya”, di
zaman penjajahan Hindia Belanda menjadi “Mesin Budaya”
yang buruk bagi kehidupan bangsa. Karena tata hukum
dan tata Negara Hindia Belanda memang diciptakan untuk
kepentingan penjajahan.

Maka ketika membangun negara, pemerintah Hindia
Belanda juga tidak punya kepentingan untuk memajukan
bangsa, melainkan membangun untuk bisa menghisap
keuntungan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan
kemakmuran dan kemajuan Kerajaan Belanda di Eropa.

Industrialisasi dilakukan dengan mendatangkan modal
asing yang bebas pajak, alat berproduksi juga
didatangkan dari luar negeri dengan bebas pajak, dan
bahan baku juga diimport dengan bebas pajak pula,
kemudian pabrik yang didirikan juga bebas dari pajak
berikut tanahnya. Yang kena pajak cuma keuntungannya.
Itupun boleh ditransfer keluar negeri. Jadi devisa
terbuka! Alangkah total dan rapi pemerintah Hindia
Belanda membangun "Mesin Budaya" penghisapan terhadap
daya hidup rakyat dan kekayaan alam lingkungan
Indonesia. Semuanya itu di kokohkan dengan "Ordonansi
Pajak 1925".

Setelah Indonesia Merdeka, ternyata cara membangun
Hindia Belanda masih terus dilestarikan oleh elit
politik kita. "Ordonansi Pajak 1925" hanya dirubah
judulnya menjadi "Undang-undang Penanaman Modal
Asing". Sehingga sampai sekarang kita sangat
tergantung pada modal asing. Pembentukan modal dalam
negeri serta perdagangan antar desa dan antar pulau
tidak pernah dibangun secara serius.

Pembentukan sumber daya manusia hanya terbatas sampai
melahirkan tukang-tukang, mandor dan operator. Kreator
dan produsir tak nampak ada. Mengkonsumsi teknologi
yang dibeli disamakan dengan ambil alih teknologi.
Bagaimana mengembangkan sumber daya manusia tanpa
menggalakkan lembaga-lembaga riset sebanyak-banyaknya!
Tanpa riset kita hanya akan menjadi konsumen dalam
perkembangan ilmu pengetahuan.

Dan juga melengahkan pembentukan industri hulu,
seperti penjajah tempo dulu, itu tidak bisa diterima.
Sangat menyedihkan bahwa pabrik baja kita ternyata
tidak bisa mengolah bijih baja. Bisanya hanya mendaur
ulang besi tua.

Akibat dari tidak adanya industri hulu, industri kita
di hampir semua bidang: pesawat terbang,mobil, sepeda,
obat batuk hitam, obat flu, cabe, kobis, padi ,
jagung, ayam potong, dll, dll, dll, semua assembling!
Alat berproduksi dan bahan bakunya diimport!

Dan selagi kita belum mempunyai kemampuan menghasilkan
mesin-mesin berat dan tenaga-tenaga manusia tingkat
spesialis yang cukup jumlahnya, pemerintah kita, sejak
zaman Orde Baru, telah menjual modal alam. Akibatnya
yang memperoleh keuntungan besar adalah modal asing
yang memiliki teknologi Barat dan tenaga-tenaga
spesialis. Alam dan lingkungan rusak karena kita
memang tak berdaya menghadapi kedahsyatan kekuatan
modal asing.
Ketergantungan pada modal asing, pinjaman dari
negeri-negeri asing dan bantuan-bantuan asing,
menyebabkan pemerintah kita, dari sejak zaman Orde
Baru, bisa tersesat ke dalam politik pertanian dan
pangan dari lembaga-lembaga asing dan
perusahaan-perusahaan multi nasional.

Dengan kedok "Revolusi Hijau" kekuatan asing bisa
meyakinkan bahwa kita harus meningkatkan swadaya
pangan. Dan tanpa ujung pangkal akal sehat, pemerintah
Orde Baru menetapkan bahwa swadaya pangan itu pada
intinya adalah swadaya beras. Seakan-akan dari Sabang
sampai Merauke beras menjadi makanan utama, dan tanah
dari Sabang sampai Merauke bisa ditanami beras. Dan
solusi yang diambil untuk mengatasi kenyataan bahwa
tanah yang bisa ditanami padi itu terbatas, maka para
pakar asing menasehati agar ada intensifikasi
pertanian padi, artinya: importlah bibit padi hibrida!
Bibit asli terdesak dan akhirnya hampir punah. Bibit
hibrida perlu pupuk. Didirikanlah pabrik pupuk dengan
pinjaman asing. Pupuk itu mengandung beurat yang lama
kelamaan tanah menjadi bantat.

Termasuk dalam program intensifikasi pangan dipakailah
berbagai racun: Pestisida untuk membunuh hama tanaman.
Fumisida untuk membunuh cendawan-cendawan, terutama
cendawan di kebun buah-buahan. Herbisida untuk
membasmi gulma. Maka gulma, jenis-jenis rumput yang
ada di sela taman dan dianggap mengganggu. Sebenarnya
gulma adalah bagian dari ekosistem tanah. Bisa
disingkirkan secara sementara dengan disiangi. Tetapi
kalau ditumpas dengan herbisida maka akan lenyaplah
gulma selam-lamanya. Artinya rusaklah ekosistem. Dan
pada hakekatnya herbisida itu berbahaya untuk semua
organisme dan makhluk.

Beberapa ahli pertanian bersih hati mengatakan bahwa
intensifikasi pemakaian pestisida, fumisida, dan
herbisida ini menyebabkan agrikultur kehilangan
"kultur" dan berubah menjadi "agrisida" atau "
agriracun".
Racun dari pestisida, fumisida dan herbisida ini pada
akhirnya masuk ke tanah dan meracuni air tanah.
Sehingga penduduk yang tinggal di sekitar
perkebunan-perkebunan mengalami cacat badan dan
melahirkan bayi-bayi cacat.
Pemakaian pupuk urea menyebabkan biaya produksi pangan
naik tinggi karena padi hibrida menuntut peningkatan
jumlah pemakaian pupuk, secara lama kelamaan. Mahalnya
biaya produksi padi dan rusaknya tanah ini yang
mendorong kita tergantung pada import bahan makanan.
Maksud hati ber-swadaya pangan, tetapi hasilnya justru
ketergantungan pangan.

Agrisida yang merusak lingkungan dan sumber pangan
kita, serta explotasi modal alam dengan serakah
sebelum kita menguasai pengadaan mesin-mesin berat,
modal nasional yang kuat, dan cukup tenaga spesialis,
yang juga menusuk alam lingkungan, adalah tanggung
dari begawan-begawan ekonomi dan begawan-begawan
pembangunan di zaman Orde Baru yang masih
berkelanjutan sampai sekarang adalah salah satu faktor
"Kalabendu" yang kita hadapi saat ini. Sama beratnya
dengan korupsi dan pelanggaran terhadap hak azazi.

Pembangunan dalam negara kita juga melupakan
sarana-sarana pembangunan rakyat kecil dan menengah
kecil. Padahal mereka adalah tulang punggung yang
tangguh dari kekuatan ekonomi bangsa. Jumlahnya
mencapai 45 juta dan bisa menampung 70 juta tenaga
kerja. Sedangkan sumbangannya pada Gross National
Product adalah 62%. Lebih banyak dari sumbangan BUMN.
Namun begitu tidak program pemerintah dengan positif
membantu usaha mereka: Jalan-jalan darat yang menjadi
penghubung antar desa, yang penting untuk kegiatan
ekonomi, rusak dan tak terurus. Bahan baku selalu
terbatas persediaannya. Banyak bank yang tidak ramah
kepada mereka. Grosir-grosir mempermainkan dengan
check yang berlaku mundur. Dan pemerintah tidak pintar
melindungi kepentingan mereka dari permainan
kartel-kartel yang menguasai bahan baku.

Dari sejak abad 7 telah terbukti bahwa rakyat kecil
menengah itu sangat adaptif, kreatif, tinggi daya
hidupnya, ulet daya tahannya. Di abad 7 mereka yang
seni pertaniannya menanam jewawut, dengan cepat
menyerap seni irigasi dan menanam padi serta berternak
lembu yang dperkenalkan oleh Empu Maharkandia dari
India Selatan. Selanjutnya mereka juga bisa menguasai
seni menanam buah-buahan dari India semacam sawo,
mangga, jambu, dsb. Bahkan pada tahun 1200, menurut
laporan "Pararaton", mereka sudah bisa punya
perkebunan jambu. Begitu juga mereka cepat sekali
menyerap seni menanam nila, bahkan sampai
mengekspornya ke luar negeri. Begitu juga mereka
adaptif dan kreatif di bidang kerajinan perak, emas,
pertukangan kayu dan pandai besi, yang semuanya itu
dilaporkan dalam kitab "Pararaton".

Di jaman Islam masuk dari Utara, mereka juga cepat
beradaptasi dengan tanaman-tanaman baru seperti
kedele, ketan, wijen, soga, dsb. Dengan cepat mereka
juga belajar membuat minyak goreng, krupuk, tahu,
trasi, dendeng, manisan buah-buahan, dan kecap. Bahkan
dengan kreatif mereka menciptakan tempe. Di bidang
kerajinan tangan dengan cepat mereka menyerap seni
membuat kain jumputan, membuat genting dari tanah,
membangun atap limasan, menciptaan gandok dan
pringgitan di dalam seni bangunan rumah. Pendeknya
unsur-unsur perkembangan baru dalam kebudayaan cita
rasa dan tata nilai cepat diserap oleh rakyat banyak.

Dan kemudian di jaman tanam paksa dan kerja paksa,
ketika kehidupan rakyat di desa-desa sangat terpuruk,
karena meskipun mereka bisa beradaptasi dengan tanaman
baru seperti teh, kopi, karet, coklat, vanili, dsb.
Tetapi mereka hanya bisa jadi buruh perkebunan atau
paling jauh jadi mandor, tak mungkin mereka menjadi
pemilik perkebunan; namun segera mereka belajar
menanam sayuran baru seperti sledri, kapri, tomat,
kentang, kobis, buncis, selada, wortel, dsb untuk
dijual kepada "ndoro-ndoro penjajah" di perkebunan dan
"ndoro-ndoro priyayi" di kota-kota. Akhirnya bencana
menjadi keberuntungan. Petani-petani sayur mayur
menjadi makmur.
Dan sekarang meski mereka dalam keadaan teraniaya oleh
keadaan dan tidak diperhatikan secara selayaknya oleh
pemerintah, bahkan kini mereka digencet oleh kenaikan
harga BBM, toh mereka tetap hidup dan bertahan. Kaki
lima adalah ekspresi geliat perlawanan rakyat kecil
terhadap kemiskinan. Luar biasa! Merekalah pahlawan
pembangunan yang sebenarnya!

Seandainya pemerintah dan pemikir ekonomi
memperhatikan dan membela kemampuan mereka,
menciptakan sarana-sarana kemajuan untuk mereka,
mereka adalah harapan kita untuk menjadi kekuatan
ekonomi bangsa.

Tata Hukum dan Tata Negara yang berlaku sekarang ini
masih meneruskan semangat undang-undang dan
ketatanegaraan penjajah Hindia Belanda tempo dulu,
yang sama-sama menerapkan keunggulan Daulat Pemerintah
di atas Daulat Rakyat, dan juga sama-sama menerapkan
aturan politik ketatanegaraan yang memusat, dan
sama-sama pula memperteguh aturan berdasarkan
kekuasaan dan keperkasaan dan tidak kepada etika,
dengan sendirinya tak akan bisa berdaya mencegah
krisis etika bangsa, bahkan malah mendorong para kuasa
dan para perkasa untuk mengumbar nafsu jahat mereka,
tanpa ada kontrol yang memadai.
Tentu saja ada Pancasila, sumber etika bangsa yang
cukup lebar cakupannya. Tetapi ternyata Pancasila
hanyalah bendera upacara yang tak boleh dikritik, tapi
boleh dilanggar tanpa ada akibat hukumnya. Kemanusiaan
yang adil dan beradab, satu sila yang indah dari
Pancasila ternyata tak punya kekuatan undang-undang
apapun bila dilanggar oleh orang-orang kuasa atau
perkasa. Lihatlah kasus pembunuhan terhadap empat
petani di Sampang Madura, pembunuhan terhadap
Marsinah, Udin, Munir, dan pembunuhan-pembunuhan yang
lain lagi.

Para buruh Cengkareng yang mogok dan berjuang untuk
memperbaiki kesejahteraan hidupnya, dianiaya dan
diharu biru oleh petugas keamanan. Biarpun kasusnya
dimenangkan oleh pengadilan, tetapi keputusan
pengadilan tak pernah digubris dan dilaksanakan oleh
majikan pabrik. Malahan para aktivis buruh diteror
oleh para petugas keamanan dan para preman yang
dibayar oleh majikan.

Rakyat juga tak pernah menang dalam perjuangan mereka
untuk melindungi diri dari polusi yang ditimbulkan
olah limbah pabrik. Petugas keamanan selalu memihak
kepada kepentingan majikan pabrik.

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan
sosial, dan kedaulatan rakyat, benar-benar tak ada
implementasinya di dalam undang-undang pelaksanaan.
KUHP, yang berlaku adalah warisan dari penjajah Hindia
Belanda yang tidak punya dasar etika.

Sungguh ironis, bahwa di dalam negara yang merdeka,
karena Kedaulatan Rakyat dan Kedaulatan Hukum
diremehkan, maka hukum dan undang-undang justru
menjadi sebab merosotnya etika bangsa.

Apabila para ahli hukum terlambat membahas dan
memperbaiki kenyataan adanya gap antara ius dan lex,
maka "Kalatida" akan berlaku berkepanjangan dan
masuklah kita ke alam "Kalabendu". Ah, gejala-gejala
bahkan menujukkan bahwa "Kalabendu" sudah menjadi
kenyataan. Inilah jaman kacau nilai, jaman kejahatan
menang, penjahat dipuja, orang beragama menjadi
algojo, kitab suci dikhianati justru oleh ulama,
kekuasaan dan kekayaan diperdewa. Pepatah "mikul duwur
mendem jero" sudah lepas dari konteks moralnya dan
berganti makna menjadi: kalau anda berkuasa dan
perkasa maka berdosa boleh saja!

Hukum, perundang-undangan dan ketatanegaraan yang
menghargai daulat manusia, daulat rakyat, daulat akal
sehat, dan daulat etika akan menjadi "Mesin Budaya"
yang mampu merangsang dan mengakomodasi daya cipta dan
daya hidup bangsa, sehingga daya tahan dan daya juang
bangsa menjadi tinggi. Jadi sangat penting segera para
ahli hukum membahas dan meninjau kembali mutu kegunaan
tata hukum dan tata negara Republik Indonesia dalam
menyejahterakan kehidupan berbangsa.

Bahkan menurut DR. Sutanto Supiadi ahli tata negara
dari Surabaya berpendapat, bahwa redesigning
konstitusi sangat diperlukan. Kenyataan memang
menunjukkan bahwa setiap ada amandemen untuk membatasi
kekuasaan presiden, tidak menghasilkan daulat rakyat
yang lebih nyata, melainkan hanya menghasilkan daulat
partai-partai yang lebih kuat.

Bahkan, dalam proklamasi kemerdekaan dan UUD'45 yang
asli, wilayah Republik Indonesia itu jelas
ditunjukkan. Lalu pada amandemen ke empat, disebutkan
munculnya pasal 25a, yang berbunyi: "Negara Kesatuan
Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang
berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan
hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang".

Tidak ada perkataan maritim di dalam rumusan itu. Nama
negara pun hanya disebut sebagai Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Padahal 60% dari negara kita
terdiri dari lautan. Jadi lebih tepat kalau nama
negara kita adalah Negara Kesatuan Maritim Republik
Indonesia.
Negara kita adalah negara satu-satunya di dunia yang
memiliki laut. Negara-negara lain hanya mempunyai
pantai. Tetapi negara kita mempunyai Laut Natuna, Laut
Jawa, Laut Sulawesi, Laut Flores, Laut Banda, Laut
Aru, Laut Arafuru, Laut Maluku, Laut Seram, Laut
Halmahera, Laut Timor dan Laut Sawu. Namun toh
ketatanegaraan kita tetap saja ketatanegaraan negara
daratan. Inikah mental petani?

Sampai saat ini kita belum membentuk "Sea and Coast
Guard", padahal ini persyaratan Internasional, agar
bisa diakui bahwa kita bisa mengamankan kita, maka
kita harus mempunyai "Sea and Coast Guard". Dunia
International tidak mengakui Polisi Laut dan Angkatan
Laut sebagai pengamanan laut di saat damai. Angkatan
Laut, Polisi Laut itu dianggap alat perang. Jadi apa
sulitnya membentuk "Sea and Coast Guard" yang berguna
bagi negara dan bangsa? Apakah ini menyinggung
kepentingan rejeki satu golongan? Tetapi kalau memang
ada jiwa patriotik yang mengutamakan kepentingan
bangsa dan negara, bukankah tak akan kurang akal untuk
mencari "win-win solution".

Dalam soal perbatasan kita telah melengahkan pemetaan,
pendirian beberapa mercu suar lagi, dan mengumumkan
claim yang jelas dan rational mengenai batas-batas
wilayah negara kita, teutama yang menyangkut wilayah
di laut. Sudah saatnya pula lembaga inteligent kita
mempunyai direktorat maritim.
Sudah saatnya wawasan ketatanegaraan kita, disegenap
bidang, mencakup pengertian "Tanah Air", dan tidak
sekedar "Tanah" saja.

Pelabuhan-pelabuhan pun harus segera ditata sebagai
"Negara Pelabuhan" yang dipimpin oleh "Syahbandar"
yang berijasah international. Kemudian segera pula
dicatatkan di PBB. Tanpa semua itu, maka negara kita
tidak diakui punya pelabuhan, melainkan hanya diakui
punya terminal-terminal belaka!

Perlu dicatat bahwa pembentukan Negara Nusantara untuk
pertama kalinya diproklamasikan oleh Baron Van Der
Capellen pada tahun 1821 dengan nama Nederlans Indie,
dan sifat kedaulatannya negara maritim dengan
batas-batas dan mercusuar-mercusuar yang jelas
petanya.
Jadi Van Der Capllen tidak sekedar mengandalkan
kekuatan angkatan laut untuk merpersatukan Nusantara,
melainkan, alat politik untuk meyatukan Nusantara
adalah tata hukum dan ketatanegaraan maritim.

Kita sebagai bangsa harus bersyukur kepada Perdana
Menteri Juanda dan menteri luar negari Mochtar
Kusumaatmaja, yang dengan gigih telah memperjuangkan
kedaulatan maritim kita di dunia Internasional,
sehingga diakui oleh Unclos dan PBB. Tetapi kita harus
tanpa lengah meneruskan perjuangan itu sehingga kita
mampu mengimplementasikan semua peraturan kelautan
internasional yang telah kita ratifikasi.

Perlu disayangkan bahwa usaha untuk mendirikan
Universitas Maritim yang bisa memberikan ijasah
internasional untuk syahbandar dan nahkoda, belum juga
mendapatkan ijin dari Departement Pendidikan Nasional.
Saya menganggap sikap pemerintah seperti itu tidak
patriotik dan tidak peka pada urgensi untuk menegakkan
kedaulatan bangsa dan negara di lautan.

Tata hukum, tata kenegaraan dan tata pembangunan yang
sableng seperti tersebut di atas itulah yang mendorong
lahirnya "Kalatida" dan "Kalabendu" di negara kita.
Menurut penyair Ranggawarsita kita harus bersikap
waspada, tidak mengkompromikan akal sehal. Dan juga
harus sabar tawakal. Adapun "Kalasuba" pasti datang
bersama dengan ratu adil.

Dalam hal ini saya agak berbeda sikap dalam
mengantisipasi datangnya "Kalasuba". Pertama,
"Kalasuba" pasti akan tiba karena dalam setiap chaos
secara "build-in" ada potensi untuk kestabilan dan
keteraturan. Tetapi kestabilan itu belum tentu baik
untuk kelangsungan kedaulatan rakyat dan kedaulatan
manusia yang sangat penting untuk emansipasi kehidupan
manusia secara jasmani, sosial, rohani, intelektual
dan budaya. Dalam sejarah kita mengenal kenyataan,
bahwa setelah chaos Revolusi Perancis, lahirlah
kestabilan pemerintahan Napoleon yang bersifat
diktator. Tentu masih banyak lagi contoh semacam itu
di tempat lain dan di saat lain.

Kedua, harus ada usaha kita yang lain, tidak sekedar
sabar dan tawakal. Tetapi toh kita tidak menghendaki
"Kalasuba" yang dikuasai oleh diktator. Tidak pula
yang dikuasai oleh kekuasaan asing seperti di Timor
Leste. Oleh karena itu kita harus aktif
memperkembangkan usaha untuk mendesak perubahan tata
pembangunan, tata hukum dan tata kenegaraan sehingga
menjadi lebih baik untuk daya hidup dan daya cipta
bangsa.

Ketiga, situasi semacam itu tidak tergantung pada
hadirnya Ratu Adil, tetapi tergantung pada Hukum yang
Adil, Mandiri, dan Terkawal.

Wassalam,

RENDRA

Cipayung Jaya, Depok
Hotel Quality, Jogya

Selasa, 26 Februari 2008

MULAI MARET 2008 PLN MENERAPKAN INSENTIF/DIS-INSENTIF

Mulai April tagihan listrik Anda bisa lebih kecil dr biasanya atau malah lebih besar, tergantung pemakaian listrik Anda...Begini aturannya :
  1. Insentif, diberikan ke pelanggan yang bisa berhemat lebih dari 20% dari rata-rata nasional pemakaian listrik per bulan.
  2. Dis-insentif, diberikan ke pelanggan yang tidak berhemat, yaitu pemakaian listrik lebih besar dari 80% dari rata-rata nasional pemakaian listrik per bulan.
Nih lebih jelasnya:
Misal Pemakaian rata-rata nasional 100 kWh, so nilai hematnya di 80 kWh...maksudnya kl konsumsi anda dibawah 80 kWh/bulan so Anda dapat insentif, Tapi kl konsumsi listrik Anda di atas 80 kWh so Anda dpt dis-insentif.
Gimana perhitungan insentif dan dis-insentifnya?
  1. Insentif = 0.2 x kWh yg dihemat x T *)
  2. Dis-insentif = 1.6 x kelebihan kWh x T *)
*) T= tarif listrik tertinggi di golongan tertentu (liat di rek.listrik anda)
Pemakaian listrik rata-rata nasional utk pelanggan rumah tangga per bulan:
  1. R-1 450 VA = 74.76 kWh
  2. R-1 900 VA = 115.48 kWh
  3. R-1 1300 VA = sekitar 195 kWh (belum dapat data pasti =)
Program ini diberlakukan pada golongan pelanggan:
  1. Rumah tangga
  2. Bisnis (kecuali diatas 200 kVA)
  3. Pemerintah
For illustrations on file attached on this message.
Tapi, bocoran dikit ni…Buat daerah Jakarta kemungkinan besar kena dis-insentif, krn Rata2 pemakaian listrik yg dipakai adalah rata2 N asional, So kl Pemakaian listrik Jakarta dirata-ratain ama pemakaian daerah lain yah..kecenderungann ya lebih besar…Betul? (Sebenere ini kenaikan harga listrik yang dibuat sedemikian rupa shg nampak bukan seperti kenaikan harga…Hehehe Pinter yah PL N …) Tapi ini adalah efek dari pengurangan subsidi yg diberikan Pemerintah (Thn 2008 subsidi utk PL N dikurangi 10 T…PL N …)
Mulai April rekening listrik kita bakal naik…

Jumat, 15 Februari 2008

Palestina VS Zionis

Kejamnya Zionis, Apakah Anda Tahu?


Apakah anda tahu: tentara israil yang menembak punggung petani, dibebaskan dengan hanya penjara rumah.

Apakah anda tahu: Netanyahu menggunakan kata-kata untuk mendorang AS memerangi Iran: “Iran dan Holocaust”; Netanyahu mengetahui harus menggunakan starategi apa dan PR yang bagaimana sehinga dia dapat menggunakan kata kata yang tepat (dengan sedikit bantuan dollar dari pendukung Neoconnya) strategi yang benar, mendorong kongres dan memijat tobol sensitifnya. Sekali dia pernah didepak karena korupsi dan kembali lagi. Selama bertahun tahun tidak pernah ada seorang Perdana Menti Israel yang di pecat karena kurupsi. Tidak apa (siapa yangmampu berdiri dibelakang bior investigasi korupsi Olmert ?).


Apakah anda tahu:
bahwa Yad Vashem mengatakan: penyikasaan yang dilakukan penduduk terhadap warga palestina seperti anti simentik sebelum PD II.

Apakah anda tahu bahwa tentara Isreal mengakui bahwa 44 dinding penghalang yang katanya telah diangkat, ternyata tidak pernah ada.

Apakah anda mengetahui bahwa jumlah pemerkosaaan dan pemerkosaaan akibat obat terus meningkat diantara tentara isarel?. Kalau itu baik untuk presiden tentu itu baik untuk tentara.

Apakah anda mengetahui bahwa tentara Israel menembak kaki seorang yang berumur 17 tahun dan membiarkan darahnya keluar hingga dia meninggal?.

Apakah anda mengetahui bahwa multi partai dari anggota parlemen hendak menjatuhkan sangsi atas tindakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Apakah anda mengetahuai list larangan untuk kehidupan orang Palestina: larangan untuk semua bagi warga Palestina. Larangan yang diberikan oleh regim Israel:

List larangan tetap:
· Penduduk Palestina yang berada di Jalur Gaza dilarang tinggal di Tepi Barat.
· Penduduk Palestina dilarang pergi ke timur Yerusalem.
· Penduduk Palestina di Tepi barat dilarang ke Jalur Gaza melalui persimpangan Erez
· Penduduk Palestina dilarang memasuki Lembah Jordania.
· Penduduk Palestina dilarang memasuki tanah, kampung, kota dan juga tetangga disebelah “garis batas” yang membagi antara dinding dan garis hijau (sekitar 10% Tepi Barat).
· Penduduk Palestina yang bukan penduduk Beit Furik dan Beit Dajan di Nablus dan Ramadin, selatan Hebron, dilarang masuk.
· Penduduk Palestina dilarang memasuki daerah banguan pendudukan, sekalipun mereka memiliki tanah di daerah itu.
· Penduduk Palestina tidak dibenarkan masuk ke kota Nablus dengan mobil.
· Penduduk Palestina yang tinggal di Yerusalem dilarang memasuki area A (kota kota di Tepi Barat).
· Penduduk Palestina di Jalur Gaza dilarang memasuki Tepi Barat melalui jalan lintas Allen.
· Penduduk Palestina dilarang pergi kel uar negeri melalui bandara Ben Gregorion.
· Penduduk Palestina diatas 16 tahun dilarang pergi ke Nablus tanpa membawa surat tanda lahir dan diikuti orang tua.
· Penduduk Palestina yang mendapat surat izin memasuki Israel tidak dibenarkan memasuki melalui pintu yang sama dengan orang Israel dan turis.
· Penduduk Palestina di Gaza tidak dibenarkan membangun rumah di Tepi Barat.
· Penduduk palestina penduduk Tepi Barat tidak dibenarkan membangun rumah di Lembah Jordania, masyarakat garis batas , Beit Furik dan Beit Dajan.
· Penduduk Palestina dilarang memindahkan barang dagangan dan kargo melalui tempat masuk pemeriksaan di Tepi Barat.

Larangan sementara:
· Sebagaian penduduk Tepi Barat dilarang pergi Tepi Barat lainnya.
· Penduduk yang berumur antara 16 hingga 30, 35 atau 40 – dilarang meninggalkan daerah tempat tinggalnya (kebanyakan di Nablus atau selatan Tepi Barat).
· Mobil pribadi dilarang melintasi tempat pemeriksaan Swahara – Abu Dis (yang memisahkan selatan dan utara Tepi Barat).[IM/R]

Pidato Sayid Hasan nasrullah (Pemimpin Oposisi Libanon)

Darah Imad Mugniyah akan Berakhir dengan Kehancuran Israel

Sekarang, kalian telah menginjak-injak batas. Saya katakan satu hal tentang perang musim panas lalu, jika waktu itu untuk pertama kalinya saya jadikan kalian sebagai lawan bicara. Saat itu saya berkata: wahai Zionis, jika kalian menginginkan perang ini menjadi perang terbuka dan luas, kami siap. Saat itu saya memberikan janji kemenangan pada kaum mukmin karena saya mempercayai mereka, perjuangan mereka dan rakyat Libanon.

Setelah mengucapkan salam dan shalwat atas Nabi dan keluarganya yang suci

Berikut ini teks lengkap pidato Sayyid Hasan Nasrullah berkaitan dengan syahidnya Imad Mugniyah

Saya mohon maaf pada semua saudara saudari yang berada di bawah guyuran hujan. Saya berharap semoga Allah menerima kesabaran dan keteguhan mereka.
Allah swt berfirman :


من المونین رجال صدقوا ما عاهدوا الله و منهم من ینتظر و ما بدلوا تبدیلا



Syahid Imad Mugniyah telah mengikat janji setia pada Allah dan telah lama menantikan syahadah dan kini telah syahid dalam hari-hari kesyahidan Imam Husain as. Dia telah membawa darahnya di kedua tangan dan kafannya. Haji Imad Mugniyah telah menciptakan kemenangan sejak usia mudanya dan mencari kesyahidan dan akhirnya dia meraih tujuannya. Saya mengucapkan selamat atasa perolehan medali kehormatan ilahi ini. Dia berasal dari keluarga yang benar-benar mujahid dan dan saat ini, rumah tersebut masih ada tetapi telah berubah menjadi rumah syahadah.

Kepada kedua orangtuanya yang mulia, saya ucapkan selamat dan dukacita. Selamat atas syahadah ilahiah ini dan kesabaran yang Anda miliki. Seisi dunia harus tahu bahwa keluarga mujahid ini telah mempersembahkan semua anaknya sebagai syuhada. Semua anak Abu Imad telah syahid. Keluarga ini kokoh dalam jihad, syahadah dan kepemimpinan (rahbari).

Saya mengucapkan selamat atas syahadah Imad kepada istrinya yang mujahidah, rela berkorban dan sabar, putri-putrinya, putra-putranya, ketururnan, teman-teman, kerabat dan rekan-rekan mujahidnya di Libanon dan Palestina dan di semua tempat yang di dalamnya jihad tengah bergolak, karena saudara kita yang mulia ini telah menyematkan medali syahadah di dadanya.

Haji Imad Mugniyah adalah salah satu pemimpin yang jihadnya, ibadah malamnya, kelelahannya dan kehidupannya telah diperdagangkan hanya kepada Allah. Sekelompok tentara Allah yang tak dikenal di bumi tetapi dikenal di langit, adalah mereka yang tidak membela dirinya; tetapi membela kebenaran, hakikat dan Allah dan mereka sama sekali tidak mengharapkan pahala dunia. Mereka suci dari fitnah dan kejelekan sebab, mereka sama sekali tidak menginginkan sesuatu yang lain selain jihad dan pengorbanan. Setelah kesyahidan, kita harus menceritakan wajah bercahaya manusia-manusia seperti ini dan hakikat wujud serta pengorbanan mereka. Hari ini, hak Imad Mugniyah sebagai syahid umat ini adalah bahwa ia harus dikenal karena dirinya sendiri sehingga ummat akan berprilaku adil di depan orang-orang seperti ini dan menjadikan pelajaran, ruh serta jihad orang-orang seperti ini sebagai sketsa kehidupannya.

Meskipun berbicara tentang Haji Ridhwan di dunia fana yang tidak ada nilai baginya, para pesuluk di jalan Allah dunia, adalah percuma dan sia-sia.

Sejak 25 tahun lalu sampai saat ini kita telah tergantung pada syahadah. Dengan kesyahidan Imad kita tetap berada di jalur alami kita, sebagaimana setelah kesyahidan sayyid Abbas Musawi dan Syaikh asyuhada Raghib Harb kita tetap berada di jalur kita. Kita sedang berada dalam sebuah perang hakiki, berdarah dan dalam peperangan ini kita membela tanah air, ummat, kesakralan dan kemuliaan kita dengan menentang semua agresi dan ketamakan Amerika dan Israel.

Hari ini bukanlah waktunya menimbang dan menilai Haji Imad. Di depan jenazah sucinya dan di depan anda semua serta semua penghuni dunia yang sedang menantikan …Hizbullah saat ini, saya tekankan bahwa:

Pertama: Mereka melihat sebuah kesuksesan besar dalam syahadahnya Imad, sedangkan kami melihat sebuah berita gembira yang sangat besar tentang kemenangan.

Kondisi ini sama dengan kondisi kami pada saat kesyahidan Syaikh Raghib. Setelah kesyahidannya, Israel hengkang dari ibukota Libanon, Baqa dan Lebanon Selatan. Karena darah sucinya dan perlawanan kokohnyalah kami merengkuh tanda-tanda kemenangan, bukan sanksi-sanksi hukum internasional dan campur tangan dunia yang selalu membela Zionis.

Mereka juga telah meneror Sayyid Abbas Musawi dan mengira bahwa perlawanan akan hancur; tetapi kami malah bangkit dan setelah beberapa tahun Israel menderita kekalahan dan kami mengeluarkan Israel dengan hina dari Libanon. Karena Abbas Musawi, darahnya dan perlawanan para pejuanglah kami bisa berhasil.

Hari ini, mereka telah meneror Imad Mugniyah dan mengira bahwa dengan pembunuhannya, mereka telah membunuh Imad dalam proses yang sama dengan perang musim panas tahun lalu. Perang ini masih terus berlangsung karena gencatan senjata sampai saat ini belum diumumkan. Perang ini masih berlangsung dari sisi materi, keamanan dan militer dan masih akan diteruskan oleh semua Negara yang membantu Israel dalam perang musim panas lalu.

Sebagaimana teror Syaikh Raghib Harb dan Sayyid Abbas Musawi, mereka salah. Sejak perang musim panas lalu yang berhubungan erat dengan Imad Mugniyah sampai saat ini dan ketika mengalirnya darah Imad Mugniyah, dunia harus tahu bahwa di bawah kepemimpinan saya, kami siap untuk menghancurkan Israel. Jika darah Syaikh Raghib Harb telah mengeluarkan mereka dari tanah Libanon dan jika darah Sayyid Abbas Musawi telah mengeluarkan mereka dari perbatasan, maka darah Imad Mugniyah akan membersihkan mereka dari area wujud, insya Allah.

Ucapan bukanlah sebuah reaksi atau emosi; tetapi dinyatakan dalam sebuah detik yang sangat jelas dan dengan penuh pertimbangan. Anda semua tahu bahwa David Ben Gurion adalah pendiri negara Israel. Dan dialah orang paling ahli dan paling mengetahui poin-poin kekuatan dan kelemahan rezim ini dan faktor-faktor penentu kelanggengan dan kehancuran rezim ini. Dengarkan apa yang dikatakan David Ben Gurion: "Israel akan hancur setelah kekekalahan perdananya dalam sebuah perang militer".

Israel telah menjalankan perangnya pada musim panas 2006. Zionis menyebut perang ini sebagai perang keenam tetapi para pakar strategi Israel menyatakan perang ini sebagai perang perdana. Israel, baik sayap kanan atau sayap kiri, radikal dan moderat sama-sama mengakui bahwa Israel telah kalah dalam perang. Laporan Winegard yang berusaha menjaga apa yang tersisa dari Israel tidak mampu menutupi hakikat yang telah berulangkali disebutkan. Hakikat ini tak lain adalah ketidakmampuan, kekalahan dan keraguan dalam kepemimpinan politik, keamanan serta kelemahan angkatan bersenjata Israel.

Itu semua tidak dilaporkan oleh Winegard. Winegard telah menyatakan sebagian hakikat dan mengingatkan Israel akan nasibnya.

Kenapa mereka kalah padahal mereka memiliki angkatan bersenjata terkuat di Timur Tengah dan mempunyai tekhnologi tercanggih di dunia?. Mudahnya….karena di Libanon, dalam tempo 33 hari mereka berhadapan dengan pahlawan sejati, berani dan serius. Sekelompok orang-orang ini telah menanti Zionis di tempat persembunyiannya dan memerangi Israel dengan berani dan cerdas. Israel menderita kekalahan sesuai dengan hukum dan sunah sejarah dan insya Allah mereka akan segera hancur.

Dengan darah suci syahid Mugniyah, jalan dan hasil darah Syaikh Raghib Harb, Sayyid Abbas Musawi, Fathi Syaqaqi, Ahmad Yasin dan semua syuhada perlawanan dari para pemimpin dan mujahidin menjadi sempurna. Dengan kesucian dan kemurnian darah ini, kelenjar kanker dan berkembang yang tumbuh dalam jantung dunia Islam akan segera lenyap.

Kedua: Semua sahabat dan mereka yang merasa cemas harus tahu, bahwa musuh sebenarnya telah melakukan sebuah kecerobohan yang sangat besar. Saya dan semua teman mengetahui hakikat yang ada di hadapan Haji Imad. Kepada sahabat dan musuh saya katakan, bahwa dalam tubuh muqawwamah tidak akan ada keraguan, kekosongan atau kelemahan. Saudara-saudara Imad Mugniyah akan meneruskan perjalanannya. Darahnya seperti darah lain sebelumnya dan akan menciptakan kecintaan dan kedekatan personel-personel Hizbullah. Israel tidak mengetahui hal ini dan tidak akan memahaminya, karena mereka memiliki budaya lain. Darah Haji Ridhwan (nama lain Imad Mugniyah, pent.) akan menambah kekuatan, persatuan, kehormatan dan kekuasaan kami dan kami akan meneruskan perjalanan kami dalam horizon lebih terbuka.

Sebelum berkata kepada para sahabat, saya lebih suka berkata kepada musuh bahwa Haji Imad telah berhasil melaksanakan semua kewajibannya. Jika hari ini seorang syahid gugur, maka mereka tidak meninggalkan banyak pekerjaan.

Setelah berakhirnya perang, kami telah siap untuk hari lain, hari yang telah kami duga bahwa Israel sang agesor akan memulai perang lain di kawasan Libanon dan inilah poin yang juga ditekankan dalam laporan Winegard. Setelah perang, para pengungsi pun kembali dan semua elemen kami sibuk membangun kembali Libanon, tetapi saat yang sama para pejuang dan mujahid telah siap untuk kembali berperang di masa yang akan datang sejak hari berakhirnya perang.

Hari ini Hizbullah dan perlawanan Islam berada dalam kondisi paling siap untuk berhadapan dengan setiap serangan yang mungkin ditujukan ke Libanon. Di masa lalu, saya berbicara tentang roket-roket tetapi hari ini saya akan berbicara tentang para pemuda karena pemimpin para pemuda ini ada di hadapan kita saat ini.

Winegard melaporkan, beribu-ribu pemuda pejuang dalam tempo beberapa minggu mampu bertahan di hadapan angkatan bersenjata Israel sebagai kekuatan militer terkuat di Timur Tengah dan bahkan mengalahkannya.

Hari ini Zionis harus tahu bahwa, dalam setiap perang yang akan terjadi adalah Imad Mugniyah lain dan ribuan pejuang akan berada di depan kalian. Imad Mugniyah telah menjelma menjadi puluhan ribu pemuda yang siap untuk menyambut kesyahidan.

Ketiga: saya katakan kepada teman dan musuh. Zionislah yang telah membunuh Imad Mugniyah di Syiria. Semua informasi kami, membenarkan akan hal ini. Israel telah mengungkapkannya dengan berbisik-bisik sebelum menerima tanggung jawab atas terornya secara jelas. Saya katakan kepada mereka bahwa haji Imad telah kalian bunuh di luar area perang. Kami dan kalian telah berperang di tanah air kami, Libanon. Kalian membunuh kami di tanah ini dan kami akan memerangi kalian di tanah ini.

Sekarang, kalian telah menginjak-injak batas. Saya katakan satu hal tentang perang musim panas lalu, jika waktu itu untuk pertama kalinya saya jadikan kalian sebagai lawan bicara. Saat itu saya berkata: wahai Zionis, jika kalian menginginkan perang ini menjadi perang terbuka dan luas, kami siap. Saat itu saya memberikan janji kemenangan pada kaum mukmin karena saya mempercayai mereka, perjuangan mereka dan rakyat Libanon.

Hari ini, saya hanya akan menyebutkan sebuah kalimat, berkaitan dengan teror ini, dengan memperhatikan waktu, tempat dan metodenya, jika kalian wahai Zionis menginginkan perang terbuka, maka seluruh dunia harus tahu bahwa kami siap untuk perang ini.

Kami memiliki hak mulia membela diri sebagaimana semua manusia lainnya, dan kami akan menggunakan segala sesuatu yang akan berakhir pada hak ini dalam membela diri, rakyat dan para pemimpin kami.

Keempat: 14 Februari (hari ini) adalah peringatan teror Syahid Rafiq Hariri. Kami ingin darah syuhada bersatu dalam kedua pertemuan, tetapi sebagian berusaha mengubah acara menjadi arena caci maki.

Bukan rahasia lagi bahwa sebagian pemimpin ini telah mencaci dan kemudian mengarahkan telunjuknya pada kami, tetapi sehubungan dengan teror Rafiq Hariri dan pemakaman jenazah mulia Imad Mugniyah saya akan menjawab ‘perayaan caci maki’ dengan sebuah ucapan: "Libanon yang telah mempersembahkan ulama paling berharga, para pemimpin, saudara-saudara dan anak-anaknya; Libanon ini tidak akan berubah menjadi Israel. Libanon tidak akan menjadi markas Zionis. Libanon tidak akan menjadi Amerika. Libanon tidak akan terpecah. Siapa yang menginginkan perpisahan dan perpecahan silahkan meninggalkan tanah ini dan berangkat menuju para tuannya di Amerika dan Tel Aviv....

Libanon akan tetap menjadi negara yang bersatu, damai dan hidup dengan tentram. Dan Libanon akan tetap menjadi negara yang kokoh dan mulia, bertolak belakang dengan keinginan orang-orang kerdil yang membanggakan tubuhnya..."

Secara ringkas saya katakan bahwa meski keinginan mereka yang mengundang angkatan-angkatan bersenjata untuk memerangi Libanon dan Syiria (sedang mereka tidak mempu berperang) dan mereka-mereka yang setiap harinya mengingnkan terciptanya fitnah, maka saya katakana bahwa Libanon akan tetap kokoh. Libanon akan tetap menjadi sebuah negara yang bersatu, mulia, berani dan merdeka karena itulah Libanon unggul dengan syuhada seperti Abbas Musawi, Raghib Harb, Imad Mugniyah dan Rafiq Hariri.

Kita tujukan suara kita kepada semua pembunuh bahwa perlawanan akan terus kita lanjutkan sampai akhir kemenangan.[im/nta]

http://islammuhammadi.com/id/content/view/295/1/